Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership
Table of Contents
Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership
Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat wilayah. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap kinerja Gubernur Ahmad Luthfi dalam menggerakkan berbagai sektor pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, penarikan investasi, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah atau yang dikenal dengan istilah UMKM. Dalam momen ini, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership yang menjadi bukti nyata keberhasilan program-program strategis yang telah dijalankan selama masa jabatannya.
Acara Penyerahan dan Apresiasi dari Solopos Media Group
Penyerahan penghargaan ini dilakukan dalam sebuah acara yang diselenggarakan pada hari Jumat, tanggal 17 Juli 2026, bertempat di The Alana Solo yang berlokasi di Kabupaten Karanganyar. Dalam kesempatan tersebut, CEO Solopos Media Group, Arif Budi Susilo, menyampaikan apresiasi secara langsung kepada Gubernur Jawa Tengah atas dedikasinya dalam membangun wilayah.
“Kami memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk kategori Impactful Regional Leadership. Gubernur Jateng punya konsep (pembangunan berkelanjutan) yang sangat kuat, tetapi tidak banyak terlihat,” ujar Arif Budi Susilo dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Salah satu bukti nyata dari konsep pembangunan yang diterapkan adalah percepatan pengembangan kawasan industri di sepanjang jalur Pantura. Hal ini dapat diamati ketika melintasi tol Trans Jawa, di mana Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi berhasil mempercepat pembangunan infrastruktur industri. Kawasan Industri Terpadu Batang atau KITB menjadi salah satu contoh yang paling terlihat di sekitar jalur tersebut.
Menurut Arif, konsistensi dan komitmen yang ditunjukkan oleh Ahmad Luthfi akan membawa Jawa Tengah tumbuh lebih pesat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini, angka pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah telah mencapai 5,89 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,61 persen. Angka ini menunjukkan adanya tren positif yang perlu dipertahankan.
“Mudah-mudahan ini konsisten sehingga impact-nya kepada masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja tercapai, dan kesejahteraan masyarakat pada akhirnya juga akan meningkat,” jelas Arif.
Penghargaan ini juga sejalan dengan tema SBBI Award ke-27 yang mengangkat konsep “Winning Value, Driving Impact”. Tema tersebut menekankan bahwa sebuah brand atau entitas tidak hanya cukup menghadirkan inovasi, tetapi juga harus mampu meraih kepercayaan publik melalui kerja nyata yang hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pujian yang diterima Ahmad Luthfi bukanlah sekadar formalitas. Sejak awal masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Tengah, ia konsisten menerapkan pendekatan collaborative government atau pemerintahan kolaboratif. Pendekatan ini melibatkan berbagai pihak mulai dari bupati dan wali kota, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, hingga media dalam membangun Jawa Tengah secara kolektif.
Ahmad Luthfi menegaskan bahwa membangun Jawa Tengah tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam setiap program yang digulirkan.
“Maka kita punya semangat collaborative government karena kita tidak bisa sendiri-sendiri,” katanya.
Dalam sektor ekonomi, Pemprov Jateng terus berupaya meningkatkan realisasi investasi. Gubernur Ahmad Luthfi telah meminta seluruh bupati dan wali kota untuk menyiapkan kawasan industri serta ekonomi khusus baru. Respons positif datang dari berbagai daerah, dengan 12 wilayah telah mengajukan proposal untuk kawasan industri atau ekonomi khusus baru.
Data investasi menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pada tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp110,64 triliun dengan penyerapan 418 ribu tenaga kerja. Sementara itu, pada triwulan pertama tahun 2026, angka investasi telah mencapai Rp23,02 triliun dengan 94 ribu tenaga kerja terserap. Angka kemiskinan juga mengalami penurunan menjadi 9,39 persen.
Pemprov Jateng juga tidak meninggalkan sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian. Berbagai upaya pendampingan dilakukan melalui akses pembiayaan, sertifikasi, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan pasar. Hingga triwulan I-2026, sebanyak 199.781 UMKM telah dibina, meningkat 1.001 unit dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penyerapan sekitar 1,38 juta tenaga kerja.
“UMKM kita itu ada 4,8 juta, kebanyakan usaha mikro dan kecil. Kita terus dorong agar mereka naik kelas menjadi usaha menengah atau besar,” jelasnya.
Keberhasilan yang diraih ini menjadi modal penting bagi Jawa Tengah untuk terus melangkah maju. Dengan fondasi yang kuat dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership sebagai simbol komitmen terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan untuk seluruh masyarakat Jawa Tengah.
