Berita

Cerita Kepala Barantin Saat Pesawat Citilink Gagal Terbang gegara Masalah Roda

kepala-badan-karantina-indonesia-abdul-kadir-karding-1790264775221_169
Foto : Michael Smith - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Citilink QG1100 Kembali ke Halim Setelah Kendala pada Roda Pendaratan
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Citilink QG1100 Kembali ke Halim Setelah Kendala pada Roda Pendaratan

Ceritaberkat.com – Penerbangan Citilink QG1100 rute Jakarta-Yogyakarta harus kembali ke Bandara Halim Perdanakusuma pada Sabtu, 17 Oktober 2026, setelah awak pesawat mendeteksi kendala teknis pada salah satu roda pendaratan. Pesawat ATR 72-600 tersebut telah lepas landas, namun kemudian menjalankan prosedur return to base (RTB) demi keselamatan seluruh penumpang.

Seluruh penumpang dilaporkan tiba kembali di Jakarta dengan selamat. Setelah pendaratan, pesawat ditangani petugas untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum dapat digunakan kembali.

Di antara penumpang dalam penerbangan itu terdapat Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding. Ketua Wantimpres Pratikno juga berada di dalam pesawat yang semula dijadwalkan berangkat dari Halim menuju Yogyakarta tersebut.

Karding sedang menuju Yogyakarta dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi). Ia dijadwalkan membuka kegiatan baseball di kawasan Prambanan.

Upaya Lepas Landas dan Pemberitahuan di Kabin

Karding menceritakan bahwa perjalanan dimulai pada pagi hari. Pesawat yang mereka tumpangi sempat mengalami kegagalan saat percobaan awal untuk lepas landas, lalu melakukan putaran di area bandara sebelum kembali mencoba terbang.

“Kami berangkat dari Halim pukul 06.55 pagi. Memang, di awal waktu ketika pesawat ATR Citilink yang kami tumpangi mencoba untuk take-off, pertama gagal take-off, itu yang pertama. Jadi, yang pertama itu terjadi gagal take-off, lalu mutar bandara, sekali, mutar lintasan ya, kemudian take-off,” kata Karding saat dihubungi, Sabtu (17/10/2026).

Setelah sekitar 15 menit berada di udara, awak kabin memberi tahu penumpang mengenai adanya situasi yang perlu diantisipasi. Karding, yang duduk di bagian paling belakang, diminta untuk memperhatikan cara penggunaan pintu darurat.

“Pamugarinya menyampaikan kepada saya karena kebetulan saya duduk paling belakang, agar berkenan dan bersiap untuk mempelajari apa namanya cara membuka pintu darurat. Waktu itu saya bilang, ‘Sudah kasih ADC saya saja yang polisi dan sebagainya’. Jadi setelah mutar-mutar di sana disampaikan bahwa kemungkinan ada dugaan bannya mengalami masalah,” jelasnya.

Pemberitahuan seperti ini merupakan bagian dari kesiapan keselamatan dalam penerbangan ketika pesawat menghadapi kondisi teknis yang membutuhkan perhatian khusus. Penumpang tetap berada di kabin hingga pesawat menyelesaikan prosedur kembali ke bandara asal.

Berputar Hampir Satu Jam Sebelum Mendarat

Pesawat dilaporkan berputar di udara selama kurang lebih satu jam sebelum akhirnya mendarat kembali di Halim Perdanakusuma. Karding menggambarkan adanya penanganan khusus di area roda setelah pesawat berhenti di darat.

“Memang ada masalah di terutama di ban ya, terutama di ban. Karena waktu kami turun itu, ada petugas untuk menyiram ban atau mendinginkan ban itu, semprotan itu dan banyak petugas di sekitar pesawat dan kita mendaratnya bukan di dekat Halim, pintu bandara Halim, tetapi mendaratnya di lapangan agak jauh dari ruang tunggu atau ruangan kedatangan,” ucapnya.

Area pendaratan yang digunakan berada terpisah dari titik kedatangan penumpang. Pengaturan tersebut memungkinkan petugas melakukan pemeriksaan dan penanganan pada pesawat dengan lebih leluasa, sekaligus menjaga proses keselamatan di bandara.

Karding menyampaikan rasa syukur karena pesawat dapat kembali mendarat dengan aman. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak maskapai atas penanganan yang dilakukan hingga seluruh penumpang selamat.

Maskapai Siapkan Pesawat Pengganti

Citilink menyatakan bahwa penerbangan QG1100 semula dijadwalkan berangkat pukul 05.55 waktu setempat. Tidak lama setelah pesawat lepas landas, ditemukan kendala teknis pada salah satu roda pendaratan sehingga keputusan untuk kembali ke Jakarta diambil.

“Pesawat beserta seluruh penumpang telah kembali mendarat dengan selamat di Jakarta. Pesawat selanjutnya ditangani oleh petugas terkait untuk menjalani pemeriksaan intensif lebih lanjut secara menyeluruh,” kata Corporate Secretary & CSR Group Head Citilink, Tashia Scholz, dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).

Untuk melanjutkan perjalanan penumpang menuju Yogyakarta, maskapai menyiapkan armada pengganti berupa Airbus A320. Penerbangan pengganti direncanakan berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

“Saat ini, penerbangan Jakarta-Yogyakarta tersebut rencana akan diberangkatkan kembali menggunakan pesawat pengganti menggunakan jenis pesawat Airbus A320 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Penerbangan dijadwalkan pukul 11.00 waktu setempat dan mendarat di Yogyakarta pada pukul 12.40 waktu setempat,” jelasnya.

Citilink menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang yang terdampak perubahan perjalanan. Maskapai menegaskan keselamatan menjadi prioritas dalam setiap keputusan operasional, termasuk ketika pesawat perlu kembali ke bandara untuk pemeriksaan teknis lebih lanjut.

Bagi penumpang, kejadian semacam ini dapat menyebabkan perubahan jadwal dan perpindahan bandara keberangkatan. Namun, keputusan RTB memberi kesempatan kepada awak pesawat dan petugas darat untuk memastikan kondisi pesawat ditangani sebelum penerbangan dilanjutkan menggunakan armada lain.

Frequently Asked Questions

What is Cerita Kepala Barantin Saat Pesawat Citilink?

Cerita Kepala Barantin Saat Pesawat Citilink is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Cerita Kepala Barantin Saat Pesawat Citilink matter?

Cerita Kepala Barantin Saat Pesawat Citilink matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.