Table of Contents
Sekjen PBB: Serangan AS-Israel ke Iran Buat Negosiasi Nuklir “Tidak Produktif”
Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan kekhawatirannya bahwa serangan AS-Israel terhadap Iran menggagalkan peluang diplomasi dalam perundingan nuklir yang sedang berlangsung. Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB mengenai Iran di Markas PBB New York, Sabtu waktu setempat, Guterres menyoroti serangan yang dilakukan setelah putaran ketiga perundingan tak langsung antara AS dan Iran yang ditengahi Oman.
“Saya sangat menyesalkan peluang diplomasi ini telah disia-siakan,” kata Guterres, seperti dikutip ANTARA dari naskah pernyataannya yang diterima di Jakarta, Ahad.
Ia juga menekankan persiapan yang telah dilakukan untuk pembicaraan teknis di Wina, Austria, pekan depan, yang akan diikuti dengan babak baru perundingan politik. Guterres meminta semua pihak untuk segera melakukan deeskalasi dan menghentikan permusuhan di Timur Tengah.
“Jika tidak, yang terjadi adalah konflik yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan,” tegas Sekjen PBB.
Menyusul serangan rudal balasan Iran ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS, kerusakan infrastruktur serta korban jiwa rakyat sipil tercatat. Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dikonfirmasi gugur akibat serangan AS-Israel terhadap tempat kerjanya. Pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan libur kerja selama seminggu.
Dalam wawancara bersama CBS News, Presiden AS Donald Trump berseloroh bahwa perundingan dengan Iran “akan semakin mudah dibanding hari sebelumnya” setelah AS berhasil menewaskan Ali Khamenei. Guterres mengingatkan semua anggota PBB untuk tetap mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam PBB, dan memastikan perlindungan warga sipil sesuai hukum humaniter serta keamanan nuklir.
