Berita

Bareskrim Lepas Police Line dan CCTV di B Fashion ‘Sarang’ Narkoba

penyidik-dittipidnarkoba-bareskrim-polri-melepas-police-line-dan-cctv-pengawasan-di-b-fashion-hotel-jakarta-barat-1788745562701_169
Foto : Nancy Williams - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Surveilans Ditarik: Bareskrim Bongkar Police Line dan Kamera CCTV di Hotel B Fashion
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Surveilans Ditarik: Bareskrim Bongkar Police Line dan Kamera CCTV di Hotel B Fashion

Ceritaberkat.com – Hotel B Fashion di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, resmi ditinggalkan dari jangkauan pengawasan elektronik oleh aparat penegak hukum. Pada Minggu, 6 September 2026, tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mencabut seluruh perangkat police line beserta kamera CCTV yang sebelumnya dipasang untuk memantau titik-titik strategis di dalam gedung tersebut. Langkah ini menandai berakhirnya fase pemantauan aktif terhadap lokasi yang pernah menjadi pusat peredaran gelap narkotika.

Proses pencabutan melibatkan empat penyidik dari Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Mereka bekerja di bawah koordinasi Kombes Handik Zusen, Kasubdit IV Dittipidnarkoba. Saksi dari pihak hotel turut hadir, yakni seorang asisten manajer dan dua personel keamanan yang mengawasi jalannya kegiatan agar tidak ada perangkat yang tertinggal atau rusak.

Titik-titik yang Dibersihkan

Sebelum ditarik, police line menempati sepuluh lokasi yang dianggap berkaitan langsung dengan jalur distribusi narkoba di dalam hotel. Titik-titik tersebut mencakup ruang kasir resepsionis, area pintu masuk KTV di lantai LG, serta zona di depan kamar B02, B12, dan B15. Selain itu, perangkat juga terpasang di pintu utama Oppai Club, ruang server CCTV milik tim keamanan, area lantai 7, hingga brankas yang tersimpan di gudang Seven pada lantai 7.

Setiap titik police line tersebut dipasangi kamera CCTV pengawas yang mengarah langsung ke perangkat telepon. Total sepuluh unit kamera ikut dicabut bersamaan dengan police line. Kombes Handik menjelaskan bahwa pemasangan kamera bukan untuk mengawasi tamu atau operasional hotel, melainkan murni untuk memastikan police line berfungsi dan tidak diganggu pihak yang tidak berwenang.

“Bersamaan dengan pencabutan police line tersebut, penyidik juga mengambil atau mencabut CCTV di 10 titik yang mengarah ke police line. CCTV tersebut kami pasang dalam rangka pengawasan terhadap police line,” ujar Kombes Handik dalam keterangannya pada Senin, 7 September 2026.

Latar Belakang Operasi

Pencabutan ini merupakan kelanjutan dari operasi besar-besaran yang dilakukan tim gabungan pada Jumat, 8 Mei 2026. Operasi dipimpin langsung oleh Kombes Handik Zusen bersama Kombes Kevin Leleury selaku pimpinan Satgas NIC. Sasaran utama adalah membongkar jaringan peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang beroperasi di Hotel B Fashion dan area lantai 7 yang dikenal dengan nama The Seven.

The Seven sendiri merupakan sebutan internal untuk lantai 7 hotel yang menyediakan fasilitas karaoke bersifat privat. Area ini tidak dibuka untuk tamu umum, melainkan hanya melayani undangan khusus dan tamu VIP. Karakteristik tertutup inilah yang, menurut penyidik, dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menjalankan transaksi narkotika tanpa mudah terdeteksi.

Hasil operasi menghasilkan penangkapan 14 orang dan penetapan tiga nama ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Barang bukti yang ditemukan meliputi narkotika jenis ekstasi serta produk vape yang mengandung zat etomidate. Hotel yang menjadi lokasi operasi beralamat di Jalan Aranda Nomor 1, RT 01 RW 01, Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Pernyataan Pimpinan Dittipidnarkoba

Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, memberikan penjelasan mengenai modus operandi jaringan tersebut pada Sabtu, 14 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa distribusi narkoba dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh sejumlah oknum karyawan dan pengunjung yang membawa narkotika dari luar, bukan dari manajemen hotel.

“Peredaran narkotika jenis ekstasi dan vape mengandung etomidate di B Fashion Hotel dan The Seven dilakukan secara diam-diam oleh beberapa oknum karyawan dan pengunjung yang menyediakan narkotika di luar dari manajemen B Fashion Hotel dan The Seven, namun demikian pihak manajemen B Fashion Hotel mengetahui terjadinya peredaran gelap dan penggunaan narkoba di lokasi tersebut,” kata Brigjen Eko Hadi Santoso.

Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa pihak manajemen hotel, meskipun tidak secara langsung terlibat dalam distribusi, dianggap mengetahui adanya aktivitas gelap di area yang mereka kelola. Fakta tersebut menjadi pertimbangan penting dalam proses penyidikan lanjutan.

Daftar Tersangka dan Buronan

Keempat belas tersangka yang telah ditangkap memiliki peran berbeda-beda dalam jaringan. Berikut rincian nama dan fungsi masing-masing:

Mami Dania berperan sebagai penyedia narkoba sekaligus penghubung antara pengedar dan tamu di B Fashion Hotel. AFH, RB, DM, WL, dan ET tercatat sebagai pengunjung hotel yang terlibat. TRD alias Dervin merupakan karyawan MC B Fashion yang sekaligus bertindak sebagai pengedar di dalam hotel. Siti Dahlia alias Vonny juga berperan sebagai penyedia narkoba di lokasi. Canggi Dani Riyanto dan Esgianto alias Anto menjalankan fungsi kurir. Irwansyah alias Jeje menjadi penyedia sekaligus penghubung antara AFH dan Faisal. Faisal sendiri berperan sebagai penghubung antara Irwansyah dan Yudith Eric alias Paijo. Yudith Eric alias Paijo merupakan penyedia narkoba yang menjadi penghubung Faisal dengan SAM.

Tiga nama yang masih buron meliputi: Yance (kurir narkoba), Rais (penyedia narkoba di Kampung Bahari), dan Sam (penyedia narkoba di Lapas Kelas II Pekanbaru). Status DPO berarti ketiga orang tersebut masih dalam pengejaran aktif oleh aparat.

Implikasi Penarikan Perangkat

Pencabutan police line dan CCTV menandakan bahwa fase pengumpulan bukti elektronik di lokasi telah selesai. Penyidik kini berfokus pada proses hukum terhadap tersangka yang telah ditangkap serta pengejaran terhadap tiga buronan. Bagi publik, langkah ini juga menjadi penanda bahwa hotel kembali beroperasi tanpa kehadiran perangkat pengawasan aparat di area operasionalnya, meskipun proses hukum terhadap jaringan yang terbongkar masih berjalan.

Operasi di Hotel B Fashion menjadi salah satu contoh bagaimana aparat memanfaatkan teknologi komunikasi tersembunyi untuk memetakan jaringan narkotika yang beroperasi di fasilitas komersial. Keberhasilan membongkar jaringan yang melibatkan lebih dari dua belas orang dalam satu lokasi menunjukkan bahwa peredaran gelap di kawasan Jakarta Barat masih memerlukan pengawasan berlapis, baik dari aparat penegak hukum maupun dari manajemen fasilitas publik itu sendiri.

Frequently Asked Questions

What is Bareskrim Lepas Police Line dan CCTV?

Bareskrim Lepas Police Line dan CCTV is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bareskrim Lepas Police Line dan CCTV matter?

Bareskrim Lepas Police Line dan CCTV matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.