Main Agenda: Ucapan Terima Kasih Warga Riau ke Presiden dan Kapolri: Jembatannya Bedelau, Pak!
Table of Contents
Main Agenda: Warga Riau Apresiasi Jembatan Merah Putih Presisi
Main Agenda – Kelurahan Bumi Ayu di Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, Provinsi Riau, kini merasakan manfaat nyata dari pembangunan infrastruktur pemerintah. Masyarakat setempat secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kedua pemimpin tersebut menjadi jembatannya bagi selesainya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang telah mengubah kondisi perjalanan warga selama bertahun-tahun.
Sebelum adanya perbaikan, kondisi jembatan yang dilintasi warga setiap hari memang sangat memprihatinkan. Banyak lubang-lubang yang tersebar di permukaan jalan, ditambah dengan kondisi permukaan yang licin saat hujan turun. Hal ini membuat warga harus ekstra hati-hati, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan roda dua. Ibu Aldilah, seorang warga yang telah menetap di kawasan tersebut sejak tahun 1990, menceritakan pengalamannya dengan penuh rasa syukur.
Dialog Langsung dengan Kapolri
Saat berdialog langsung dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada acara Peresmian 80 Jembatan Merah Putih Presisi yang berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2026, Aldilah berbagi cerita tentang masa lalu yang cukup sulit. Ia menjelaskan bahwa jembatan lama memiliki banyak kerusakan yang membuat perjalanan menjadi tidak nyaman. Main Agenda dalam kunjungan ini menjadi momen berharga bagi warga untuk menyampaikan aspirasi mereka.
“Dulu, kami dari tahun 90 sudah tinggal di sini, jembatannya banyak lubang-lubangnya pak, jalannya licin pak,” ujar Aldilah kepada Kapolri.
Kondisi jembatan yang rusak tersebut juga berdampak pada aktivitas sehari-hari warga. Aldilah mengaku sering kali harus menuntun motornya saat melintasi jembatan untuk menghindari terjatuh ke dalam lubang-lubang yang ada. Selain itu, pengalaman anaknya juga menjadi bukti nyata betapa sulitnya melewati jembatan sebelum diperbaiki. Suatu hari, tabung gas yang dibeli anaknya jatuh ke sungai karena permukaan jalan yang licin.
“Kemarin pak, anak kami membeli gas pak. Jadi jalannya licin pak, jadi gasnya jatuh ke sungai, itulah masa lalu kami melewati jembatan kami,” kata Aldilah sambil mengingat kembali kejadian tersebut.
Setelah Polda Riau melakukan perbaikan, warga Bumi Ayu merasa sangat bersyukur. Jembatan yang tadinya rusak kini menjadi indah dan nyaman dilintasi. Aldilah menggunakan istilah lokal yang familiar bagi masyarakat setempat untuk menggambarkan perubahan tersebut. Ia menyebut jembatan yang baru menjadi “bedelau,” sebuah kata dalam Bahasa Melayu yang berarti bersinar atau kinclong.
“Tapi sekarang, setelah ada bantuan dari Bapak Kapolri dan Bapak Presiden, jembatan kami menjadi bagus, menjadi cantik, menjadi molek pak. Kalau kata orang sini menjadi bedelau (bersinar atau kinclong dalam Bahasa Melayu.red) pak,” jelas Aldilah dengan penuh kebahagiaan.
Di kesempatan yang sama, keponakan Aldilah bernama Raisa yang masih bersekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD) juga menyampaikan ucapan terima kasih. Keberadaan jembatan baru memungkinkan Raisa untuk tidak lagi memutar jalan jauh setiap kali pergi ke sekolah. Hal ini tentu sangat membantu efisiensi waktu perjalanan para siswa di kawasan tersebut.
Kapolri Jenderal Sigit tampak senang mendengar cerita-cerita warga. Ia merasa kehadiran jembatan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Main Agenda kunjungan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Selain itu, Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, beserta jajarannya yang telah bekerja keras dalam pembangunan jembatan ini.
“Terima kasih. Yang jelas, saya terima kasih kepada Pak Kapolda dan kapolres yang telah kerja keras membangun jembatan,” kata Kapolri.
Pada momen tersebut, Jenderal Sigit juga mengajak masyarakat Bumi Ayu untuk tidak menjaga jarak dengan anggota kepolisian. Ia meminta warga untuk tidak ragu menyampaikan keluhan atau masalah yang berkaitan dengan kepolisian. Kapolri berharap agar masyarakat terus memberikan masukan apabila ada anggota kepolisian yang kurang sesuai dengan harapan warga.
“Tentunya saya ingin agar masyarakat di wilayah Bumi Ayu juga terus jangan ada jarak dengan anggota-anggota kami, sehingga kita pun bisa merespons cepat. Kemudian kalau ada anggota kami di mata masyarakat kurang pas, tolong bantu kami ingatkan, supaya kami betul-betul bisa bekerja sesuai harapan masyarakat,” pungkas Kapolri.
