Berita

Usut Dugaan Penipuan Aisar Khaled, Polisi Koordinasi ke Kedubes Malaysia

kabid-humas-polda-metro-jaya-kombes-budi-hermanto-1789725119839_169
Foto : Emily Thomas - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Penipuan Rp 5,7 Miliar yang Melibatkan Aisar Khaled
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Penipuan Rp 5,7 Miliar yang Melibatkan Aisar Khaled

Ceritaberkat.com – Polda Metro Jaya melanjutkan penanganan perkara dugaan penipuan senilai Rp 5,7 miliar yang dilaporkan terhadap influencer asal Malaysia, Aisar Khaled. Dalam prosesnya, kepolisian membuka kemungkinan koordinasi dengan Kedutaan Besar Malaysia karena pihak yang dilaporkan merupakan warga negara asing.

Koordinasi lintas lembaga tersebut menjadi bagian dari prosedur penyidikan apabila sebuah perkara pidana berkaitan dengan warga negara dari negara lain. Penyidik masih berada pada tahap pengumpulan informasi awal, termasuk meminta keterangan dari pelapor dan menelaah dokumen yang berkaitan dengan klaim kerugian.

“Ya pastinya, terkait tentang adanya terlapor ataupun orang yang dilaporkan warga negara asing, pasti dari penyidik akan berkoordinasi dengan Hubinter, dengan kedutaan dari wilayah negara yang bersangkutan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Jumat (18/9/2026).

Budi menjelaskan bahwa laporan tersebut belum berhenti pada satu pemeriksaan. Penanganannya dilakukan secara bertahap, dengan perhatian awal diberikan kepada pemeriksaan pelapor sebagai pihak utama yang mengadukan perkara.

“Ini masih dilakukan pemeriksaan karena laporan polisi ini masih ditangani secara bertahap untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelapor yang utama,” lanjut dia.

Dokumen Kerugian Masih Dianalisis

Selain mengumpulkan keterangan, penyidik juga sedang memeriksa kelengkapan serta keabsahan dokumen yang diajukan terkait dugaan kerugian Rp 5,7 miliar. Tahap ini penting untuk memastikan dokumen tersebut dapat digunakan sebagai bahan pendalaman dalam perkara.

Dalam perkara dugaan penipuan, penyidik tidak hanya menilai adanya nilai kerugian, tetapi juga perlu mengurai peristiwa yang dilaporkan, hubungan para pihak, komunikasi yang terjadi, serta dokumen yang mendukung keterangan masing-masing. Karena itu, proses pemeriksaan dapat melibatkan lebih dari satu saksi sebelum kepolisian mengambil langkah berikutnya.

Polda Metro Jaya juga menyiapkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain yang dinilai relevan. Setelah rangkaian keterangan dan bukti awal terkumpul, kepolisian dapat melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah penanganan perlu dinaikkan dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.

Penyelidikan pada dasarnya digunakan untuk mencari kepastian apakah terdapat dugaan tindak pidana. Apabila unsur-unsur pidana telah ditemukan melalui pemeriksaan dan bukti yang tersedia, perkara dapat masuk ke tahap penyidikan. Pada fase itulah tindakan hukum yang lebih lanjut dapat dilakukan sesuai kebutuhan perkara.

“Sidik (penyidikan) ataupun bisa menetapkan seseorang dalam perkara pidana ini setelah terpenuhi beberapa unsur. Sehingga pada saat sudah menetapkan tersangka dari perkara ini, pasti penyidik sebelumnya sudah akan berkoordinasi dengan pihak kedutaan,” bebernya.

Pemanggilan Aisar Dijadwalkan sebagai Pemeriksaan Saksi

Sebelumnya, laporan terkait dugaan penipuan tersebut telah diterima oleh Polda Metro Jaya. Kepolisian menyatakan akan menyusun administrasi penyelidikan lebih dahulu sebelum melaksanakan agenda pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diperlukan.

AKBP Onkoseno, Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, menyampaikan bahwa pemeriksaan saksi menjadi salah satu agenda yang akan dijalankan penyidik. Aisar Khaled termasuk pihak yang direncanakan untuk dipanggil dalam rangka proses klarifikasi tersebut.

“Laporan itu sudah diterima di polda. Tentunya nanti dari tim penyelidiknya menyusun dulu administrasi penyelidikan. Kemudian nanti juga akan ada pemeriksaan ke sejumlah saksi yang diajukan,” ujar Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Onkoseno kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (15/9).

Pemanggilan yang direncanakan itu disebut sebagai bagian dari agenda pemeriksaan saksi. Jadwalnya akan ditentukan oleh penyidik setelah administrasi dan kebutuhan pemeriksaan dipersiapkan.

“Ya, tentunya itu tadi agenda-agenda pemeriksaan ke saksi-saksi tentunya ada, nanti akan dijadwalkan oleh penyidik,” ungkapnya.

Koordinasi Kedutaan Tidak Menentukan Status Hukum

Koordinasi dengan kedutaan merupakan langkah administratif dan komunikasi yang relevan ketika proses hukum menyangkut warga negara asing. Langkah tersebut tidak otomatis berarti seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka maupun menunjukkan kesimpulan atas pokok perkara.

Status hukum dalam perkara ini masih bergantung pada hasil pemeriksaan pelapor, saksi, dokumen, dan gelar perkara. Kepolisian perlu memastikan seluruh unsur yang diperlukan terpenuhi sebelum menaikkan status penanganan atau mengambil keputusan terkait pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.

Dengan demikian, pemeriksaan terhadap Aisar Khaled dan pihak lain yang terkait akan menjadi bagian dari proses pendalaman fakta. Perkara dugaan penipuan senilai Rp 5,7 miliar tersebut masih ditangani Polda Metro Jaya secara bertahap.

Frequently Asked Questions

What is Usut Dugaan Penipuan Aisar Khaled Polisi?

Usut Dugaan Penipuan Aisar Khaled Polisi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Usut Dugaan Penipuan Aisar Khaled Polisi matter?

Usut Dugaan Penipuan Aisar Khaled Polisi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.