Istri Kenang Sosok Ojol Dibunuh Begal: Sayang Keluarga, Tak Pernah Marah
Table of Contents
Istri Mengenang Suami Ojol yang Tewas Dibegal: Pria Lembut yang Selalu Peduli pada Orang Sekitar
Istri Kenang Sosok Ojol Dibunuh Begal – Kisah duka menyelimuti keluarga Popi setelah sang suami, Agus Tedjo Prabowo, seorang pengemudi ojek online berusia 40 tahun, ditemukan tewas di kawasan Kosambi, Tangerang, Banten. Tragisnya, selain kehilangan nyawa, motor yang biasa digunakan untuk bekerja juga dicuri oleh pelaku. Popi kini harus menjalani hari-hari tanpa kehadiran sang suami yang selama ini menjadi tumpuan keluarganya.
Menurut Popi, suaminya merupakan pria yang sangat mengasihi keluarganya. Sifatnya yang lembut dan tidak pernah marah membuat hubungan mereka harmonis. Popi menceritakan bahwa setiap pagi dan malam, suaminya selalu memastikan semua anggota keluarga dalam keadaan baik sebelum memulai atau mengakhiri perjalanannya.
“Suamiku penyayang istri dan anak-anaknya, lemah lembut, nggak pernah marah,” kata Popi saat memberikan keterangan pada hari Jumat, 17 Juli 2026.
Popi juga menyebutkan bahwa suaminya dikenal baik oleh banyak orang, termasuk mereka yang tidak dikenalinya. Sikap perhatian Agus Tedjo tidak hanya terbatas pada keluarga inti, tetapi juga meluas kepada teman-teman dan bahkan orang asing yang membutuhkan bantuan. Hal ini membuat Popi semakin merasa kehilangan sosok yang begitu penuh kasih sayang.
“Perhatian dan peduli sesama keluarga, teman, bahkan yang nggak dia kenal pun dia peduli,” ucapnya dengan nada haru.
Pada malam kejadian, Agus Tedjo terpaksa beristirahat di base camp ojek di kawasan Kosambi. Kelelahan setelah bekerja seharian membuat dirinya tertidur lebih awal daripada biasanya. Popi menjelaskan bahwa seharusnya malam itu suaminya sudah pulang ke rumah, namun karena kondisi tubuhnya yang lelah, ia memilih untuk beristirahat terlebih dahulu.
Kabar duka datang dari rekan-rekan ojol suaminya. Mereka yang mengetahui kejadian tersebut segera menghubungi Popi untuk menyampaikan kabar bahwa suaminya telah meninggal dunia. Popi merasa dunia terasa runtuh saat menerima kabar tersebut. Ia tidak menyangka bahwa malam itu akan menjadi malam terakhir untuk suaminya.
“Harusnya malam itu jadwalnya pulang ke rumah, hanya saja dia capek, ketiduran,” ujarnya sambil menahan tangis.
Popi berharap agar pelaku yang telah merenggut nyawa suaminya dapat dihukum dengan seberat-beratnya. Ia meminta keadilan bagi almarhum yang telah menjadi sosok yang baik bagi banyak orang. Doa Popi sederhana namun penuh makna, ia ingin Tuhan memberikan hukuman yang setimpal bagi pelaku kejahatan tersebut.
“Ya Allah, hukumlah pelaku seberat-beratnya. Kami keluarga berharap keadilan untuk almarhum,” harapnya.
Pelaku Ditangkap dan Dijerat Pasal Berat
Polisi berhasil menetapkan Rahmat Dimas sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan dan pencurian motor driver ojol di Kosambi, Tangerang. Rahmat Dimas ditahan dan akan menghadapi proses hukum sesuai dengan pasal-pasal yang dijeratkan kepadanya. Polisi menyatakan bahwa tersangka telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana serta pencurian dengan kekerasan.
Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa persangkaan terhadap Rahmat Dimas mencakup beberapa pasal penting. Pasal-pasal tersebut berkaitan dengan pembunuhan berencana, pembunuhan biasa, serta pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
“Adapun persangkaan pasalnya adalah tindak pidana pembunuhan berencana dan atau pembunuhan dan atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan orang meninggal dunia,” kata Kombes Budi Hermanto pada hari Rabu, 15 Juli.
Lebih lanjut, Kombes Budi Hermanto menambahkan bahwa dasar hukum yang digunakan merujuk pada Pasal 459 dan/atau Pasal 458 serta Pasal 479 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pasal-pasal ini memberikan landasan hukum yang kuat untuk menjatuhkan hukuman bagi pelaku kejahatan.
Detail Kejadian Malam itu
Polisi mengungkap bahwa Rahmat Dimas sempat terlihat oleh ATP (Anggota Tugas Patroli) saat hendak mengambil kunci motor korban. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 12 Juli, sekitar pukul 03.50 WIB di kawasan Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang. Saat itu, korban sedang tertidur lelap di posko ojek online.
Pelaku yang melihat situasi tersebut kemudian mencoba mengambil kunci motor dari kantong korban. Namun, korban sempat terbangun dan memergoki aksi Rahmat Dimas. Dalam keadaan panik, Rahmat Dimas mengambil pisau yang dibawanya dan menusuk korban di bagian leher. Korban tidak sempat melawan karena kejutannya.
“Peristiwa bermula ketika korban sedang tertidur di posko ojek online. Pelaku yang melihat situasi tersebut langsung mengambil kunci motor di kantong korban,” tulis keterangan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya melalui akun Instagram-nya pada Rabu, 15 Juli.
Setelah melakukan aksinya, Rahmat Dimas langsung membawa kabur sepeda motor dan handphone milik korban. Polisi kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap tersangka. Kasus ini menjadi perhatian publik karena korban adalah seorang ayah dan suami yang disayangi banyak orang. Popi kini menunggu proses hukum berjalan untuk mendapatkan keadilan bagi suaminya.
