Iran Sebut 1 Kapal Meledak saat Melintas di Selat Hormuz, 2 Lagi Berbalik Arah

Iran Sebut 1 Kapal Meledak di Selat Hormuz, Dua Kapal Mundur

Ceritaberkat.com – Iran Sebut 1 Kapal Meledak saat melintas di Selat Hormuz, menurut klaim resmi Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Peristiwa ini terjadi ketika tiga kapal tanker minyak berusaha melewati jalur pelayaran strategis tersebut. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas, dengan kedua negara saling berebut pengaruh untuk menguasai Selat Hormuz. Berdasarkan pernyataan resmi yang dikutip media pemerintah Iran, ketiga kapal tanker tersebut digoda oleh tentara Amerika yang sebelumnya membunuh anak-anak, lalu mencoba melewati rute yang telah dipasangi ranjau di bagian selatan Selat Hormuz.

Laporan dari AFP dan Aljazeera pada Kamis, 23 Juli 2026, mengonfirmasi bahwa IRGC menyatakan salah satu kapal tanker mengalami kebakaran setelah meledak di perairan lepas pantai Oman. Dua kapal lainnya dengan cepat berbalik arah segera setelah ledakan terjadi. Pernyataan resmi IRGC menyebutkan bahwa setelah salah satu kapal meledak dan terbakar, dua kapal lainnya dengan sigap kembali ke arah semula. Iran Sebut 1 Kapal Meledak menjadi headline utama dalam pemberitaan internasional mengenai insiden ini.

Perlu dicatat bahwa pernyataan IRGC tidak secara spesifik menyebutkan kapan persisnya insiden tersebut terjadi. Iran terus menegaskan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendalinya. IRGC juga memberikan ancaman kepada kapal-kapal yang mencoba melintas tanpa berkoordinasi terlebih dahulu. Angkatan Laut IRGC yang kuat menekankan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali mereka, dan kapal mana pun yang tertipu oleh Amerika Serikat serta bermaksud untuk melewatinya tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran akan mengalami nasib yang sama.

Insiden Tambahan di Laut Merah

Dalam perkembangan terpisah, Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris melaporkan bahwa sebuah kapal menjadi sasaran di titik 70 mil laut dari pantai Saudi. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran di dalam kapal, namun hingga saat ini belum diketahui apakah ada korban jiwa di antara awak kapal. Sementara itu, kelompok Houthi mengklaim telah melakukan operasi besar terhadap dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah. Kedua kapal tersebut bernama Encelia dan Layla.

Kelompok Houthi menjelaskan bahwa mereka menyerang kedua kapal tanker tersebut dengan sejumlah rudal jelajah, rudal balistik, dan drone secara bersamaan. Serangan ini menyebabkan bola api besar di atas kapal-kapal tersebut dan tentu saja kehancuran yang signifikan. Kelompok Houthi menggambarkan serangan itu sebagai bagian dari kampanye balas dendam terhadap Arab Saudi. Mereka menyebutnya sebagai pengepungan untuk pengepungan, dengan alasan bahwa sudah 12 tahun Arab Saudi mengepung rakyat Yaman, dan sekarang saatnya bagi Yaman dan Houthi untuk membalasnya.

Peristiwa ini menyebabkan gangguan besar pada jalur pasokan energi global. Perlu dicatat bahwa lokasi ini bukan di Selat Hormuz, tetapi di Selat Bab al-Mandab, yang merupakan jalur utama lainnya untuk pasokan energi global. Dalam beberapa minggu terakhir, Iran telah menyerang kapal tanker yang menggunakan rute di sepanjang pantai Oman untuk melintasi selat tersebut, dalam upaya untuk memaksa kapal-kapal tersebut menggunakan perairan Iran sendiri dan membayar untuk jalur aman.

Tiga kapal tanker minyak, yang diprovokasi dan digoda oleh tentara Amerika yang membunuh anak-anak, mencoba melewati rute yang dipasangi ranjau di selatan Selat Hormuz.

Angkatan Laut IRGC yang kuat menekankan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali kami… dan kapal mana pun yang tertipu oleh AS dan bermaksud untuk melewatinya tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran akan mengalami nasib yang sama.