7 Fakta 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan Saat Kerusuhan 27 Agustus
Daftar Isi
Tiga Tersangka Pengeroyokan Bambang Setiawan Ditahan
Ceritaberkat.com – Polda Metro Jaya telah menahan tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pengeroyokan terhadap Bambang Setiawan saat kerusuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 27 Agustus 2026. Ketiganya kini menjalani proses penyidikan di Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan ditempatkan di Rutan Polda Metro Jaya.
Tiga tersangka itu masing-masing berinisial FP berusia 23 tahun, DS berusia 33 tahun, serta DDS berusia 29 tahun. Penetapan status hukum dilakukan setelah penyidik menghimpun keterangan saksi, pendapat ahli, serta berbagai alat bukti dari lokasi dan rekaman peristiwa.
“Berdasarkan hasil dari pemeriksaan dan keterangan saksi, keterangan ahli, dan alat bukti yang lain, kami telah menetapkan tiga orang tersangka dengan inisial FP usia 23 tahun, DS usia 33 tahun, DDS usia 29 tahun,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Sabtu (12/9/2026).
“Saat ini para tersangka sedang menjalani penyidikan di Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan menjalani penahanan di Rutan Polda Metro Jaya,” tambahnya.
Penangkapan dilakukan di Babakan Madang
FP, DS, dan DDS diamankan petugas di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 11 September 2026. Penangkapan terhadap ketiganya berlangsung sekitar pukul 21.30 WIB setelah polisi menemukan keberadaan para terduga pelaku.
“Pada tanggal 11 September 2026 keberadaan tiga orang terduga pelaku berhasil kami amankan, dan kami lakukan penangkapan di wilayah Babakan Madang, Kabupaten Bogor, sekira pukul 21.30 WIB,” ujar Kombes Iman, Sabtu (12/9).
Penangkapan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyidikan atas dugaan kekerasan yang menyebabkan Bambang Setiawan meninggal dunia. Polisi masih melanjutkan pemeriksaan untuk mendalami peran masing-masing tersangka dalam kejadian tersebut.
Enam belas saksi telah dimintai keterangan
Untuk mengurai peristiwa di lokasi kerusuhan, penyidik telah memeriksa 16 saksi. Keterangan mereka dipadukan dengan hasil olah tempat kejadian perkara, rekaman kamera pengawas, video amatir, serta pemeriksaan terhadap benda-benda yang diamankan.
“Kami melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan terhadap 16 orang saksi,” ujar Kombes Iman.
Pemeriksaan saksi penting untuk menyusun urutan kejadian, mengenali orang-orang yang berada di sekitar korban, dan menguji kesesuaian antara kesaksian dengan materi visual yang telah dikumpulkan. Penyidikan tidak hanya bertumpu pada satu jenis bukti, melainkan pada kecocokan antara sejumlah temuan yang tersedia.
Bukti dari lokasi mencakup kayu, batu, dan rekaman video
Dari olah TKP, polisi mengamankan satu unit DVR CCTV, enam potong kayu, delapan bongkahan batu, serta sebuah flashdisk yang memuat video. Rekaman dari kamera pengawas dan video yang beredar di media sosial diperiksa melalui laboratorium digital forensik.
Petugas juga mengambil sampel dugaan sidik jari laten dari potongan kayu dan bongkahan batu yang ditemukan di lokasi. Langkah ini dilakukan untuk mencari kemungkinan keterkaitan antara benda-benda tersebut dan orang yang diduga terlibat dalam kekerasan terhadap korban.
“Dan penyidik juga telah melakukan pengambilan sampel dugaan sidik jari laten pada potongan kayu dan bongkahan batu yang ditemukan saat pelaksanaan olah kejadian di tempat kejadian perkara,” katanya.
Selain benda-benda tersebut, penyidik menyita lima gelas kaca dan delapan piring. Barang itu turut diperiksa untuk membandingkan sidik jari yang mungkin menempel pada gelas dan piring dengan sidik jari pada barang yang diduga dipakai dalam pengeroyokan.
“Hal ini kami lakukan untuk mensinkronkan antara dugaan pelaku sidik jari yang menempel di piring dan gelas tersebut dengan sidik jari yang menempel di benda yang diduga digunakan oleh para pelaku untuk melakukan kekerasannya,” ucapnya.
Analisis CCTV dan sketsa wajah mengarah pada tersangka
Polisi menelaah sejumlah rekaman, termasuk video amatir dan data dari DVR CCTV yang telah disita. Dalam salah satu materi visual, terlihat seorang pria berpakaian hitam dan mengenakan topi memukul korban menggunakan papan kayu. Materi itu kemudian dianalisis bersama temuan forensik di TKP.
“Kami ambil dari video-video yang beredar mungkin rekan-rekan juga banyak menerima edaran-edaran video ini, di mana di sana terlihat satu orang berbaju hitam dan memakai topi memukul korban dengan papan kayu,” kata Kombes Iman.
Penyidik juga menelusuri sosok yang mengenakan kaus hitam berlengan pendek, topi, membawa tas, memegang kayu, dan terlihat menyeret korban. Analisis visual tersebut tidak berdiri sendiri, karena polisi menghubungkannya dengan sidik jari pada barang bukti dan hasil pemeriksaan di lokasi.
“Kemudian selanjutnya kami juga melakukan analisis terhadap seseorang yang memakai kaus hitam pendek, topi, tas, dan memegang kayu, dan menyeret korban. Lanjut dari hasil analisis CCTV. Ini beberapa CCTV yang terus kami analisis dengan video amatir dan maupun CCTV-CCTV dari DVR yang kami lakukan penyitaan,” ujar Iman.
Hasil pemeriksaan digital forensik turut diperkuat oleh keterangan sejumlah ahli. Polisi melibatkan ahli kedokteran forensik, digital forensik, psikologi forensik, psikologi massa, sosiologi hukum, dan hukum pidana. Visum et repertum terhadap Bambang Setiawan dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati juga menjadi bagian dari berkas penyidikan.
Rangkaian pemeriksaan ini memperlihatkan bahwa penyidik menempatkan rekaman visual, bukti fisik, sidik jari, hasil medis, dan pendapat ahli sebagai unsur yang saling diuji. Tiga tersangka telah ditahan, sementara proses penyidikan perkara terus berjalan di Polda Metro Jaya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is 7 Fakta 3 Tersangka Pengeroyok Bambang?
7 Fakta 3 Tersangka Pengeroyok Bambang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does 7 Fakta 3 Tersangka Pengeroyok Bambang matter?
7 Fakta 3 Tersangka Pengeroyok Bambang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.