Table of Contents
Kodam Udayana bangun 24 jembatan Garuda dimulai dari Buleleng
Denpasar, Jawa Barat – Kodam IX/Udayana memulai konstruksi 24 titik jembatan Garuda di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek ini bagian dari strategi TNI Angkatan Darat untuk mempercepat pengembangan infrastruktur di daerah terpencil, yang dimulai dari Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng, Senin (30/3). Upacara peresmian diawali dengan pemberian batu pertama oleh Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman mengatakan, proyek ini termasuk tahap III dan IV dari 376 jembatan yang dibangun di seluruh Indonesia. Di wilayah Kodam Udayana, total 24 jembatan gantung akan dibangun, terbagi di tiga provinsi. Sebanyak 12 titik di NTT, 9 di NTB, dan 3 di Bali. Jembatan Garuda tidak hanya menghubungkan area tetapi juga memperkuat akses pendidikan dan kegiatan ekonomi masyarakat.
“Jembatan di Desa Lokapaksa sangat vital bagi warga,” ungkap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. Ia menjelaskan, struktur tersebut menjadi penghubung antara Desa Lokapaksa dan Desa Ringdikit, serta akses utama ke SD 5 Ringdikit. Program ini telah diajukan sejak 2019, tetapi tertunda karena pandemi COVID-19. Usulan kembali dijalankan pada 2023 setelah arahan Presiden tahun 2025 untuk inventarisasi jembatan pejalan kaki.
Pembangunan berlangsung secara kolaboratif oleh TNI AD melalui Kodim 1609/Buleleng. Bupati mengharapkan proyek selesai tepat waktu guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Di samping groundbreaking, kegiatan juga melibatkan pemberian 25 paket sembako kepada warga setempat.
Kasdam IX/Udayana juga mengadakan dialog interaktif via konferensi video dengan unit jajaran yang melaksanakan peresmian secara bersamaan. Kapendam menegaskan, proyek ini menunjukkan kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat gotong royong. Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan segera memberikan dampak nyata, khususnya di wilayah pedesaan.
