SMAN 3 Merauke Wakili Papua Selatan di LLC 4 Pilar MPR Tingkat Nasional
Table of Contents
SMAN 3 Merauke Raih Juara LCC Empat Pilar MPR RI dan Melaju ke Tingkat Nasional
ceritaberkat.com – SMA Negeri 3 Merauke telah mencatatkan sejarah dengan meraih posisi pertama dalam kompetisi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan di tingkat Provinsi Papua Selatan untuk tahun 2026. Prestasi gemilang ini sekaligus membuka jalan bagi tim dari Merauke untuk mewakili wilayah Papua Selatan dalam putaran final yang akan berlangsung di tingkat nasional.
Acara penentuan juara tingkat provinsi tersebut digelar di Hotel Halogen yang berlokasi di kawasan Kelapa Lima, Merauke. Pada babak final, tiga institusi pendidikan menengah atas terbaik saling beradu kemampuan untuk merebut tiket menuju kompetisi nasional. Ketiga sekolah yang bersaing adalah SMA Negeri 1 Merauke, SMA Negeri 2 Merauke, dan SMA Negeri 3 Merauke.
Setelah melalui serangkaian pertandingan yang berlangsung sangat ketat, SMA Negeri 3 Merauke berhasil keluar sebagai juara dengan mengumpulkan total 85 poin. Di posisi kedua ditempati oleh SMA Negeri 1 Merauke dengan perolehan 80 poin, sementara SMA Negeri 2 Merauke meraih 75 poin.
Grup A dari SMA Negeri 2 Merauke dengan total poin 75, Grup B dari SMA Negeri 3 Merauke dengan total poin 85, dan Grup C dari SMA Negeri 1 Merauke dengan total poin 80. Dengan demikian, Grup B dari SMA Negeri 3 Merauke keluar sebagai pemenang pada babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Papua Selatan tahun 2026, dan berhak melanjutkan ke tingkat nasional, ujar salah satu dewan juri daerah yang juga merupakan Lektor Fakultas Hukum Universitas Musamus Merauke, Dr. Yuldiana Zesa Asis dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).
Pencapaian luar biasa ini tidak datang begitu saja. Tim SMA Negeri 3 Merauke telah menjalani proses persiapan intensif selama kurang lebih dua bulan sebelum akhirnya mengikuti kompetisi tersebut. Guru Pendidikan Pancasila sekaligus pembimbing tim, Agus Mulyono, menyampaikan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja keras para siswa.
Anak-anak sendiri sudah kami persiapkan sejak sekitar dua bulan yang lalu. Alhamdulillah, hari ini adalah puncak dari semua perjuangan anak-anak. Kami sebagai guru hanya bisa memberikan dukungan penuh, dibantu oleh Kepala Sekolah dan rekan-rekan guru lainnya, ujarnya.
Perjalanan tim dimulai dari tahap pendaftaran hingga seleksi ujian tertulis secara daring yang diorganisir oleh MPR RI. Setelah berhasil lolos ke tingkat provinsi, para siswa dituntut untuk dapat membagi waktu dengan baik antara kewajiban belajar di sekolah dan persiapan menghadapi perlombaan.
Menurut Agus Mulyono, tantangan dalam LCC Empat Pilar tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Peserta tidak lagi hanya diminta menghafal materi, tetapi juga harus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara mendalam.
Di sini soal-soalnya lebih banyak menanamkan tentang nilai-nilai. Jadi tidak hanya sekadar menghafal, tetapi juga memberikan dampak secara kognitif bahwa anak-anak memang harus berpikir kritis sebelum menjawab. Luar biasa, tuturnya.
Aisyah, sebagai Ketua Tim LCC SMA Negeri 3 Merauke, menyatakan bahwa kemenangan ini merupakan bentuk pembuktian setelah sebelumnya tim mereka harus puas dengan posisi kedua pada kompetisi tahun 2025.
Kami belajar dari penyesalan. Tahun ini tekad kami sudah bulat karena kami memang ingin mencapai prestasi tersebut. Perjuangan detailnya mungkin banyak sekali, banyak kegagalan yang harus kami lalui, serta banyak waktu dan jam istirahat yang kami korbankan. Sebagai contoh, tadi malam kami hanya tidur dua jam karena takut dan agak nervous, ungkapnya.
Selain fokus pada persiapan lomba, Aisyah juga harus membagi waktu dengan berbagai kegiatan sekolah seperti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Untuk menjaga semangat tim, para anggota membentuk grup internal dengan nama “Siap Nasional” sebagai bentuk motivasi.
Aisyah juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar tahun ini yang dinilai berjalan secara sportif. Ia menilai para dewan juri memberikan kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan masukan selama kompetisi berlangsung.
Mantap banget. Nilai sportifitasnya dijunjung tinggi. Juri-jurinya juga oke banget karena mau menerima masukan dan interupsi dari teman-teman peserta, termasuk dari saya juga tadi, katanya.
LCC Empat Pilar MPR RI tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi akademik, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai kebangsaan, hukum, dan konstitusi. Kegiatan ini dianggap sebagai salah satu bentuk pendidikan bela negara sejak dini, sekaligus memperkenalkan keberagaman Indonesia kepada para pelajar di Papua Selatan.
Sebab, selain anak-anak termotivasi dengan hadiah dan penghargaan, paling tidak lewat momen ini kita bisa menunjukkan bahwa Indonesia itu luas dan beragam. Aspek kebinekaan
