Rusdi Kirana Pastikan PKB Tempatkan Rakyat Sebagai Pusat Pembangunan
Table of Contents
PKB dan Komitmen Ekonomi Konstitusi: Rakyat sebagai Fokus Utama Pembangunan
Ceritaberkat.com – Partai Kebangkitan Bangsa melalui sosok Rusdi Kirana, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI serta Wakil Ketua Umum DPP PKB, menegaskan kembali posisi partai dalam mendukung kebijakan ekonomi yang selaras dengan konstitusi negara. Komitmen tersebut mencakup penempatan rakyat sebagai pusat dari seluruh proses pembangunan nasional. Pernyataan ini disampaikan secara resmi dalam rangkaian acara peringatan Hari Lahir PKB yang ke-28, yang diselenggarakan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada hari Senin, 20 Juli 2026.
Acara yang bertajuk Gelaran Ekonomi Rakyat dan Diskusi Publik dengan judul ‘Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi’ ini menjadi momentum penting bagi partai untuk menunjukkan relevansinya dalam konteks ekonomi nasional. Tema yang diangkat bukan sekadar wacana politik belaka, melainkan merupakan wujud nyata dari komitmen PKB dalam menjaga arah kebijakan ekonomi Indonesia agar tetap berlandaskan pada nilai-nilai konstitusional.
Rusdi Kirana: Konstitusi sebagai Fondasi Ekonomi Nasional
Dalam sambutannya, Rusdi Kirana menekankan bahwa tema yang dipilih harus lebih dari sekadar narasi politik atau slogan kampanye biasa. Menurutnya, ini merupakan komitmen serius untuk mengembalikan arah ekonomi nasional agar tetap berpijak pada konstitusi, menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.
“Saya berharap tema ini bukan hanya menjadi narasi politik atau slogan kampanye. Ini adalah komitmen untuk mengembalikan arah ekonomi nasional agar tetap berpijak pada konstitusi, menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945, dan PKB hadir sebagai penopang arah kebijakan ekonomi itu,” kata Rusdi.
Pernyataan Rusdi ini menunjukkan bahwa PKB tidak hanya berperan sebagai partai politik biasa, melainkan juga sebagai penopang utama dalam mengarahkan kebijakan ekonomi nasional sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam konstitusi negara.
Gus Muhaimin: Orientasi Baru Ekonomi Prabowo
Sementara itu, Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Muhaimin, yang juga membuka acara tersebut, memberikan perspektif berbeda mengenai orientasi ekonomi yang sedang dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut Gus Muhaimin, orientasi baru ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto merupakan pilihan yang tepat sebagai hasil pembelajaran dari perjalanan ekonomi Indonesia selama 25 tahun terakhir.
Menurutnya, gagasan tersebut bukanlah konsep baru karena telah lama menjadi visi Presiden Prabowo sebagaimana tertuang dalam berbagai tulisan, buku, maupun pemikiran yang disampaikannya jauh sebelum menjabat sebagai presiden. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi yang sedang dijalankan bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil dari pemikiran yang telah matang selama bertahun-tahun.
“Apakah ini bisa disebut sosialisme baru atau ekonomi konstitusi, tentu akan didalami oleh para narasumber. Yang jelas, PKB bergabung bersama Pak Prabowo dengan semangat yang sama, yakni menghadirkan arah baru pembangunan ekonomi agar pengalaman 25 tahun terakhir menjadi pelajaran menuju kebijakan yang lebih tepat,” ujar Gus Muhaimin.
Tantangan Implementasi di Lapangan
Meskipun konsep ekonomi konstitusi telah lama menjadi visi, Gus Muhaimin menilai bahwa tantangan terbesar saat ini bukan berada pada konsep kebijakan, melainkan pada pelaksanaannya di lapangan. Menurutnya, yang belum benar adalah implementasinya. Problem utama kita ada di pelaksanaan. Karena itu saya meminta diskusi ini direkam dan dirangkum dengan baik, sebab aspek teknokrasi dan implementasinya justru ada dalam forum ini.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun konsep telah ada, tantangan sebenarnya terletak pada bagaimana konsep tersebut diimplementasikan secara efektif di tingkat lapangan. Hal ini memerlukan perhatian khusus dari para teknokrat dan praktisi ekonomi yang terlibat dalam proses implementasi kebijakan.
Dengan demikian, PKB melalui Rusdi Kirana dan Gus Muhaimin telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung arah baru pembangunan ekonomi Indonesia. Komitmen ini tidak hanya berupa pernyataan politik, melainkan juga berupa tindakan nyata dalam mendukung implementasi kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat dan sesuai dengan konstitusi negara.
