Internasional

Xi Jinping Telepon PM Inggris: Cari Titik Temu Sembari Terima Perbedaan

presiden-china-xi-jinping_169
Foto : Matthew Martinez - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Panggilan Telepon Xi Jinping–Andy Burnham: Sinyal Baru dalam Hubungan Inggris–China
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Panggilan Telepon Xi Jinping–Andy Burnham: Sinyal Baru dalam Hubungan Inggris–China

Ceritaberkat.com – Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham melakukan percakapan telepon pada Selasa (8/9/2026) yang menandai komunikasi publik pertama antara kedua pemimpin sejak Burnham mengambil alih jabatan perdana menteri pada Juli. Pembicaraan tersebut, yang diinisiasi oleh pihak Inggris, menjadi sorotan karena terjadi di tengah dinamika hubungan bilateral yang masih diwarnai ketegangan struktural dan belum sepenuhnya pulih dari tahun-tahun konfrontasi sebelumnya.

Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan politik internasional, konteks panggilan ini krusial: Burnham baru beberapa bulan menjabat, dan hubungan Inggris–China masih berada dalam fase pemulihan yang sangat hati-hati setelah bertahun-tahun memburuk. Pendahulunya, Keir Starmer, telah memimpin upaya normalisasi yang perlahan dan terukur, termasuk kunjungan resmi ke Beijing pada Januari 2026. Transisi kepemimpinan di Downing Street menciptakan jeda singkat dalam momentum diplomasi yang telah dibangun, dan panggilan telepon dengan Xi menjadi langkah pertama Burnham untuk memastikan kontinuitas kebijakan luar negeri.

Isi Percakapan dan Pesan Xi

Dalam pernyataan yang dirilis melalui kantor berita Xinhua, Xi menyampaikan pesan inti bahwa kedua negara perlu memperluas kerja sama pragmatis meskipun terdapat perbedaan mendasar dalam sistem sosial dan kondisi nasional masing-masing. Ia menekankan bahwa kepentingan bersama seharusnya menjadi kompas, bukan perbedaan ideologis.

“Meskipun sistem sosial dan realitas nasional kedua negara kita berbeda, kepentingan bersama kita lebih besar daripada perbedaan yang ada.”

“Kedua negara harus menunjukkan rasa saling menghormati dan saling percaya, melampaui perbedaan, mencari titik temu sembari menerima perbedaan, serta bersama-sama memperluas cakupan kerja sama yang saling menguntungkan.”

Xi juga menyampaikan harapan agar Inggris melindungi hak dan kepentingan sah investor Tiongkok secara penuh. Pernyataan ini langsung memicu perhatian pengamat karena muncul beberapa bulan setelah kontroversi nasionalisasi British Steel, sebuah isu yang masih menggantung dan menjadi titik gesek utama dalam hubungan ekonomi bilateral.

Respons Downing Street

Pemerintah Inggris merespons dengan nada yang lebih terukur dan berorientasi pada substansi. Pernyataan resmi Downing Street menyatakan bahwa Burnham berkomitmen untuk “berinteraksi secara terus terang dan konstruktif mengenai isu-isu yang penting bagi kedua negara.” Topik yang dibahas dalam percakapan tersebut mencakup keamanan dalam negeri, perang Rusia di Ukraina, situasi Hong Kong, hak asasi manusia, serta kasus-kasus konsuler yang dinilai sangat penting oleh kedua belah pihak.

Keterangan resmi pihak Inggris juga menegaskan bahwa kedua pemimpin membahas pentingnya kerja sama pragmatis untuk memajukan kepentingan masing-masing negara sekaligus mengatasi tantangan global bersama, mulai dari stabilitas rantai pasok hingga tata kelola perubahan iklim.

Latar Ketegangan yang Belum Padam

Hubungan Inggris–China mengalami tekanan berat selama lebih dari satu dekade, dan akar-akarnya belum sepenuhnya teratasi. Beberapa pemicu utama meliputi ketegangan terkait Hong Kong, bekas wilayah jajahan Inggris yang kini menjadi wilayah administrasi khusus di bawah kedaulatan Tiongkok. Keputusan London untuk menyingkirkan Huawei dari infrastruktur jaringan 5G nasional juga menjadi sumber friksi berkepanjangan, karena Beijing memandang langkah tersebut sebagai diskriminasi sistemik terhadap perusahaan teknologi Tiongkok.

Kritik berkelanjutan dari London terhadap catatan hak asasi manusia di Tiongkok, termasuk isu-isu di Xinjiang dan Tibet, menambah lapisan ketegangan yang sulit diurai melalui diplomasi rutin. Di bidang energi, Inggris juga mengeluarkan CGN (China General Nuclear) dari proyek pembangkit listrik tenaga nuklir, sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan strategis pada Beijing di sektor-sektor kritis.

Konteks Kunjungan Starmer dan Warisan Diplomatik

Pada Januari 2026, Starmer menjadi perdana menteri Inggris pertama yang menginjakkan kaki di Tiongkok dalam kurun waktu delapan tahun. Kunjungan tersebut menghasilkan belasan kesepakatan kerja sama dan kesepakatan untuk menurunkan tarif Tiongkok terhadap produk wiski Skotlandia—sebuah kemenangan komersial yang disambut hangat oleh industri minuman Inggris dan menjadi simbol bahwa normalisasi ekonomi masih mungkin dicapai.

Starmer kemudian mengundurkan diri pada Juli 2026, menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Burnham dari Partai Buruh. Pergantian ini secara otomatis memperlambat ritme diplomasi yang telah berjalan, sehingga panggilan telepon dengan Xi menjadi mekanisme darurat untuk menjaga saluran komunikasi tetap terbuka dan mencegah kekosongan kebijakan.

Isu British Steel dan

Frequently Asked Questions

What is Xi Jinping Telepon PM Inggris?

Xi Jinping Telepon PM Inggris is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Xi Jinping Telepon PM Inggris matter?

Xi Jinping Telepon PM Inggris matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.