Bayi Baru Lahir Dibuang di Lahan Kosong Bekasi, Polisi Buru Pelaku

Penyelidikan Intensif Kasus Bayi Dibuang di Lahan Kosong Bekasi

Bayi Baru Lahir Dibuang di Lahan – Sebuah bayi perempuan yang baru saja lahir ditemukan dalam kondisi tergeletak di area lahan kosong yang terletak tidak jauh dari kawasan perumahan. Lokasi penemuan ini berada di Desa Lambang Jaya, tepatnya di wilayah Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Tim kepolisian setempat segera melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas tindakan membuang bayi tersebut.

Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, menjelaskan bahwa proses penyidikan telah dimulai sejak awal. Langkah pertama yang dilakukan adalah memeriksa beberapa saksi yang mungkin memiliki informasi berharga mengenai kejadian tersebut. Tujuannya adalah untuk mengungkap identitas pelaku yang tega meninggalkan bayi malang itu sendirian di tempat yang sepi.

“Kami mulai melakukan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap identitas pelaku,” kata Kompol Wuryanti, sebagaimana dilansir oleh Antara pada Rabu (15/7/2026).

Proses Pengumpulan Keterangan Saksi

Semenjak bayi tersebut ditemukan pada hari Selasa (14/7), empat orang saksi telah dimintai keterangan oleh petugas kepolisian. Di antara saksi-saksi tersebut terdapat seorang pemulung yang merupakan orang pertama kali menemukan bayi dalam keadaan tergeletak. Selain itu, beberapa pedagang yang berjualan di sekitar lokasi juga memberikan kesaksiannya terkait kejadian ini.

Meskipun telah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, polisi hingga saat ini belum mendapatkan petunjuk yang jelas mengenai siapa pelaku maupun identitas orang tua bayi tersebut. Proses penyelidikan mengalami kendala karena minimnya petunjuk yang tersedia di lokasi kejadian. Area tempat bayi ditemukan merupakan lahan kosong yang jarang dilalui orang, tidak dilengkapi dengan kamera pengawas, dan bukan merupakan jalur utama yang ramai digunakan masyarakat.

“Yang jelas kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku yang membuang bayi tersebut,” jelasnya.

Penanganan Medis dan Kondisi Bayi

Kompol Wuryanti memastikan bahwa bayi perempuan tersebut telah mendapatkan penanganan medis yang memadai. Setelah menerima laporan dari warga setempat, petugas segera mendatangi lokasi dan mengevakuasi bayi yang saat itu mengalami demam ringan, kekurangan cairan, serta tampak menguning pada kulitnya.

“Begitu menerima laporan, kami langsung ke lokasi, memeriksa kondisi bayi, kemudian mengevakuasi karena kondisinya agak hangat seperti demam, kurang cairan, dan terlihat agak kuning,” ujarnya.

Bayi tersebut ditemukan dalam keadaan tanpa pakaian dan hanya terbungkus kain bekas. Awalnya, bayi dibawa ke bidan desa untuk dibersihkan terlebih dahulu sebelum kemudian dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk menjalani perawatan intensif. Tim medis melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bayi tersebut.

“Alhamdulillah sekarang bayinya sudah dalam keadaan sehat,” katanya.

Detail Pemeriksaan Medis dan Koordinasi Dinas Sosial

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan, bayi tersebut diperkirakan berusia sekitar tiga hari sejak lahir. Berat badan bayi saat itu tercatat sebesar 3,1 kilogram dengan panjang tubuh 49 sentimeter. Polisi juga memastikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi. Hanya di bagian hidung sempat terlihat kemerahan yang kemungkinan besar akibat gigitan semut atau serangga kecil lainnya.

Setelah mendapatkan penanganan medis yang cukup, petugas berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi karena bayi tersebut berstatus sebagai anak telantar. Koordinasi ini penting untuk memastikan bayi mendapatkan perawatan dan penempatan yang sesuai.

“Setelah dirawat di RSUD, kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial karena bayi ini merupakan anak terlantar,” ujarnya.

Bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB oleh seorang pemulung bernama Kandar. Awalnya, Kandar mengira bayi tersebut telah meninggal dunia karena tidak bergerak dan tidak menangis sama sekali. Namun, setelah memastikan kondisinya menggunakan sebatang kayu, Kandar melihat bahwa bayi mulai bergerak serta menangis. Segera setelah itu, Kandar meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan penemuan tersebut kepada aparat setempat.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menunjukkan betapa pentingnya peran masyarakat dalam membantu bayi-bayi yang tertinggal. Proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk menemukan pelaku dan orang tua bayi tersebut agar mereka dapat mempertanggungjawabkan tindakan mereka.