Dukung Swasembada, Gubernur Lampung-Pangdam XXI/Radin Inten Ikut Panen Raya

Kehadiran Gubernur dan Pangdam dalam Panen Raya Menunjukkan Sinergi TNI-Pemerintah Daerah

Dukung Swasembada Gubernur Lampung Pangdam XXI Radin – Upaya percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional mendapat dukungan kuat dari berbagai pihak, termasuk melalui kegiatan Panen Raya TNI Serentak yang diselenggarakan di Desa Rejo Basuki, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Dalam acara tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal hadir bersama Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi untuk turut serta dalam panen raya yang berlangsung pada hari Jumat, tanggal 17 Juli.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan. Panen raya yang digelar di Lampung merupakan bagian dari pelaksanaan serentak di 43 titik lokasi di seluruh Indonesia. Acara ini dipimpin secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang berada di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Skala Nasional Panen Raya TNI

Secara nasional, kegiatan panen raya mencakup berbagai komoditas pertanian yang didampingi oleh cabang-cabang TNI. Panen padi dilakukan di 31 lokasi dengan pendampingan TNI Angkatan Darat. Sementara itu, TNI Angkatan Laut bertanggung jawab atas panen kedelai di empat lokasi. Untuk panen tebu, TNI Angkatan Udara memberikan pendampingan di delapan lokasi. Seluruh kegiatan ini menjadi bagian dari upaya TNI dalam mendukung ketahanan pangan melalui pendampingan kepada sektor pertanian di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang digelar serentak di berbagai daerah. Menurutnya, ketahanan pangan bukan semata menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, melainkan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa. Prabowo juga menegaskan bahwa TNI dan Polri tidak hanya berperan menjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi berbagai persoalan, termasuk mendukung peningkatan produksi pangan.

“Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa,” ujar Prabowo dikutip dari siaran pers, Sabtu (18/7/2026).

Lebih lanjut, ia mengingatkan, pada 16 Mei 2026 pemerintah telah menggelar panen raya jagung bersama Polri. Sementara itu, Panen Raya TNI kali ini mencakup komoditas padi, kedelai, dan tebu.

“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” ujarnya.

Dampak Nyata Keterlibatan TNI dan Polri dalam Pertanian

Sementara itu, Rahmat Mirza menuturkan bahwasannya keterlibatan TNI dan Polri dalam sektor pertanian sejak pemerintahan Prabowo telah memperkuat pengawalan program kedaulatan pangan, mulai dari tahap produksi hingga pascapanen. Pendampingan tersebut turut memastikan distribusi pupuk berjalan baik, jadwal tanam lebih tepat, serta menjaga stabilitas harga hasil panen.

“Selama sekitar satu setengah tahun terakhir, TNI dan Polri mengawal berbagai komoditas. Tidak ada pupuk yang diselewengkan, harga panen tetap terjaga, dan jadwal tanam berjalan lebih tepat. TNI dan Polri memang tidak ikut menanam, tetapi mendampingi agar petani tidak berjalan sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Daerah (Pemda) juga terus mendorong perbaikan jaringan irigasi yang selama puluhan tahun menjadi persoalan. Masalah air sudah berlangsung puluhan tahun. Kami terus mendorong percepatan perbaikan irigasi yang selama ini belum terselesaikan. Mudah-mudahan upaya tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi petani, ujar Rahmat Mirza.

Kehadiran para pemimpin daerah dan militer dalam kegiatan panen raya ini menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dengan sinergi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat petani, Indonesia diharapkan dapat mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan dan tangguh terhadap berbagai tantangan di masa depan.