Wanita Ini Coba Selundupkan Sabu ke Rutan Salemba, Diumpetin di Pakaian Dalam

Penyelundupan Sabu di Rutan Salemba: Pengunjung Berinisial FMS Tertangkap Menggunakan Trik Pakaian Dalam

Ceritaberkat.com – Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Pusat atau yang lebih dikenal dengan nama Rutan Salemba kembali mencatatkan keberhasilan dalam mencegah masuknya barang terlarang ke dalam lingkungan pemasyarakatan. Kali ini, seorang pengunjung wanita dengan inisial FMS berhasil tertangkap tangan saat berusaha menyelundupkan klip plastik yang diduga berisi narkotika jenis sabu-sabu. Berat barang bukti tersebut mencapai 9,85 gram dan disembunyikan dengan cerdik di balik pakaian dalam milik pengunjung tersebut.

Momen Penemuan yang Berkat Ketelitian Petugas

Peristiwa penemuan ini terjadi pada hari Rabu, tanggal 22 Juli 2026, tepatnya pada pukul 14.30 WIB. Saat itu, petugas Rutan Salemba sedang melaksanakan proses pemeriksaan rutin terhadap para pengunjung yang akan masuk ke dalam area tahanan. Berkat kewaspadaan dan ketelitian yang tinggi, petugas berhasil menemukan dua klip plastik bening yang tersembunyi di dalam pakaian dalam sebelah kiri milik FMS.

Berkat ketelitian dan kewaspadaan petugas dalam melaksanakan pemeriksaan, ditemukan dua plastik klip bening yang diduga berisi narkotika jenis sabu seberat 9,85 gram yang disembunyikan di dalam pakaian dalam sebelah kiri milik pengunjung, kata Plh Kepala Rutan Salemba, Gusti Akhmad Ridho dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).

Kunjungan Rutin yang Berakhir dengan Penemuan Mengejutkan

Menurut keterangan yang diperoleh, FMS datang ke Rutan Salemba dengan membawa serta anaknya yang berusia 4 tahun. Tujuan utama kunjungannya adalah untuk menjenguk suaminya yang merupakan warga binaan dengan inisial GH. Namun, niat baik kunjungan tersebut ternyata disusupi oleh upaya penyelundupan barang terlarang yang dilakukan dengan penuh perhitungan.

Metode penyembunyian yang digunakan FMS terbilang cukup kreatif. Dengan menempatkan klip plastik berisi sabu di balik pakaian dalam sebelah kiri, ia berharap barang tersebut tidak terdeteksi selama proses pemeriksaan. Sayangnya, strategi ini tidak berhasil karena petugas Rutan Salemba memiliki prosedur pemeriksaan yang ketat dan menyeluruh.

Komitmen Rutan Salemba terhadap Program Zero HALINAR

Keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari komitmen kuat Rutan Kelas I Jakarta Pusat dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari peredaran narkoba. Hal ini sejalan dengan implementasi program Zero HALINAR yang mencakup tiga aspek utama, yaitu Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba.

Keberhasilan pengungkapan ini merupakan bukti nyata komitmen Rutan Kelas I Jakarta Pusat dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari peredaran narkoba serta mendukung implementasi program Zero HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) di lingkungan pemasyarakatan, ujarnya.

Tindakan Lanjutan dan Penguatan Pengawasan

Setelah penemuan dilakukan, petugas segera mengamankan FMS beserta barang bukti yang diduga berisi sabu tersebut. Seluruh barang bukti akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Proses ini penting untuk memastikan bahwa barang yang ditemukan benar-benar merupakan narkotika jenis sabu dan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Rutan Salemba menegaskan bahwa mereka akan terus meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan pada setiap layanan yang tersedia, khususnya layanan kunjungan. Langkah ini diambil guna mencegah segala bentuk upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam Rutan. Dengan adanya kasus ini, diharapkan petugas dan pengunjung dapat lebih waspada terhadap berbagai metode penyelundupan yang mungkin digunakan.

Kasus ini juga menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa lingkungan pemasyarakatan bukan hanya tempat penahanan, tetapi juga ruang yang harus dijaga kebersihannya dari berbagai bentuk pelanggaran. Setiap upaya penyelundupan, sekecil apapun, harus ditindaklanjuti dengan tegas agar tidak menjadi celah bagi peredaran narkoba di dalam Rutan.