DPRD Jateng Dukung Collaborative Government dalam Pembangunan Daerah
Daftar Isi
Gubernur Jateng Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Lewat Forum Berlian dan Forum Senayan
Ceritaberkat.com – Model pemerintahan kolaboratif kembali menjadi sorotan di Jawa Tengah setelah Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dijalankan oleh satu institusi saja. Dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Senin (7/9/2026), Luthfi mengungkapkan bahwa sinergi antar-lembaga diwujudkan melalui pembentukan Forum Berlian, sebuah wadah yang menghimpun seluruh fraksi partai politik di DPRD Provinsi Jawa Tengah. Langkah ini dimaksudkan agar setiap kebijakan pembangunan mendapat masukan multipihak sejak tahap perumusan, bukan sekadar persetujuan formal di ruang sidang.
Menurut Luthfi, mekanisme tersebut belum berhenti di tingkat dewan daerah. Ia menambahkan bahwa Pemprov Jateng juga membentuk apa yang disebut “Forum Senayan,” yakni forum yang secara aktif melibatkan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah agar mereka turut berkontribusi dalam perencanaan pembangunan di tingkat nasional yang berdampak langsung ke daerah. Selain itu, para menteri yang berasal dari Jawa Tengah turut diajak masuk dalam lingkaran koordinasi kebijakan.
“Tidak cukup itu, kita juga buat ‘Forum Senayan,’ kita tarik anggota DPR dari dapil Jateng untuk berkontribusi membangun daerah. Juga menteri-menteri asal Jateng juga kami gandeng.”
Konteks Pelantikan DPD Golkar Jateng 2025–2030
Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah periode 2025–2030. Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, pada Sabtu (5/9). Kehadiran pejabat tinggi negara dalam acara partai politik ini mencerminkan bagaimana batas antara ruang politik dan ruang pemerintahan di Jawa Tengah semakin menipis dalam praktik kolaborasi kebijakan.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Sumanto hadir bersama dua wakilnya, Sarif Abdillah dan Heri Pudyatmoko. Sejumlah menteri juga tampak di lokasi, antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Kependudukan Wihaji, serta Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Jajaran kepala daerah dan perwakilan partai politik se-Jawa Tengah turut memadati ruangan.
Pandangan Ketua DPD Golkar Jateng soal Kinerja Eksekutif
Muhammad Saleh, yang merangkap Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah sekaligus Wakil Ketua DPRD Provinsi, menilai kepemimpinan Luthfi menunjukkan konsistensi dalam mengedepankan prinsip kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut pola pendekatan tersebut mampu merangkul berbagai pemangku kepentingan tanpa memandang latar belakang kelompok maupun afiliasi partai.
“Gubernur Ahmad Luthfi ini capaian kinerjanya luar biasa. Growth ekonomi sudah di atas nasional, kemiskinan turun, dan pengangguran juga turun. Secara kinerja, Pak Luthfi ini luar biasa.”
Pernyataan Saleh menggarisbawahi klaim bahwa indikator makroekonomi Jawa Tengah—pertumbuhan, rasio kemiskinan, dan tingkat pengangguran—telah melampaui rata-rata nasional. Dalam konteks kebijakan kolaboratif, klaim semacam ini menjadi argumen utama bagi pemerintah daerah untuk memperluas ruang koordinasi dengan parlemen dan kementerian, bukan sekadar sebagai formalitas konstitusional.
Pesan Kebersamaan dari Menteri ESDM
Usai prosesi pengukuhan pengurus DPD Golkar Jateng, Bahlil Lahadalia yang juga menjabat Ketua DPP Partai Golkar menyampaikan pesan tentang pentingnya kebersamaan antarpartai politik. Ia menekankan bahwa meskipun Indonesia memiliki puluhan partai, tujuan akhirnya tetap satu: kesejahteraan rakyat.
“Terima kasih (ketua parpol-parpol) sudah datang kesini. Sudahlah, biarpun kita ‘warna warni’ tapi hati kita tetap merah putih. Biar warna warni tapi tujuan kita juga satu, untuk kesejahteraan rakyat.”
Bahlil juga menegaskan komitmen Kementerian ESDM dalam mempercepat pemerataan akses energi. Target strategis yang ditetapkan adalah mengalirkan listrik ke seluruh dusun dan desa di Indonesia paling lambat tahun 2030. Bagi Jawa Tengah yang memiliki ribuan desa di kawasan pegunungan dan pesisir, target tersebut membawa implikasi langsung terhadap konektivitas ekonomi pedesaan, akses pendidikan digital, dan daya tarik investasi di sektor pertanian serta perikanan.
“Kita mendukung semua program pemerintah, seperti MBG, akan kita kawal karena itu untuk generasi kita.”
Gerakan Ganti Sepatu Jebol: Simbol Penutup
Acara ditutup dengan peluncuran program “Gerakan Ganti Sepatu Jebol” yang menyalurkan 44.444 pasang sepatu bagi siswa di Jawa Tengah. Inisiatif ini diluncurkan dengan pesan agar para pelajar mampu menapak dan menatap masa depan dengan lebih baik. Secara simbolik, langkah ini menjadi penutup yang mengaitkan narasi pembangunan infrastruktur energi, kolaborasi politik, dan investasi pada generasi muda dalam satu rangkaian acara.
Model kolaboratif yang digarap Pemprov Jateng ini menempatkan partai politik, lembaga legislatif, dan kementerian dalam satu ekosistem perencanaan. Keberhasilan pendekatan tersebut akan diuji bukan hanya oleh retorika di ruang pelantikan, melainkan oleh kemampuan nyata dalam menerjemahkan koordinasi menjadi program konkret yang menyentuh lapisan masyarakat paling bawah—mulai dari akses listrik di dusun terpencil hingga kebutuhan dasar siswa di sekolah-sekolah pedesaan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is DPRD Jateng Dukung Collaborative Government?
DPRD Jateng Dukung Collaborative Government is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does DPRD Jateng Dukung Collaborative Government matter?
DPRD Jateng Dukung Collaborative Government matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.