Table of Contents
Trump: AS Segera Cabut dari Perang Iran, tapi…
Jakarta, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir, meski Washington tetap membuka kemungkinan untuk melakukan serangan terbatas jika diperlukan. Pernyataan ini dilaporkan Reuters pada Rabu (1/4/2026), hanya beberapa jam sebelum Trump dijadwalkan menyampaikan pidato nasional. Dalam pidato yang rencananya diumumkan pukul 21.00 waktu EDT atau Kamis (2/4/2026) pukul 08.00 WIB, Trump juga menyebutkan bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk menarik Amerika Serikat dari NATO.
Saya tidak bisa memberi Anda jawaban pasti… kami akan keluar cukup cepat.
Langkah penarikan dari NATO didasari oleh pandangan Trump bahwa aliansi tersebut gagal mendukung Washington dalam konflik dengan Iran. Sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran, perang tersebut semakin meluas ke berbagai wilayah. Serangan itu memicu respons Iran terhadap Israel, pangkalan militer AS, serta negara-negara di Teluk, sekaligus membuka front baru di Lebanon.
Ribuan korban tewas di seluruh wilayah Timur Tengah sejak konflik dimulai. Menghadapi rasa jenuh masyarakat AS terhadap perang, Trump diperkirakan akan menyatakan bahwa operasi militer telah mencapai tujuan. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa presiden akan menegaskan hal ini dalam pidatonya.
Namun, peluang konflik segera berakhir masih belum jelas. Sumber senior Iran mengungkapkan kepada Reuters bahwa Teheran menuntut jaminan gencatan senjata sebelum menghentikan serangan. Mereka juga menekankan tidak ada pembicaraan melalui perantara mengenai gencatan senjata sementara.
The New York Times melaporkan bahwa badan intelijen AS memperkirakan Iran saat ini tidak bersedia terlibat dalam negosiasi serius untuk berhenti perang. Di tengah ketegangan, lembaga ekonomi global seperti IMF, World Bank, dan International Energy Agency (IEA) memperingatkan dampak yang luas. Mereka menyatakan perang tersebut menyebabkan efek “besar, global, dan sangat tidak merata” serta berencana mengkoordinasikan respons, termasuk dukungan finansial untuk negara-negara yang paling terkena.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam surat yang ditujukan kepada warga AS menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki permusuhan terhadap rakyat biasa Amerika. Pernyataan ini dilaporkan oleh Press TV.
