Berita

Fadli Zon Umumkan Galeri Nasional Segera Direvitalisasi, Akan Ada Koleksi Istana

menteri-kebudayaan-fadli-zon-1789226555185_169
Foto : Emily Thomas - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Galeri Nasional Indonesia Akan Direvitalisasi Usai Pameran Penghormatan Nasirun
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Galeri Nasional Indonesia Akan Direvitalisasi Usai Pameran Penghormatan Nasirun

Ceritaberkat.com – Galeri Nasional Indonesia di Jakarta Pusat bersiap memasuki fase penataan baru setelah pameran penghormatan untuk perupa Nasirun selesai digelar. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa pameran tersebut menjadi agenda terakhir sebelum proses revitalisasi dimulai.

Pengumuman itu disampaikan pada pembukaan pameran “Nasirun (1965-2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru Mengabulkan Keinginan Nasirun yang Belum Sempat Terwujud”, Sabtu malam, 12 September 2026. Pameran tersebut didedikasikan bagi Nasirun, seniman yang baru berpulang dan dikenal memiliki penghormatan besar terhadap para pelukis yang menjadi inspirasinya.

“Sekaligus pada malam hari ini saya juga mengumumkan bahwa ini adalah pameran terakhir sebelum Galeri Nasional direvitalisasi,” kata Fadli Zon.

Ruang Pamer Ditambah, Koleksi Istana Akan Ditampilkan

Revitalisasi direncanakan berjalan segera setelah pameran berlangsung sekitar satu bulan. Fadli Zon menyebut pembaruan Galeri Nasional ditujukan agar fasilitas seni tersebut menjadi lebih representatif bagi karya-karya seni rupa Indonesia dan kebutuhan penyelenggaraan pameran di masa mendatang.

“Jadi pameran ini akan berlangsung kurang lebih satu bulan, setelah itu Galeri Nasional akan direvitalisasi. Jadi akan lebih representatif,” ucapnya.

Salah satu arah utama penataan ulang ialah penambahan ruang pamer dan penyediaan area khusus untuk pameran tetap. Gedung A diproyeksikan menjadi ruang utama bagi koleksi nasional, termasuk karya seni yang berada dalam koleksi Istana Kepresidenan.

“Ruang pamer akan semakin banyak dan akan menjadi pameran tetap. Dan ke depan nanti Gedung A ini akan menjadi pameran tetap untuk koleksi nasional, termasuk koleksi Istana akan kita tampilkan juga di sini secara permanen,” jelas Fadli Zon.

Rencana itu membuka kemungkinan publik melihat karya-karya koleksi negara secara lebih berkelanjutan dalam satu ruang pamer permanen. Selama ini, kehadiran karya dalam pameran memiliki durasi terbatas dan bergantung pada program kuratorial. Dengan adanya ruang tetap, Galeri Nasional diharapkan dapat menghadirkan pengalaman kunjungan yang lebih konsisten sekaligus memperkuat perannya sebagai ruang apresiasi seni rupa.

Pameran untuk Menggenapi Keinginan Nasirun

Di tengah rencana revitalisasi, pameran Nasirun menjadi momen penting yang mempertemukan karya sang maestro dengan karya para seniman senior yang dikaguminya. Konsep tersebut lahir dari keinginan Nasirun yang belum sempat diwujudkan semasa hidup: memamerkan karyanya secara berdampingan dengan karya para guru dan tokoh yang memengaruhi perjalanan artistiknya.

Fadli Zon menilai pameran ini disiapkan dalam suasana duka karena kepergian Nasirun terjadi secara mendadak. Ia beberapa hari sebelumnya juga menghadiri kegiatan 40 hari wafatnya Nasirun di kediaman seniman tersebut di Yogyakarta.

“Beberapa hari yang lalu saya juga hadir di dalam kegiatan 40-harian Nasirun di kediaman beliau di Yogyakarta. Memang kepergian yang sangat mendadak. Begitu juga dengan pameran ini adalah juga pameran yang mendadak karena kepergian Mas Nasirun,” tutur Fadli.

Para kurator dan insan seni kemudian merangkai pameran sebagai ruang percakapan visual. Karya-karya Nasirun ditempatkan dalam dialog dengan karya pelukis senior yang ia hormati. Bagi pengunjung, susunan tersebut tidak hanya menghadirkan karya seorang seniman, tetapi juga memperlihatkan relasi antara kekaguman, pengaruh, dan perkembangan gagasan dalam seni rupa Indonesia.

“Ini merupakan satu conversation antara Nasirun dengan guru-gurunya. Ada karya-karya Mas Nasirun, ada karya-karya guru-guru beliau. Kita memang kehilangan seorang figur besar di dalam dunia seni rupa Indonesia yang tidak kalah dari nama-nama guru beliau,” ucap Fadli Zon.

Pameran ini sekaligus menjadi penghormatan atas posisi Nasirun dalam dunia seni rupa nasional. Melalui karya yang dipertemukan dengan jejak para pendahulunya, publik dapat melihat bagaimana penghargaan terhadap tradisi dan guru dapat hadir sebagai bagian dari perjalanan kreatif seorang perupa.

Kehadiran Tokoh Nasional dan Amanat Kebudayaan

Pembukaan pameran turut dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta ulama dan budayawan KH. D. Zawawi Imron. Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas kehadiran keduanya dalam acara yang berfokus pada seni rupa tersebut.

“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih. Pak Kapolri khususnya nih, jarang-jarang Pak Kapolri ini hadir untuk melihat sebuah pameran seni rupa. Mudah-mudahan ke depan semakin sering,” imbuh Fadli Zon.

Dalam sambutannya, Fadli Zon juga menyinggung Pasal 32 UUD 1945. Ia menekankan bahwa pengembangan kebudayaan Indonesia bukan semata tugas lembaga kebudayaan atau seniman, melainkan tanggung jawab bersama dalam kehidupan berbangsa.

“Amanat konstitusi yang selalu saya kutip di berbagai tempat, Pasal 32 UUD 1945 bunyinya adalah ‘Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kemerdekaan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.’ Jadi ini luar biasa perintah konstitusi kita,” pungkasnya.

Dengan revitalisasi yang akan dilakukan setelah pameran Nasirun, Galeri Nasional Indonesia memasuki masa transisi. Pameran penghormatan ini menutup satu fase kegiatan sekaligus menjadi penanda arah baru bagi ruang seni nasional yang direncanakan lebih luas, lebih representatif, dan mampu menampilkan koleksi negara serta Istana Kepresidenan secara permanen.

Frequently Asked Questions

What is Fadli Zon Umumkan Galeri Nasional Segera?

Fadli Zon Umumkan Galeri Nasional Segera is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Fadli Zon Umumkan Galeri Nasional Segera matter?

Fadli Zon Umumkan Galeri Nasional Segera matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.