Table of Contents
Penampakan Gedung-Gedung Hancur Berantakan: 2 Kota di Iran Dibombardir
Setelah serangan udara besar yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel menghantam ibu kota Iran, Teheran, serta kota Qom, tim penyelamat kini berusaha menyelamatkan warga yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Pasukan Bulan Sabit Merah mengatakan bahwa upaya pencarian masih berlangsung, sementara kondisi di lokasi terus memburuk. (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
Operasi Rudal yang Memukul Urmia dan Wilayah Lain
Di samping Teheran dan Qom, serangan rudal juga mengguncang Urmia pada malam hari. Kompleks perumahan di sana menjadi korban serangan, menurut laporan dari Direktur Jenderal Manajemen Krisis Provinsi Azerbaijan Barat, Hamed Saffari. Dikatakan bahwa empat bangunan rumah hancur total, dengan sejumlah korban jiwa dan luka-luka dilaporkan terkena dampak. (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
Korban Jiwa Terus Bertambah dalam Konflik
Korban tewas dan cedera terus meningkat seiring berlangsungnya perang. Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian, mengungkapkan bahwa total 1.937 warga tewas dan hampir 25.000 orang terluka. Data ini mencakup 240 perempuan dan 212 anak-anak yang menjadi korban. (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
Situasi Darurat di Berbagai Wilayah Iran
Rentetan serangan udara juga terjadi di Karaj dan kompleks industri Isfahan. Sementara itu, koresponden Al Jazeera menegaskan bahwa kondisi kemanusiaan di Iran semakin memburuk, dengan jutaan warga dilaporkan mengungsi. Suara ledakan terdengar berulang kali di pusat kota, menciptakan ketegangan berkepanjangan bagi masyarakat setempat. (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
“Jumlah korban luka masih dalam pendataan karena evakuasi terus berjalan,” kata Wakil Gubernur Qom kepada media Fars. (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
Kekhawatiran Eskalasi Konflik di Kawasan Teluk
Ketegangan semakin meluas ke wilayah Teluk dan Lebanon, dimana invasi darat serta serangan drone Israel memicu kecemasan akan perluasan konflik. Dewan Keamanan PBB juga menjadwalkan pertemuan tertutup di New York untuk membahas langkah-langkah mendesak. (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
“Rakyat Iran kini mengalami trauma berat akibat konflik yang berlangsung lama,” ungkap Jan Egeland, kepala Dewan Pengungsi Norwegia (NRC). (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
Dengan kondisi darurat yang terus berlanjut, tim kemanusiaan terus bekerja di tengah risiko tinggi untuk menyelamatkan korban dan memperbaiki infrastruktur yang hancur. Negosiasi gencatan senjata masih belum menemui titik temu, sementara Iran menuntut henti serangan terhadap pemerintahan mereka dan kompensasi besar-besaran. (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
