Solving Problems: Warga Kopo Serang Keluhkan Sungai Cibeureum Jadi Bau Comberan

Solving Problems: Warga Kopo Keluhkan Sungai Cibeureum Jadi Comberan

Solving Problems – Kondisi lingkungan di wilayah Kampung Bojong, Desa Gabus, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten, sedang mengalami gangguan serius. Sungai Cibeureum yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat setempat mendadak berubah menjadi sumber masalah. Warga mulai mengeluhkan bau menyengat yang keluar dari aliran sungai tersebut, mirip dengan bau comberan atau selokan kotor. Perubahan drastis ini sangat mengejutkan karena sebelumnya sungai ini masih menjadi andalan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Solving Problems menjadi penting untuk mengatasi masalah pencemaran yang semakin parah ini.

Sungai Cibeureum memiliki peran vital dalam kehidupan warga sekitar. Selama bertahun-tahun, masyarakat menggantungkan kebutuhan dasar mereka pada air sungai ini. Aktivitas mandi, mencuci pakaian, dan kebutuhan kakus atau MCK lainnya masih mengandalkan air dari sungai tersebut. Namun, perubahan kualitas air yang terjadi secara tiba-tiba telah mengganggu rutinitas harian warga. Banyak yang merasa prihatin dengan kondisi yang semakin memburuk ini. Solving Problems melalui pendekatan komunitas menjadi langkah awal yang tepat.

Investigasi Warga Menemukan Perubahan Signifikan

Khoir, salah seorang warga yang tinggal di dekat aliran sungai, menjadi salah satu orang pertama yang menyadari perubahan tersebut. Ia menyampaikan bahwa air sungai yang biasanya jernih dan bersih kini telah berubah warna menjadi cokelat pekat. Perubahan warna ini bukan satu-satunya tanda masalah. Aliran sungai juga mulai mengeluarkan aroma tidak sedap yang sangat menusuk hidung setiap kali angin bertiup ke arah pemukiman warga.

“Kalau biasanya saat musim kemarau air Sungai Cibeureum bening, sekarang berubah keruh dan baunya menyengat seperti comberan. Perbedaannya sangat jauh dibanding sebelumnya,” ujar Khoir, Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan rekaman video yang berhasil dikumpulkan oleh Khoir, terlihat jelas bahwa aliran sungai berwarna sangat keruh. Air yang tadinya transparan kini tampak seperti dicampur dengan berbagai jenis limbah. Keruhannya cukup signifikan sehingga membuat warga khawatir akan dampak jangka panjang terhadap kesehatan mereka. Solving Problems memerlukan dokumentasi yang kuat sebagai bukti.

Penelusuran ke Hulu Sungai Mengungkap Potensi Sumber Pencemaran

Merasa terganggu dengan kondisi yang terjadi, Khoir memutuskan untuk melakukan penelusuran mandiri. Ia sengaja menyusuri tepi sungai untuk mencari tahu dari mana sumber masalah tersebut berasal. Perjalanan ini dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri bantaran sungai hingga mencapai titik tertentu yang berada di dekat pemukimannya.

“Saya baru menyusuri sampai titik tertentu saja yang dekat. Kemungkinan dampaknya lebih jauh lagi ke hilir. Warga juga banyak yang datang melihat kondisi sungai dan mendokumentasikannya,” kata dia.

Dalam perjalanan tersebut, Khoir menduga kuat bahwa aktivitas pembuangan limbah di bagian hulu sungai menjadi penyebab utama pencemaran ini. Ia juga menyebutkan bahwa ada indikasi bahwa sumber pencemaran berasal dari kawasan sekitar sebuah perusahaan yang baru saja mulai beroperasi beberapa minggu terakhir. Perusahaan ini diduga menjadi kontributor utama masuknya limbah ke dalam aliran sungai. Solving Problems memerlukan verifikasi dari pihak berwenang.

“Sumber pencemaran diduga berasal dari kawasan sekitar sebuah perusahaan yang baru beroperasi beberapa minggu terakhir. Namun, hal itu tentu perlu dibuktikan lebih lanjut oleh pihak berwenang,” tuturnya.

Dampak Terhadap Kehidupan Masyarakat

Pencemaran sungai ini membawa dampak langsung terhadap aktivitas harian masyarakat. Warga kini mengalami kesulitan dalam menggunakan air sungai untuk berbagai keperluan. Mandi, mencuci pakaian, dan kebutuhan domestik lainnya menjadi lebih sulit karena air sungai sudah kotor dan berbau. Banyak warga yang mulai beralih menggunakan air dari sumber lain meskipun biayanya lebih mahal. Solving Problems melalui advokasi warga menjadi kunci utama.

Kondisi ini juga memengaruhi interaksi sosial di masyarakat. Banyak warga yang datang ke tepi sungai untuk melihat langsung kondisi air dan mendokumentasikannya melalui foto maupun video. Mereka ingin memastikan bahwa apa yang mereka rasakan memang sesuai dengan kenyataan di lapangan. Dokumentasi ini nantinya bisa menjadi bukti penting jika diperlukan untuk mengajukan keluhan resmi kepada pihak berwenang.

“Kasihan warga yang masih memanfaatkan sungai. Sekarang banyak yang mengeluh karena airnya sudah tidak layak seperti dulu,” pungkas Khoir.

Masyarakat berharap pihak berwenang dapat segera melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan sumber pencemaran. Mereka juga menginginkan solusi jangka panjang agar sungai yang menjadi sumber kehidupan mereka tidak terus-menerus tercemar. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi Sungai Cibeureum bisa semakin memburuk dan berdampak lebih luas terhadap kesehatan dan kesejahteraan warga Kampung Bojong dan sekitarnya. Solving Problems harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.