Kemendagri Sebut Kolaborasi Pusat-Daerah Permudah MBR Akses Perumahan

Kolaborasi Pusat dan Daerah Tingkatkan Akses Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Kemendagri Sebut Kolaborasi Pusat Daerah Permudah – Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat program perumahan nasional. Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam memberikan kemudahan serta insentif bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar dapat memiliki hunian layak. Sinergi ini tidak hanya mencakup koordinasi kebijakan, tetapi juga implementasi di tingkat daerah yang lebih efektif.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Tomsi Tohir saat mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada acara Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat Perumahan. Kegiatan berlangsung di Gedung Balarea Summarecon Bandung, Jawa Barat, pada hari ini. Kehadiran perwakilan tingkat pusat dan daerah menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program perumahan rakyat yang berkelanjutan.

Kebijakan yang Mempermudah MBR Memiliki Rumah

Tomsi Tohir menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah telah menghasilkan berbagai kebijakan strategis. Salah satu upaya konkret adalah mendorong pemerintah daerah memberikan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung bagi MBR. Selain itu, penyederhanaan proses perizinan juga dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih cepat dan efisien.

Ini sebagai contoh, kepedulian dan kolaborasi dari Bapak Menteri Perumahan dan Bapak Menteri Dalam Negeri, sekaligus juga dari seluruh teman-teman pemerintah daerah, ujarnya dalam keterangan tertulis pada Rabu (15/7/2026).

Kebijakan baru lainnya yang diumumkan adalah perluasan akses subsidi perumahan bagi masyarakat. Sebelumnya, subsidi umumnya hanya diberikan kepada warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk di daerah tempat program perumahan dilaksanakan. Kini, masyarakat yang KTP-nya berasal dari luar daerah juga dapat menikmati manfaat program tersebut. Langkah ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk mengakses hunian layak.

Kemarin, sudah ada Surat Edaran Bapak Menteri Dalam Negeri. Sebagai contoh, warga Jakarta kalau beli rumah di Jakarta kan luar biasa … Atas masukan dari Pak Menteri Perumahan, maka Pak Mendagri membuat Surat Edaran, bahwa bagi mereka yang tidak ber-KTP di daerah tersebut, khususnya yang di sekitar Jakarta tersebut, dapat juga menikmati subsidi perumahan ini, tambahnya.

Menurut Tomsi, kebijakan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara Kemendagri, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan pemerintah daerah. Melalui kerja sama tersebut, pemerintah berupaya memberikan kemudahan bagi MBR untuk memiliki rumah dengan biaya yang lebih terjangkau. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memberikan insentif pengurangan seluruh biaya berkaitan dengan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah.

Peninjauan Program BSPS di Bandung

Sebelum menghadiri kegiatan sosialisasi KUR Perumahan, Tomsi Tohir bersama Menteri PKP Maruarar Sirait dan Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti meninjau pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Kota Bandung. Ketiganya juga menyaksikan simulasi Pemilihan Terbuka Toko dalam pelaksanaan program BSPS. Kegiatan ini menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap efektivitas program perumahan di tingkat daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Direktur Consumer BRI Haris Hartanto, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, serta pihak terkait lainnya. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menunjukkan pentingnya kolaborasi multi-sektor dalam mendukung program perumahan nasional. Setiap pihak memiliki peran penting dalam memastikan program berjalan sesuai rencana.

Dengan berbagai kebijakan yang telah dan akan diterapkan, pemerintah optimis dapat meningkatkan akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak. Kolaborasi antara pusat dan daerah menjadi fondasi utama dalam mewujudkan cita-cita perumahan untuk semua. Melalui pendekatan yang terintegrasi, program perumahan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.