Key Discussion: Pramono Harap Kemensos Bangun Sekolah Rakyat Lagi di DKI untuk 1.000 Siswa
Table of Contents
Pramono Harap Kemensos Bangun Sekolah Rakyat Lagi di DKI untuk 1.000 Siswa
Key Discussion – Kementerian Sosial (Kemensos) berencana memulai kembali pembangunan Sekolah Rakyat yang mampu menerima hingga seribu siswa di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan dukungan penuh terhadap upaya ini, menilai bahwa pembangunan sekolah rakyat adalah langkah penting untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kunjungan Bersama dan Evaluasi Lokasi Sekolah Rakyat
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan rasa terima kasih kepada Pramono karena telah meluangkan waktu untuk mengunjungi langsung proses belajar di Sekolah Rakyat. Dia menekankan bahwa kolaborasi antara Pemprov DKI dan Kemensos menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan program ini.
“Saya tentu menyambut baik rencana Pak Gubernur untuk mewujudkan harapan Presiden agar Jakarta memiliki tambahan sekolah rintisan yang bisa menampung minimal seribu siswa,” kata Gus Ipul kepada wartawan usai kunjungan bersama Pramono ke Sekolah Rakyat di Marunda, Jumat (3/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul menjelaskan bahwa dirinya bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya telah melakukan survei ke beberapa lokasi yang akan dijadikan bagian dari penyelenggaraan sekolah rakyat. “Tujuan kunjungan ini adalah untuk memastikan bahwa gedung-gedung yang dipilih layak digunakan sebagai pusat pendidikan sementara,” tambahnya.
Penyelenggaraan Sekolah Rintisan di Gedung-Gedung Sementara
Mensos Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat akan dimulai dengan memanfaatkan gedung-gedung yang saat ini dipakai sebagai fasilitas sementara. “Kita menggunakan beberapa tempat yang sudah disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU),” ujarnya. “Dari total 10 titik yang direncanakan, sekitar 8 di antaranya sedang dalam proses renovasi untuk disiapkan sebagai lokasi belajar anak-anak yang kurang beruntung.”
“Salah satu tempat yang akan dikembangkan adalah gedung milik LAN Pejompongan, serta Marunda dan Curug yang semuanya dipersiapkan sebagai sekolah rintisan untuk sementara waktu,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya ini, Pemprov DKI berkomitmen untuk menyiapkan infrastruktur yang memadai. Gus Ipul menegaskan bahwa sekolah rakyat diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan dasar bagi masyarakat yang kurang mampu, dengan fasilitas yang memenuhi standar minimal dan biaya operasional yang terjangkau.
Dukungan Pemprov DKI dan Harapan untuk Sekolah Rintisan
Dalam wawancara dengan media, Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemprov DKI terus berupaya memperluas akses pendidikan di wilayahnya. “Di sini terdapat 190 siswa yang menerima KJP (Kartu Jakarta Pintar), dan saya melihat secara langsung bahwa mereka mampu menunjukkan prestasi yang luar biasa,” ujarnya.
“Diskusi saya dengan Pak Menteri Sosial tadi membuktikan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya program yang baik, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun semangat anak-anak yang kurang beruntung. KJP, KJMU (Kartu Jakarta Masa Depan), dan pemutihan ijazah merupakan bagian dari upaya ini,” katanya.
Pramono juga menyoroti pentingnya pendidikan yang merata. “Anak-anak yang tidak beruntung harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Itu adalah prinsip dasar Pemerintah DKI Jakarta,” imbuhnya. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat menindaklanjuti keinginan tersebut dengan menambah jumlah siswa Sekolah Rakyat menjadi 1.000 orang.
Komitmen untuk Meningkatkan Akses Pendidikan
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemprov DKI berjanji menyiapkan lokasi yang akan menjadi boarding Sekolah Rakyat. “Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin tidak hanya menerima pendidikan, tetapi juga fasilitas perawatan yang memadai,” kata Pramono.
“Selama kunjungan saya, sempat berdialog dengan beberapa anak. Mereka sangat antusias, bahkan ada yang menanyakan tentang pemutihan ijazah ibu-ibu mereka. Kami akan langsung tindak lanjuti permintaan mereka,” ujarnya.
Menurut Pramono, Sekolah Rakyat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tengah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat kurang mampu. “Program ini memperkuat komitmen Pemerintah DKI untuk memastikan setiap anak, terlepas dari latar belakang ekonomi, memiliki peluang yang sama untuk mengejar pendidikan,” tegasnya.
Kemensos dan Pemprov DKI sepakat bahwa sekolah rakyat harus menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional. “Kami berharap program ini dapat menjadi contoh sukses bagi daerah lain, karena masyarakat Jakarta sangat membutuhkan dukungan pendidikan yang berkelanjutan,” imbuh Gus Ipul.
Dalam pembangunan ini, pihak Kemensos berperan aktif dengan menyediakan bantuan teknis dan perencanaan. “Kami akan terus berkoordinasi dengan Pemprov DKI untuk memastikan bahwa semua lokasi yang dipilih dapat beroperasi dengan baik,” jelasnya. Proyek Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap kualitas hidup anak-anak kurang beruntung, sekaligus memperkuat visi Jakarta sebagai kota yang inklusif.
Selain itu, Pramono mengingatkan bahwa pengembangan Sekolah Rakyat tidak hanya berupa pembangunan fisik, tetapi juga melibatkan komitmen pemerintah untuk memastikan keberlanjutan program. “Kami ingin bahwa setiap langkah yang diambil benar-benar mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.
