Bamsoet Dorong Tarung Derajat Jadi Pilar Ketahanan Mental Generasi Muda
Table of Contents
Bamsoet Dorong Tarung Derajat Jadi Pilar Ketahanan Mental Generasi Muda
Bamsoet Dorong Tarung Derajat Jadi Pilar – Bambang Soesatyo, yang kini menjabat sebagai Ketua MPR RI periode ke-15 dan juga Ketua DPR RI periode ke-20, terus menggalakkan pengembangan olahraga bela diri nasional. Melalui peran strategisnya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat atau PB Kodrat, ia menekankan pentingnya memanfaatkan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 Tarung Derajat yang akan diselenggarakan pada 17 Juli 2026. Peristiwa bersejarah ini diharapkan dapat memperkuat posisi olahraga asli nusantara sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berkarakter.
Transformasi Organisasi Selama Lima Dekade
Sejak didirikan, Tarung Derajat telah mengalami perjalanan panjang menuju pengakuan nasional maupun internasional. Dari sebuah perguruan bela diri yang berakar di masyarakat lokal, organisasi ini kini telah berkembang menjadi institusi olahraga prestasi yang telah mencetak ribuan atlet dan pelatih di seluruh wilayah Indonesia. Di era bonus demografi saat ini, kontribusi Tarung Derajat dalam membentuk generasi muda menjadi semakin krusial. Program pembinaan yang terstruktur membantu menciptakan individu yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki mental tangguh, disiplin tinggi, integritas kuat, serta semangat pantang menyerah dalam mengejar cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.
Memasuki usia ke-54, tantangan Tarung Derajat semakin besar. Pembinaan Tarung Derajat harus menjadi bagian dari strategi nasional dalam membangun generasi muda yang sehat, tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi persaingan global.
Pertemuan antara Bamsoet dengan perwakilan pengurus Tarung Derajat Yogyakarta dan Jawa Tengah berlangsung di Yogyakarta pada hari Jumat, 17 Juli 2026. Hadir dalam acara tersebut beberapa tokoh penting seperti Wakil Sekjen PB Tarung Derajat Dwi Nugroho Marsudianto, Agus Hadsoe, Ketua Tarung Derajat Yogyakarta Sunaryanta, serta Ketua Tarung Derajat Jawa Tengah Putut Sutopo. Dalam kesempatan ini, Bamsoet menyampaikan pandangannya tentang pentingnya olahraga bela diri dalam konteks pembangunan karakter generasi muda Indonesia.
Sebagai Ketua Komisi III DPR RI periode ke-7 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bamsoet menjelaskan bahwa perkembangan dunia kontemporer menuntut kehadiran generasi yang kuat secara fisik sekaligus matang secara mental. Kemajuan teknologi digital telah membuka banyak peluang baru, namun di sisi lain juga memunculkan berbagai ancaman yang memengaruhi pembentukan karakter generasi muda. Oleh karena itu, pembinaan olahraga bela diri memiliki peran strategis dalam membentuk keseimbangan antara kemampuan intelektual, kesehatan jasmani, kecerdasan emosional, dan ketahanan mental.
Keberhasilan olahraga jangan diukur semata dari jumlah medali. Ukuran yang jauh lebih penting adalah lahirnya generasi muda yang sehat, disiplin, berintegritas, memiliki karakter kuat, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Tarung Derajat memiliki seluruh nilai tersebut.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan bahwa momentum ke-54 tahun Tarung Derajat sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Data dari Kementerian Pemuda dan Olahraga menunjukkan bahwa jumlah pemuda Indonesia pada tahun 2025 mencapai sekitar 64,22 juta jiwa atau setara dengan 20 persen dari total penduduk. Angka tersebut merupakan modal besar bagi Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Namun, besarnya populasi usia produktif juga diiringi tantangan yang semakin kompleks.
Berbagai masalah mulai dari rendahnya aktivitas fisik, meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba, perundungan, kekerasan remaja, hingga tekanan kesehatan mental akibat derasnya arus digitalisasi menjadi perhatian serius. Karenanya, pembinaan olahraga yang mampu membentuk karakter menjadi kebutuhan yang semakin mendesak bagi bangsa Indonesia.
Tarung Derajat mengajarkan keberanian yang bertanggung jawab, kedisiplinan, pengendalian diri, sportivitas, semangat pantang menyerah, dan rasa hormat kepada sesama. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan generasi muda agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan karakter kebangsaan.
