Manuver Trump Calonkan Bos FIFA Infantino Jadi Sekjen PBB
Table of Contents
Trump Usulkan Gianni Infantino sebagai Sekretaris Jenderal PBB Berikutnya
Ceritaberkat.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah melakukan langkah strategis baru. Kali ini, ia dikabarkan menginginkan Gianni Infantino, sang pemimpin Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), untuk menggantikan posisi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Keputusan ini muncul setelah Trump menilai bahwa bos sepak bola dunia tersebut memiliki kualitas unik yang dibutuhkan untuk memimpin organisasi global tersebut.
Menurut berbagai sumber terpercaya, alasan utama di balik nominasi ini adalah kepercayaan Trump terhadap kemampuan Infantino dalam merangkul berbagai pihak. Sang presiden AS yakin bahwa pemimpin FIFA ini memiliki “kemampuan istimewa untuk menyatukan orang-orang” dari berbagai latar belakang dan kepentingan.
Konteks Hubungan Trump dan Infantino
Hubungan antara Trump dan Infantino semakin hangat belakangan ini. Keduanya menjadi sorotan publik setelah adanya penundaan sanksi terhadap pemain sepak bola Amerika Serikat dalam konteks Piala Dunia 2026. Trump dilaporkan secara langsung menghubungi Infantino untuk membahas kartu merah yang diterima oleh Folarin Balogun selama pertandingan penyisihan ketika timnas AS menghadapi Bosnia.
Dalam laga babak 32 besar yang berlangsung pada hari Rabu, AS berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0. Namun, momen tersebut diwarnai oleh insiden di mana Balogun secara tidak sengaja menginjak kaki bek Bosnia, Tarik Muharemovic. Akibatnya, wasit memberikan kartu merah langsung kepada pemain tersebut. Sesuai dengan regulasi FIFA, kartu merah otomatis mengakibatkan pemain dilarang bermain selama satu pertandingan.
Sanksi ini tidak bisa diajukan banding oleh tim. Artinya, Balogun seharusnya tidak bisa tampil dalam pertandingan babak 16 besar melawan Belgia yang dijadwalkan pada hari Senin. Namun, Trump merasa tidak puas dengan penerapan aturan tersebut. Ia kemudian menghubungi Infantino dan meminta tinjauan ulang atas keputusan yang telah diambil.
“Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar, dan membalikkan ketidakadilan besar!”
Ungkapan tersebut ditulis oleh Trump di platform Truth Social miliknya. Pada hari Minggu, FIFA mengambil langkah tidak biasa dengan menangguhkan larangan tersebut selama satu tahun penuh. Asosiasi sepak bola Belgia menyatakan bahwa mereka “terkejut” dengan keputusan yang diambil oleh FIFA. Kepuasan Trump terlihat jelas dari responsnya terhadap keputusan tersebut.
Proses Nominasi ke Jabatan PBB
Kini, Trump semakin serius dalam menggadang-gadang Infantino sebagai Sekretaris Jenderal PBB. Keinginan ini pertama kali diungkap oleh media Amerika Serikat, New York Post, dengan mengutip sumber yang dekat dengan sang presiden. Menurut sumber tersebut, Trump meyakini bahwa Infantino “dihormati oleh semua orang di seluruh dunia”.
Infantino yang saat ini berusia 56 tahun telah memimpin FIFA sejak tahun 2016. Selama pergelaran Piala Dunia tahun ini, ia telah menjalin hubungan erat dengan Trump. Pria kelahiran Swiss ini dikenal sering berupaya mendekati Presiden AS, termasuk dengan memberikan FIFA Peace Prize kepada Trump pada Desember tahun lalu. Penghargaan tersebut merupakan yang pertama kalinya diberikan oleh FIFA.
Belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih terkait laporan nominasi ini. Informasi ini muncul tepat ketika Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB saat ini, akan mengakhiri masa jabatannya pada Desember 2026. Guterres telah menjabat selama dua periode penuh.
Pengganti Guterres nantinya akan memimpin PBB selama lima tahun, dimulai dari 1 Januari 2027. Berdasarkan Pasal 97 Piagam PBB, seorang Sekretaris Jenderal diangkat oleh Majelis Umum atas rekomendasi Dewan Keamanan. Untuk menempati jabatan tersebut, Infantino harus memperoleh dukungan dari 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB. Salah satu dari lima anggota tetap memiliki hak veto yang dapat menghalangi nominasi.
Kritik Trump terhadap Peran PBB
Trump telah berulang kali mengkritik apa yang ia anggap sebagai kegagalan PBB dalam memainkan peran yang lebih aktif untuk menyelesaikan konflik-konflik global utama. Tahun lalu, ia membentuk Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Langkah ini memicu spekulasi bahwa Trump sedang menciptakan alternatif bagi PBB saat pemerintahannya mengupayakan perjanjian damai, termasuk antara Israel dan kelompok Hamas yang bermarkas di Jalur Gaza.
Trump telah membantah spekulasi semacam itu. Sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu, ia telah memangkas secara drastis pendanaan AS untuk PBB dan menarik Washington keluar dari sejumlah organisasi yang berafiliasi dengan PBB, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Nominasi Infantino ini bisa menjadi bagian dari strategi Trump untuk mereformasi atau memperkuat posisi Amerika Serikat dalam tatanan global.
