Istri Kenang Momen Suapan Terakhir Ojol Sebelum Dibunuh di Tangerang

Popi Mengenang Momen Berharga Bersama Suami yang Tewas Dibegal di Tangerang

Istri Kenang Momen Suapan Terakhir Ojol – Popi, istri dari pengemudi ojek online bernama Agus Tedjo Prabowo, masih menyimpan kenangan manis tentang momen terakhir suaminya memberinya makan. Tragisnya, momen suapan itu menjadi kenangan terakhir sebelum Tedjo, yang berusia 40 tahun, tewas dibunuh oleh sekelompok begal di kawasan Kosambi, Tangerang, Banten. Dalam unggahan di akun TikTok miliknya, Popi membagikan video dan foto-foto yang menggambarkan kehangatan hubungan mereka. Ia juga menyertakan cuplikan percakapan chat dengan sang suami yang mengirimkan uang hasil kerja kerasnya sebagai driver ojol.

“Suapan terakhir dari suamiku tercinta. Suamiku penyayang istri dan anak-anaknya, lemah lembut, nggak pernah marah,” kata Popi pada Jumat, 17 Juli 2026.

Dalam video yang diunggah tersebut, terlihat pasangan suami istri itu duduk lesehan di ruang keluarga. Tedjo menyuapi istrinya dengan perlahan dan penuh perhatian. Momen sederhana ini menjadi sangat berarti bagi Popi di tengah duka yang mendalam.

Kenangan Indah yang Tak Terlupakan

Unggahan Popi langsung menyentuh hati banyak warganet. Mereka menyampaikan doa dan keprihatinan mendalam kepada keluarga Tedjo dan Popi. Selain video suapan terakhir, Popi juga membagikan foto-foto lainnya yang menunjukkan betapa sayangnya Tedjo terhadap keluarganya. Popi menceritakan bahwa suaminya dikenal sebagai orang yang baik hati. Tedjo tidak hanya perhatian kepada keluarga dekat, tetapi juga kepada orang-orang yang tidak ia kenal.

“Perhatian dan peduli sesama keluarga, teman, bahkan yang nggak dia kenal pun dia peduli,” ucapnya.

Istri Kenang Momen Suapan Terakhir ini juga mengungkapkan bahwa suaminya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya, meskipun pekerjaan sebagai ojol online menuntut waktu dan tenaga yang besar.

Malam Kelam di Basecamp Ojol

Pada malam kejadian, Tedjo memutuskan untuk tidur di basecamp ojol di kawasan Kosambi. Kelelahan akibat bekerja seharian membuat ia beristirahat terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah. Sayangnya, nasib buruk menimpanya pada malam itu. Popi menerima kabar duka dari rekan-rekan ojol suaminya. Sang suami telah meninggal dunia akibat serangan begal.

“Memang harusnya sudah pulang ke rumah di malam kejadian, mungkin dia lelah jadi ketiduran,” ujarnya.

Popi berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal. Ia telah mengenal dan dibimbing oleh suaminya selama sekitar 19 tahun.

“Ya Allah hukum lah pelaku seberat-beratnya, kami keluarga berharap keadilan untuk almarhum,” harapnya.

Pelanggaran Hukum yang Dikenakan

Polisi telah menetapkan Rahmat Dimas sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan dan pencurian motor ini. Tersangka ditahan dan dijerat dengan pasal tindak pidana pembunuhan berencana serta pencurian dengan kekerasan. Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa persangkaan terhadap tersangka mencakup beberapa pasal penting.

“Adapun persangkaan pasalnya adalah tindak pidana pembunuhan berencana dan atau pembunuhan dan atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan orang meninggal dunia,” kata Kombes Budi Hermanto pada Rabu, 15 Juli.

“Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 459 dan atau Pasal 458 dan atau Pasal 479 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 KUHP,” tambahnya.

Proses Penangkapan Pelaku

Menurut keterangan dari Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, peristiwa bermula ketika korban sedang tertidur di posko ojek online sekitar pukul 03.50 WIB pada Minggu, 12 Juli 2026. Lokasi kejadian adalah di Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang. Pelaku yang melihat situasi tersebut langsung mengambil kunci motor dari kantong korban. Namun, korban sempat terbangun dan memergoki aksi tersebut. Rahmat Dimas kemudian mengambil pisau yang dibawanya dan menusuk korban di bagian leher. Setelah itu, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor dan handphone milik korban. Polisi segera memburu Rahmat Dimas. Dalam proses penangkapan, pelaku sempat melawan dan akhirnya ditembak oleh petugas. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan, terutama bagi para pekerja malam yang harus beristirahat di tempat umum. Istri Kenang Momen Suapan Terakhir ini juga berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.