Special Plan: Kemenkop dan Kemenpar Dorong Transformasi Pokdarwis Jadi Koperasi

Kemenkop dan Kemenpar Dorong Transformasi Pokdarwis Jadi Koperasi

Special Plan – Dalam upaya meningkatkan pengembangan pariwisata daerah, Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menggencarkan kerja sama untuk mengintegrasikan dan mendorong perubahan status Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi bentuk organisasi yang lebih formal, yakni badan usaha koperasi. Langkah ini dianggap sebagai strategi penting untuk mengoptimalkan potensi wisata lokal serta memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat.

Kemitraan antara dua kementerian tersebut diwujudkan melalui peluncuran program “Integrasi dan Transformasi Pokdarwis Melalui Koperasi” yang digelar di Pendopo Pantai Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung. Acara ini menandai awal dari upaya transformasi yang bertujuan mengubah pengelolaan usaha wisata secara mandiri menjadi model yang lebih terstruktur dan profesional.

Strategi Meningkatkan Daya Saing Pariwisata

Dalam wawancara tertulis, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa program ini bertujuan membentuk pengelolaan pariwisata yang lebih akuntabel dan berdaya saing. Menurutnya, konversi Pokdarwis menjadi koperasi akan memberi akses yang lebih mudah bagi pengelola wisata untuk mendapatkan pembiayaan, pelatihan sumber daya manusia, pendampingan administratif, serta fasilitas pendukung seperti sarana dan prasarana pariwisata yang disediakan pemerintah.

“Dengan transformasi ini, kita berharap koperasi bisa menjadi lembaga yang lebih kuat dan mampu memperkuat peran masyarakat dalam pengembangan sektor pariwisata. Selain itu, pengelolaan yang lebih formal diharapkan meningkatkan kualitas layanan dan memastikan manfaatnya secara langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ferry Juliantono, program ini juga bertujuan menciptakan koperasi yang dapat beroperasi secara mandiri, sekaligus menjadi sarana pengembangan ekonomi lokal. Ia menekankan bahwa pendekatan ini bukan sekadar simbolis, melainkan langkah konkret untuk membangun sistem bisnis yang lebih berkelanjutan. “Pilot project yang dijalankan di Belitung diharapkan bisa menjadi contoh bagus bagi daerah lain dalam membangun kelembagaan pariwisata yang lebih kuat,” tambahnya.

Pokdarwis yang sebelumnya beroperasi secara informal kini dianggap perlu ditingkatkan menjadi struktur organisasi yang lebih formal. Menurut Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, lembaga ini selama ini menjadi garda depan dalam pengembangan pariwisata desa, tetapi belum memiliki legalitas sebagai badan usaha. “Dengan adanya koperasi, kelembagaan pariwisata dapat menjadi lebih kokoh, sekaligus meningkatkan akses pasar dan kepercayaan investor,” katanya.

“Kami ingin membentuk ekosistem pariwisata yang tidak hanya menarik secara turis, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan. Transformasi ini diharapkan menjadi babak baru bagi desa wisata yang sebelumnya bergantung pada usaha mandiri,” ujarnya.

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, mengatakan pihatanya sangat mendukung langkah integrasi ini. Ia menegaskan bahwa koperasi diharapkan menjadi penggerak baru dalam perekonomian rakyat, terutama untuk daerah yang mengandalkan wisata sebagai tulang punggung ekonomi. “Kami berharap transformasi ini mampu mengubah cara masyarakat memandang koperasi, dari sekadar kelembagaan formal menjadi wadah nyata untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya tahan ekonomi,” tambah Djoni.

Acara peluncuran program tersebut juga diikuti oleh sejumlah kepala desa, anggota Pokdarwis, serta dinas terkait. Selama acara, dilakukan deklarasi komitmen bersama antara Ketua Pokdarwis, Ketua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan pihak dinas. Langkah ini menunjukkan semangat kolaborasi yang diinginkan oleh Kemenkop dan Kemenpar dalam memperkuat kelembagaan pariwisata.

Manfaat dan Harapan dari Transformasi

Kemenkop menjamin akan terus memberikan pendampingan dan pembinaan guna memastikan koperasi berkembang secara optimal. Ia menambahkan bahwa koperasi pariwisata dapat dikolaborasikan dengan KDKMP untuk membangun sistem ekonomi yang lebih solid dan berkelanjutan. “Koperasi akan menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas usaha, sekaligus memastikan nilai tambah dari sektor pariwisata bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Menurut Widiyanti Putri Wardhana, program integrasi ini diterapkan di delapan desa wisata, termasuk Belitung, sebagai contoh terbaik. Ia berharap, melalui transformasi ini, desa wisata tidak hanya mampu menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Koperasi diharapkan bisa menjadi pelaku utama dalam memperkuat tata kelola ekonomi lokal, baik dari segi perencanaan, pelaksanaan, maupun pemanfaatan hasilnya,” katanya.

“Kami ingin membangun ekosistem pariwisata yang memiliki daya tahan, bisa bersaing, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Melalui integrasi ini, Belitung diharapkan menjadi destinasi yang tidak hanya dikenal karena keindahan pantainya, tetapi juga karena kemajuan kelembagaan pariwisata yang berbasis koperasi,” ujarnya.

Kemenkop dan Kemenpar juga optimis bahwa program ini akan memberikan dampak positif bagi pendapatan daerah. Transformasi Pokdarwis menjadi koperasi diperkirakan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata, sekaligus memperkuat daya saing sektor ekonomi secara keseluruhan. “Dengan transformasi tersebut, kelembagaan pariwisata dapat menjadi lebih profesional, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tambah Ferry Juliantono.

Belitung, sebagai salah satu wilayah percontohan, diharapkan mampu menjadi contoh yang sukses. Dengan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah, koperasi pariwisata diharapkan menjadi penggerak utama dalam mengubah paradigma pengembangan ekonomi. “Kami berharap program ini bisa menjadi titik awal dari transformasi yang lebih luas, tidak hanya untuk Belitung, tetapi juga untuk daerah-daerah lain yang memiliki potensi wisata,” jelas Ferry.

Sebagai bagian dari program ini, Kemenkop dan Kemenpar menyiapkan mekanisme pendampingan yang lebih intensif. Mereka juga berencana memberikan pelatihan pengelolaan usaha, pembiayaan, dan pengembangan kelembagaan. “Kami yakin dengan dukungan pemerintah, Belitung bisa menjadi destinasi pariwisata kelas dunia yang juga mampu menggerakkan ekonomi rakyat,” pungkas Djoni Alamsyah Hidayat.

Dengan implementasi program ini, diharapkan muncul model pengelolaan pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Koperasi pariwisata dianggap sebagai solusi untuk mengatasi tantangan dalam pengembangan ekonomi lokal, terutama di wilayah yang bergantung pada sektor wisata. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat kelembagaan masyarakat, sehingga memberikan kontribusi lebih besar dalam peningkatan kesejahteraan.