Special Plan: Produk fesyen RI catatkan potensi transaksi Rp17 miliar di Jepang
Table of Contents
Produk Fesyen RI Catatkan Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Jepang
Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan bahwa produk fesyen serta aksesori Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi sekitar Rp17 miliar dalam acara Pop Up Store Kobe-Jepang 2026. Capaian ini, senilai 1 juta dolar AS, menegaskan kembali kemampuan produk kreatif dari tanah air untuk bersaing di pasar Jepang yang dikenal sangat kompetitif dan memiliki standar tinggi.
MoU Antara PT Dan Liris dan Bee-First Co., Ltd.
Potensi transaksi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan Indonesia, PT Dan Liris, dengan perusahaan Jepang, Bee-First Co., Ltd. Proses penandatanganan dilakukan secara daring oleh Fajarini Puntodewi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, serta Konsul Jenderal RI di Osaka, John Tjahjanto, sementara Didit Akhdiat Suryo, Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Osaka, menghadiri secara langsung.
“Capaian ini membuktikan produk Indonesia semakin diterima di pasar global, terutama pada segmen yang memprioritaskan kualitas dan desain premium,” ujar Puntodewi dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu.
Kehadiran merek-merek Indonesia dalam ajang ini merupakan hasil kerja sama antara Kemendag melalui ITPC Osaka dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka. Total 16 merek lokal memamerkan berbagai produk seperti aksesori, perhiasan, dan pakaian di Paviliun Indonesia.
Pendekatan Promosi Terintegrasi
Didit Akhdiat Suryo menekankan pentingnya promosi yang lebih spesifik dan berkelanjutan. “Dengan Pop Up Store, kami menciptakan hubungan emosional antara konsumen Jepang dan produk Indonesia, sekaligus memperkuat eksistensi industri fesyen dan perhiasan nasional,” jelasnya.
Jepang tetap menjadi mitra dagang utama Indonesia. Pada 2025, total perdagangan antara kedua negara mencapai 32,08 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia sebesar 17,61 miliar dolar AS. Di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), Jepang menempati posisi kedua sebagai pasar utama, dengan nilai ekspor mencapai 1,02 miliar dolar AS atau 8,53 persen dari total ekspor nasional.
Tren positif terus berlanjut di awal 2026, di mana ekspor TPT Januari-Februari mencapai 180 juta dolar AS, naik 3,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produk yang diekspor ke Jepang meliputi pakaian jadi, kain, benang, serat sintetis, serta barang kreatif fesyen dan interior.
