Cerita Waka BGN Dibercandain Prabowo soal Rambut Putih: Pulang, Langsung Cat

Waka BGN Terkesan Bercanda Prabowo Soal Rambut Putih, Langsung Mengecat Setelah Rapat

Cerita Waka BGN Dibercandain Prabowo soal – Agustina Arum, yang menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, memberikan momen lucu selama pertemuan resmi bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam suasana yang awalnya formal, ia menceritakan bagaimana Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sempat melontarkan sindiran ringan mengenai perubahan penampilannya. Pernyataan tersebut membuat para hadirin tersenyum dan mengingat kembali momen saat pelantikan presiden baru.

Menurut catatan yang disampaikan langsung oleh Agustina, kejadian ini terjadi ketika mereka sedang melaksanakan rapat koordinasi tingkat tinggi. Saat itu, sang presiden berujar dengan nada bercanda mengenai penampilan wakilnya. Ia menyebutkan bahwa sebulan sebelumnya, saat proses pelantikan berlangsung, rambut Agustina masih berwarna gelap. Namun kini, setelah beberapa waktu berlalu, warna rambutnya telah berubah menjadi putih.

“Ini bercanda saja Ibu dan Bapak, kemarin waktu kami ratas dengan bapak presiden, saya dicandain katanya ‘perasan sebulan yang lalu waktu saya lantik rambutnya belum putih, katanya gitu. Sekarang sudah putih-putih gitu’,” kata Agustina saat rapat di Komisi IX DPR, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Respons spontan dari Agustina sangat menarik perhatian. Mendengar komentar tersebut, ia tidak ragu untuk mengambil tindakan langsung. Setelah meninggalkan ruangan rapat, ia segera menuju salon terdekat untuk melakukan pewarnaan rambut. Tujuannya jelas, yaitu agar tidak menjadi bahan pertanyaan dari para anggota dewan yang dikenal kritis dan penuh perhatian terhadap detail.

Momen Lucu di Tengah Keseriusan Rapat

Kejadian ini bukan sekadar cerita biasa, melainkan mencerminkan dinamika hubungan antara pejabat tinggi negara dengan presiden. Dalam budaya politik Indonesia, interaksi seperti ini sering kali memberikan nuansa keakraban di tengah formalitas. Agustina sendiri tidak merasa tersinggung, justru ia melihatnya sebagai kesempatan untuk mencairkan suasana yang mungkin terasa tegang.

Setelah selesai mengecat rambut, ia kembali menghadiri pertemuan dengan keyakinan bahwa penampilan barunya akan membantu menghindari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul. Ia menjelaskan bahwa tujuannya bukan untuk menyembunyikan sesuatu, melainkan sekadar menjaga kenyamanan bersama. Dengan rambut yang telah diwarnai, ia berharap tidak ada lagi yang menyoroti perubahan warna rambutnya.

“Jadi saya pulang langsung saya ngecat,” imbuhnya.

Agustina juga menambahkan bahwa langkah ini diambil semata-mata untuk keperluan sosial. Ia tidak ingin menjadi pusat perhatian karena hal-hal sepele. Di sisi lain, ia juga ingin menunjukkan bahwa ia memahami konteks percakapan tersebut sebagai bentuk keakraban, bukan kritik. Hal ini sejalan dengan tradisi di mana pejabat sering kali menggunakan humor untuk meredakan ketegangan dalam diskusi penting.

Refleksi Lebih Lanjut

Peristiwa ini juga menyoroti bagaimana media dan publik sering kali merespons momen-momen ringan dari tokoh-tokoh publik. Cerita tentang rambut putih yang menjadi bahan bercandaan presiden menunjukkan bahwa bahkan dalam urusan serius seperti gizi nasional, interaksi personal tetap memiliki tempatnya. Agustina tidak menganggap hal ini sebagai hal yang berlebihan, melainkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sebagai pejabat negara.

Dengan demikian, cerita ini menjadi pengingat bahwa di balik formalitas dan prosedur, terdapat momen-momen manusiawi yang membuat hubungan antarpejabat semakin erat. Agustina Arum pun keluar dari pertemuan tersebut dengan senyum, yakin bahwa langkahnya mengecat rambut adalah keputusan yang tepat untuk hari itu.