PKB Award 2026 Meriahkan Hari Santri: Hadiah Rp 1 M, Ada 6 Kategori Lomba
Daftar Isi
PKB Siapkan PKB Award 2026 dengan Total Hadiah Rp 1 Miliar
Ceritaberkat.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyiapkan PKB Award 2026 sebagai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026. Program ini menawarkan total hadiah senilai Rp 1 miliar dan ditujukan untuk memberi ruang apresiasi kepada santri, pesantren, serta komunitas yang aktif mengembangkan dakwah dan karya kreatif.
Agenda tersebut dirancang bukan hanya sebagai pemberian penghargaan, melainkan juga sebagai dorongan agar lingkungan pesantren semakin responsif terhadap isu digital, lingkungan, literasi, seni, dan kebudayaan Islam. Ketua Panitia PKB Award, Muhammad Khozin, menyampaikan bahwa mekanisme penghargaan akan dibagi antara kategori yang melalui kompetisi dan kategori yang ditetapkan lewat penjurian langsung.
“Jadi total hadiah yang kita siapkan itu berjumlah Rp 1 miliar, yang nantinya akan dibagi sesuai dengan kategori yang dikompetisikan. Jadi ini ada dua, ada sistem kompetisi, ada sistem langsung penjurian,” kata Muhammad Khozin di DPP PKB, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026).
Enam Kategori Penghargaan dan Kompetisi
PKB Award 2026 mencakup enam kategori. Tiga di antaranya berbentuk penghargaan, yakni Sosial Media Santri, Pesantren Digital, dan Pesantren Hijau. Sementara itu, tiga kategori kompetitif terdiri atas Literasi Santri, Kompetisi Akun Instagram Santri Kreatif, serta Sholawat Idol.
Susunan kategori tersebut memperlihatkan perhatian terhadap beragam bentuk kontribusi pesantren. Aktivitas keagamaan tidak hanya dipahami melalui pengajaran dan pelestarian tradisi, tetapi juga melalui kemampuan menyampaikan pesan moral secara kreatif, membangun kebiasaan literasi, serta mengelola ruang digital secara positif.
Kategori Pesantren Hijau menempatkan kepedulian lingkungan sebagai salah satu perhatian. Di sisi lain, Pesantren Digital dan Sosial Media Santri membuka pengakuan bagi pemanfaatan teknologi oleh komunitas pesantren. Kompetisi literasi, akun Instagram, dan sholawat memberi kesempatan bagi karya tulis, kreativitas media sosial, hingga ekspresi seni bernuansa Islam.
Peserta dapat berasal dari seluruh Indonesia selama merupakan warga negara Indonesia. Kesempatan itu terbuka bagi santri, pesantren, serta pengelola media sosial yang digagas oleh santri atau pesantren. Kelompok dengan konten syiar keagamaan maupun pesan moral yang dikemas melalui kreativitas digital juga dapat berpartisipasi.
“Untuk peserta ya seluruh yang bertempat tinggal warga negara Indonesia, tidak ada kriteria apa-apa. Semua yang berkategori pesantren, berkategori santri ataupun media sosial yang itu dikelola atau diinisiasi oleh santri dan pesantren atau kelompok yang secara kontennya itu banyak melakukan syiar keagamaan maupun pesan pesan moral yang itu dibingkai dengan kreativitas digital,” ujarnya.
Mendorong Pesantren Menjawab Tantangan Zaman
PKB memandang santri dan pesantren sebagai bagian penting dari sejarah lahirnya partai. Karena itu, PKB Award diposisikan sebagai bentuk kedekatan sekaligus penghargaan atas peran pesantren dalam kehidupan masyarakat.
Khozin menekankan bahwa pesantren memiliki posisi yang lebih luas daripada sekadar penjaga warisan tradisi. Dalam pandangannya, pesantren juga dapat mengambil peran sebagai penggerak peradaban, termasuk melalui karya jurnalistik, seni, kepedulian ekologis, dan pemanfaatan teknologi.
