Table of Contents
Dubes Iran: AS Terpaksa Terima 10 Syarat Gencatan Senjata
Jakarta, Sabtu – Mohammad Boroujerdi, Duta Besar Iran di Jakarta, mengatakan bahwa negaranya telah memperoleh kemenangan setelah berperang lebih dari 40 hari melawan Amerika Serikat dan Israel. Ia menegaskan bahwa negosiasi perdamaian yang akan diadakan di Islamabad, Pakistan, menandai keberhasilan Iran dalam mendorong AS untuk menerima sepuluh kerangka tuntutan gencatan senjata yang diajukan Teheran.
“ Iran berhasil memaksakan Amerika untuk menerima 10 persyaratan yang diminta. Iran menunjukkan kepada dunia bahwa AS, dengan terpaksa, menerima syarat-syarat tersebut,” ujar Boroujerdi dalam peluncuran buku peringatan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dubes Iran memuji kemenangan tersebut sebagai bukti keberhasilan negara muslim dalam menghadapi musuh-musuhnya. “Syukur kepada Allah SWT karena hari ini, Republik Islam Iran meraih kemenangannya. Islam memperoleh kemenangan atas musuh-musuhnya,” tambahnya.
Boroujerdi menyebutkan bahwa Iran telah menggagalkan rencana agresi cepat AS-Israel yang bertujuan langsung menewaskan Ayatollah Ali Khamenei. Meski demikian, Iran mampu bertahan hingga hari ke-40 dan menetapkan sepuluh syarat gencatan senjata sebagai itikad baik.
Menurut Boroujerdi, AS tidak menyangka bahwa mereka setuju dengan sepuluh syarat yang ditawarkan Iran. Dalam perjanjian tersebut, AS diminta menghentikan serangan terhadap Iran maupun sekutunya. Duta Besar juga menekankan bahwa gencatan senjata tidak boleh menjadi alasan untuk mengulangi agresi.
Delapan Syarat yang Diusulkan Iran
Kerangka sepuluh poin yang diajukan Iran, seperti dilaporkan oleh media pemerintah, termasuk pengakuan hak Iran memperkaya uranium, pencabutan sanksi AS, penarikan pasukan AS dari Timur Tengah, serta pengakhiran permusuhan di berbagai lini, termasuk Lebanon.
Majid Takht-Ravanchi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, mengatakan bahwa kerangka kerja tersebut telah diterima sebagai dasar untuk negosiasi mendatang dengan Amerika Serikat. “Iran selalu menyambut diplomasi dan dialog,” ujarnya, sambil menegaskan bahwa gencatan senjata harus diiringi komitmen mengakhiri konflik, bukan memungkinkan pihak lawan menyiapkan kembali serangan.
