2 Korban KM Nurul Salsa Tenggelam Sempat Mengapung Pakai Gabus Bareng 3 Mayat
Table of Contents
Penumpang KM Nurul Salsa Bertahan Hidup di Laut Selama Empat Hari Bersama Tiga Jenazah
ceritaberkat.com – 2 Korban KM Nurul Salsa Tenggelam – Dua orang penumpang Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa telah berhasil selamat setelah menghabiskan waktu empat hari di tengah lautan luas. Asmal yang berusia 24 tahun dan Nurmiati berusia 46 tahun merupakan korban yang berhasil bertahan hidup dalam kondisi yang sangat menegangkan. Kapal mereka tenggelam di perairan Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, dan keduanya akhirnya ditemukan terdampar di wilayah Kabupaten Pangkep setelah melewati perjalanan yang panjang dan penuh perjuangan.
Kedua korban ini tidak sendirian dalam upaya bertahan hidup. Mereka mengapung di atas sepotong gabus besar yang juga menampung tiga mayat rekan-rekan mereka yang menjadi korban kapal tenggelam. Kondisi fisik dan mental mereka tentu sangat teruji selama beberapa hari di tengah laut tanpa bantuan apapun. Keduanya mengenakan jaket pelampung yang membantu mereka tetap mengapung di permukaan air.
Proses Penemuan dan Evakuasi
Ketika ditemukan, Asmal dan Nurmiati masih berada di atas gabus yang sama. Mereka kemudian dievakuasi menuju Pulau Matala’ang yang terletak di Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep. Proses evakuasi ini dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi kedua korban yang masih lemah setelah mengalami perjalanan panjang di laut.
Saat ditemukan, keduanya berada di atas sebuah gabus dengan mengenakan jaket pelampung dan selanjutnya dievakuasi ke Pulau Matala’ang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, kata Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan dalam keterangannya, dilansir detikSulsel, Minggu (19/7/2026).
Asal Usul Korban dan Kronologi Kejadian
Asmal dan Nurmiati merupakan warga Dusun Tangnga, Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kepulauan Selayar. Sebelum akhirnya ditemukan, keduanya bersama dengan tiga rekannya yang juga menjadi korban kapal tenggelam. Mereka awalnya berjumlah lima orang yang bertahan di atas gabus tersebut.
Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kedua korban, sebelumnya terdapat lima orang yang bertahan di atas gabus tersebut. Namun dalam perjalanan hanyut di lautan selama beberapa hari, tiga orang di antaranya meninggal dunia, ucapnya.
Dalam perjalanan hanyut yang berlangsung selama beberapa hari, tiga orang dari kelompok tersebut meninggal dunia. Kedua korban yang selamat mengaku bahwa mereka terpaksa melepaskan jenazah ketiga rekannya ke laut setelah sekitar dua malam. Alasan utama mereka melakukan hal tersebut adalah karena kondisi jenazah telah mulai membusuk. Hingga saat ini, identitas ketiga korban yang meninggal dunia masih belum dapat dipastikan sepenuhnya.
Kedua korban mengaku terpaksa melepaskan jenazah ketiga rekannya ke laut setelah sekitar dua malam karena kondisi jenazah telah membusuk. Hingga saat ini identitas ketiga korban tersebut masih belum dapat dipastikan, tambahnya.
Upaya Pencarian dan Penyelidikan Lanjutan
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan menyatakan bahwa pihaknya masih terus mendalami informasi mengenai tiga korban yang dilaporkan tersebut. Penyelidikan ini akan dilakukan lebih lanjut jika kondisi kedua korban lain sudah memungkinkan untuk dimintai keterangan lebih detail. Informasi yang diperoleh dari dua korban menjadi petunjuk penting untuk memaksimalkan pencarian korban lainnya yang mungkin masih hilang.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di laut, terutama bagi masyarakat pesisir yang sering melakukan perjalanan menggunakan kapal. KM Nurul Salsa merupakan salah satu kapal yang sering digunakan untuk transportasi antar pulau di wilayah Sulawesi Selatan. Kejadian tenggelamnya kapal ini telah menimbulkan duka bagi keluarga para korban, namun juga memberikan harapan baru dengan ditemukannya dua korban yang selamat.
Para ahli dan petugas terkait terus melakukan analisis terhadap kondisi laut dan cuaca pada saat kejadian untuk memahami penyebab tenggelamnya kapal. Faktor-faktor seperti gelombang tinggi, arus laut, dan kemungkinan kerusakan pada kapal menjadi poin-poin penting yang sedang diteliti. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti prosedur keselamatan saat melakukan perjalanan laut.
Kedua korban yang selamat kini sedang dalam masa pemulihan. Mereka mendapatkan perawatan medis dan dukungan psikologis untuk membantu mereka melewati trauma yang dialami selama empat hari di tengah laut. Keluarga dan kerabat mereka juga telah datang untuk memberikan dukungan dan kehangatan dalam masa sulit ini.
Peristiwa ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan laut dan penggunaan alat keselamatan yang memadai saat melakukan perjalanan menggunakan kapal. Pihak berwenang juga sedang merencanakan langkah-langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
