Visit Agenda: Viral Bentrok Suporter Persija dan Persib di Kragilan Serang, Polisi Selidiki

Viral Bentrok Suporter Persija dan Persib di Kragilan Serang, Polisi Selidiki

Visit Agenda – Kabupaten Serang, Banten, kembali menjadi sorotan publik setelah terjadi bentrok antara suporter klub sepak bola Persija dan Persib. Kericuhan ini berlangsung di wilayah Kragilan dan telah menyebar luas melalui media sosial, memicu perhatian pihak berwajib. Dalam video yang beredar, terlihat sekelompok orang melakukan penyerangan terhadap ruangan yang sedang digunakan untuk kegiatan tertentu. Adegan perkelahian terlihat jelas, dengan salah satu pelaku menggunakan balok kayu sebagai senjata. Sementara itu, ada pihak yang berusaha melerai konflik tersebut.

Detik-Detik Bentrok yang Viral

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada malam hari Minggu (7/6/2026). Saat itu, suporter Persija atau yang dikenal sebagai The Jak sedang melakukan konvoi di sekitar Kabupaten Serang. Konvoi tersebut berlangsung saat mereka melintas di depan sekretariat suporter Persib, yang dikenal sebagai Viking. Menurut Maruli, kejadian ini terjadi secara tiba-tiba setelah sekelompok suporter dari Viking memperhatikan keberadaan The Jak.

“Satu orang menjadi korban keributan dan sudah melaporkan kejadian penyerangan tersebut ke Polda Banten. Kini kita melakukan penyelidikan dan mencari siapa yang melakukan pemukulan,”

ucap Maruli, Selasa (9/6/2026). Ia menambahkan, sebelumnya telah ada laporan dari korban yang menyebutkan bahwa konflik memicu kerusakan di tempat kejadian. Dalam rekaman video, terlihat ada aksi saling dorong dan penggunaan benda tumpul seperti balok kayu. Beberapa warga juga terlibat dalam usaha melerai para suporter yang berbeda pihak.

Dalam klarifikasi lebih lanjut, Maruli menyebutkan bahwa konvoi The Jak berlangsung di sekitar wilayah Kragilan. Keberadaan suporter Persib, Viking, yang sedang berkumpul di area tersebut, memicu reaksi dari para suporter Persija. “Mereka, mungkin, sepertinya ada sesuatu. Kemudian datang, ada keributan di tempat teman-teman Viking,”

“Pada saat itu sedang berlangsung syukuran untuk suatu acara tertentu. Karena itu, mereka memicu perdebatan dan akhirnya memicu bentrok,”

kata Maruli. Menurutnya, konflik ini terjadi secara spontan dan memperparah ketegangan antara dua kelompok suporter yang memiliki sejarah pertandingan sengit. Polisi menilai insiden ini berpotensi menimbulkan dampak luas, terutama jika tidak segera ditegakkan keadilan.

Proses Penyelidikan yang Masih Berlangsung

Polda Banten saat ini sedang menginvestigasi kasus ini untuk mengetahui pemicu dan pelaku utama peristiwa tersebut. Maruli menegaskan bahwa ada korban yang sudah melaporkan insiden ke pihak kepolisian. “Kita akan antisipasi semua kegiatan masyarakat yang menimbulkan riak-riak. Kemudian kita sampaikan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga diri,”

“Tidak boleh ada penganiayaan, pemukulan, dan perbuatan yang mencederai perasaan orang lain,”

kata Maruli. Ia meminta semua pihak untuk tidak melakukan tindakan kriminal sembarangan, terutama di wilayah hukum Polda Banten. Polisi juga berupaya mencegah terulangnya kejadian serupa dengan memantau kegiatan suporter dan melakukan koordinasi dengan pihak lain.

Kabupaten Serang, yang merupakan salah satu wilayah paling aktif dalam ajang sepak bola, kerap menjadi lokasi pertarungan suporter. Kondisi ini bisa memicu konflik jika tidak diawasi dengan baik. Maruli menyebutkan bahwa pihak kepolisian sedang mengumpulkan bukti dan saksi guna memastikan kronologi kejadian secara akurat. “Kita akan berupaya menemukan pelaku utama dan menegakkan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku,”

“Ini penting agar masyarakat bisa melihat bagaimana penegakan hukum dilakukan secara profesional dan transparan,”

tertutur Maruli. Selain itu, polisi juga mengimbau para suporter untuk tetap tenang dan menghindari tindakan kekerasan, terutama saat kondisi emosional sedang memuncak.

Analisis Konflik dan Lingkungan Sosial

Insiden ini tidak hanya menjadi momen puncak persaingan antara dua klub, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial di wilayah Kragilan. Sejumlah warga mengungkapkan bahwa bentrok terjadi karena munculnya perbedaan pendapat mengenai keputusan wasit dalam pertandingan yang berlangsung beberapa hari sebelumnya. “Suporter keduanya saling menyalahkan, dan emosi akhirnya memicu aksi kekerasan,”

“Kita harap semua pihak bisa menyelesaikan masalah secara damai, tanpa mengganggu ketertiban umum,”

kata seorang warga setempat, yang meminta nama dirinya tidak disebutkan. Ia menjelaskan bahwa para suporter sering berkumpul di wilayah tersebut, membuat lingkungan rawan tensi tinggi.

Maruli juga menambahkan bahwa pihak kepolisian telah memperketat pengawasan di sekitar lokasi Kragilan. “Kita sudah mengirimkan tim penyelidik untuk melacak semua sumber informasi dan memastikan kejelasan peristiwa,”

“Setiap orang yang terlibat harus bersedia memberikan keterangan lengkap agar kasus ini bisa diselesaikan secara cepat,”

katanya. Selain itu, Maruli berharap masyarakat bisa membantu mengumpulkan bukti, seperti rekaman video atau laporan dari saksi, agar penyelidikan lebih mudah berjalan.

Insiden yang viral ini menunjukkan bahwa konflik antarsuporter bisa terjadi kapan saja, terutama jika emosi tidak terkendali. Polda Banten menegaskan bahwa mereka akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku, baik yang melakukan serangan maupun yang terlibat dalam peristiwa tersebut. “Kita tidak akan membiarkan perbuatan kekerasan berlangsung tanpa adanya konsekuensi,”

“Setiap tindakan yang melanggar hukum akan ditindak lanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”

kata Maruli. Ia menilai bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk saling menjaga sikap dan menghindari kejadian serupa di masa depan.

Kabupaten Serang, yang memiliki sejumlah besar penggemar sepak bola, perlu lebih siap dalam menghadapi konflik seperti ini. Maruli menyebutkan bahwa pihak kepolisian akan terus memantau kegiatan suporter dan memberikan arahan agar suasana tetap aman. “Kita juga berkoordinasi dengan organisasi suporter untuk memastikan adanya kesepakatan bersama,”

“Sehingga setiap pertandingan bisa berjalan lancar tanpa ada kekerasan yang terjadi,”

katanya. Dengan langkah-langkah ini, Maruli berharap konflik antarsuporter bisa diminimalkan dan diubah menjadi semangat persaingan yang sehat.

Polda Banten juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan memberikan laporan apabila menemukan tindakan kriminal yang terjadi. “Kita menghargai setiap laporan yang masuk, karena itu penting untuk proses penyelidikan,”