Table of Contents
POGI tingkatkan kerja sama daerah untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak
Jakarta – Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) terus memperkuat upaya kolaborasi lintas negara dalam mengatasi masalah kesehatan perempuan dan anak. Sebagai langkah konkret, POGI menjadi penyelenggara pertemuan Eksekutif Board Meeting (EBM) dan Action Plan Meeting (APM) 2026 dari The Asia & Oceania Federation of Obstetrics & Gynaecology (AOFOG). Forum ini diharapkan mempercepat sinergi antar negara dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan reproduksi.
SPRIN sebagai bentuk implementasi strategi nasional
Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Ketua Umum POGI, dalam pernyataan resmi di Jakarta, Minggu, menyampaikan bahwa kolaborasi antara organisasi profesi dan pemerintah menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas pelayanan kesehatan. Forum AOFOG-POGI ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan keberlanjutan kesehatan ibu dan anak di Asia.
“Masalah seperti stunting, kematian ibu dan bayi, serta kanker serviks membutuhkan dukungan bersama. Organisasi profesional dan pemerintah harus bermitra untuk menyelesaikannya,” tutur Prof. Budi.
Prof. Budi menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari program SPRIN (Selamatkan PeRempuan INdonesia), yang menekankan pendidikan, layanan, dan perlindungan kesehatan perempuan di setiap tahap kehidupan. “Kami ingin membangun kesadaran bahwa kesehatan perempuan adalah tanggung jawab kolektif. Selain itu, kita mendorong penerapan metode medis berbasis bukti dan rencana aksi yang bisa diterapkan secara lokal,” jelasnya.
Program SPRIN dinilai sebagai inisiatif strategis
Staf Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Dra. Siti Nia Nurhasanah Sjarifudin, menilai SPRIN sebagai langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. “Kegiatan kolaboratif seperti ini mampu mendorong perubahan nyata, karena mendidik perempuan berarti membangun bangsa,” katanya.
Secretary General AOFOG, Dr. Rohana Haththotuwa, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan forum oleh POGI. “Ini menjadi wadah bagi para ahli untuk berbagi pengalaman dan memperluas wawasan dalam menghadapi tantangan klinis serta kebijakan kesehatan di berbagai negara,” ujarnya.
Kegiatan SPRIN Fun Walk memperkuat kesadaran publik
Sebelumnya, forum AOFOG-POGI diselenggarakan pada 10–12 April 2026 di Shangri-La Hotel, Jakarta, yang dihadiri delegasi dari berbagai negara. Selama acara tersebut, juga diadakan SPRIN Fun Walk pada hari Minggu (12/4), yang merupakan kegiatan informal namun memiliki dampak signifikan.
SPRIN Fun Walk dirancang untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus menjadi media meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya kesehatan perempuan. “Kami ingin menyampaikan pesan bahwa kesehatan ibu dan anak adalah prioritas nasional,” tambah Prof. Budi.