“Apa tujuannya? Agar kegiatan PKB Award ini selain merupakan wujud konkrit daripada rasa cinta partai ini terhadap keberadaan dan kontribusi santri dan pesantren, juga nantinya diharapkan menjadi trigger agar di kemudian hari banyak juga insan pesantren yang lebih peduli lagi terhadap lingkungan, lebih melek terhadap digital, dan lebih produktif dalam karya-karya, baik itu jurnalistik, baik itu karya seni,” tuturnya.
Bagi peserta, enam kategori tersebut dapat menjadi ruang untuk menunjukkan praktik baik yang telah berjalan di lingkungan masing-masing. Kegiatan digital yang konsisten, kampanye lingkungan, tulisan kreatif, maupun pertunjukan sholawat memperoleh tempat dalam satu rangkaian apresiasi yang sama.
PKB juga ingin mempertemukan nilai tradisi dengan kebutuhan perubahan zaman. Adaptasi teknologi dan perhatian terhadap isu kekinian dipandang tidak harus menghapus identitas pesantren. Sebaliknya, inovasi dapat berjalan beriringan dengan prinsip-prinsip yang telah dirawat dalam tradisi keislaman.
“Merawat tradisi bukan berarti menolak inovasi. Kita menjaga yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik. Itulah nilai yang terus dirawat PKB,” ujarnya.
Nilai Islam, lanjut Khozin, diharapkan dapat tetap menjadi dasar etik dalam pengelolaan kehidupan publik. Hal itu mencakup sektor pendidikan, lingkungan, kebudayaan, dan teknologi. Dengan pijakan tersebut, modernisasi diharapkan tetap memiliki arah moral, sementara tradisi tetap terbuka bagi perkembangan.
Ia juga menilai keberpihakan kepada pesantren perlu diwujudkan melalui langkah yang nyata, termasuk kebijakan dan anggaran. PKB Award disebut sebagai salah satu upaya menjaga hubungan dengan ekosistem pesantren sekaligus mengajak santri terus mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.
“Kecintaan kepada pesantren harus dibuktikan dengan kebijakan, anggaran, dan keberpihakan nyata. PKB Award adalah salah satu cara merawat kedekatan itu sekaligus mendorong santri dan pesantren terus berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.
Penyerahan Hadiah Berlangsung dalam Dua Tahap
Penyerahan hadiah PKB Award 2026 dijadwalkan dalam dua waktu. Sebagian penghargaan akan diberikan pada puncak peringatan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2026, di Pondok Pesantren Az-Zahra. Ustadz Abdul Somad (UAS) dijadwalkan hadir dalam acara tersebut.
Sisa hadiah akan diserahkan pada 10 November 2026, bertepatan dengan Hari Pahlawan. Panitia menyebut kegiatan puncak tidak dirancang sebagai acara hiburan besar dan tidak mengundang Presiden Prabowo Subianto.
“Ya ini hanya kita bersilaturahim ke Pesantren Az-Zahrah yang akan dipimpin langsung oleh Ketua Umum, ya nanti mungkin doa bersama, selawat bersama, nanti seperti itu. Jadi tidak ada gebyar-gebyar atau kegiatan-kegiatan inter yang terlalu entertaining, itu tidak. Jadi lebih kepada sederhana dan hikmah kegiatannya nanti yang akan dilaksanakan pada hari Puncak Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2026,” ujar Khozin.
Dengan dua tahap penyerahan tersebut, PKB Award 2026 menjadi bagian dari peringatan Hari Santri yang menonjolkan silaturahmi, doa bersama, selawat, serta penghargaan terhadap karya dan kontribusi komunitas pesantren di berbagai bidang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is PKB Award 2026 Meriahkan Hari Santri?
PKB Award 2026 Meriahkan Hari Santri is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does PKB Award 2026 Meriahkan Hari Santri matter?
PKB Award 2026 Meriahkan Hari Santri matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.