Visit Agenda: Mendagri Apresiasi Sulsel Sukses Jadi Tuan Rumah Syukuran Dekranas-HKG PKK
Table of Contents
Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Prestasi Sulsel dalam Menghelat Syukuran Dekranas dan HKG PKK
Visit Agenda – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi menerima penghargaan bergengsi dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Ananda Rakabuming. Penerimaan penghargaan ini terjadi pada momen istimewa, yakni saat penyelenggaraan Syukuran Dekranas ke-46 yang dipadukan dengan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54. Tidak hanya itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah Sulawesi Selatan. Apresiasi tersebut diberikan karena keberhasilan Sulsel dalam menjadi tuan rumah acara nasional yang sukses hingga mampu mendatangkan ribuan peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
Momen Bersejarah di Trans Studio Mall Makassar
Penghargaan yang diserahkan oleh Tito Karnavian kepada Andi Sudirman ini dilakukan pada hari penutupan Syukuran Dekranas ke-46. Acara berlangsung di Trans Studio Mall Makassar pada hari Minggu, tanggal 12 Juli 2026. Penghargaan dari Dekranas kepada Gubernur Sulsel ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata serta peran aktif yang telah ditunjukkan dalam pengembangan wastra dan kriya di Sulawesi Selatan. Kedua institusi ini memiliki peran strategis dalam melestarikan warisan budaya Indonesia.
Sebagai informasi, Dekranas merupakan lembaga yang bertugas mendorong pengembangan kerajinan nasional, sementara HKG PKK memperingati semangat kesatuan gerak organisasi perempuan di seluruh Indonesia. Kombinasi kedua acara ini menciptakan sinergi yang kuat antara pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.
Dampak Ekonomi yang Signifikan
Tito Karnavian menekankan bahwa kegiatan berskala nasional ini tidak sekadar menjadi ajang promosi kerajinan Nusantara. Lebih dari itu, ajang tersebut memberikan dampak positif yang nyata terhadap perekonomian daerah. Berikut adalah pernyataan lengkapnya:
“Acara ini mendapatkan banyak manfaat. Transportasi lokal bergerak, penginapan penuh, kuliner berkembang, termasuk penjualan produk UMKM yang terlihat dari tingginya transaksi para tenant UMKM,” katanya.
Penyelenggaraan acara besar seperti ini tentu memerlukan persiapan matang dari berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan komitmennya melalui koordinasi yang baik antarinstansi. Hal ini terlihat dari kelancaran penyelenggaraan dan antusiasme masyarakat lokal yang berpartisipasi aktif.
Membangkitkan Potensi Kerajinan Indonesia
Mendagri Tito Karnavian menambahkan bahwa Syukuran Dekranas menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali potensi kerajinan Indonesia. Hal ini diharapkan agar wastra dan kriya terus berkembang dan memiliki daya saing yang kuat di kancah internasional. Pernyataan beliau selengkapnya adalah sebagai berikut:
“Acara ini menghidupkan kembali potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kembangkan. PR kita sekarang adalah bagaimana kerajinan Indonesia bisa mendunia,” tutur Tito.
Pengembangan kerajinan Indonesia memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat sipil harus bekerja sama untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri kreatif. Dengan demikian, produk-produk lokal dapat bersaing secara global.
Andi Sudirman Ungkap Rasa Syukur
Sementara itu, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Ketua Dekranas. Dia juga mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Sulawesi Selatan untuk menjadi tuan rumah Syukuran Dekranas ke-46 dan HKG PKK ke-54. Berikut adalah ucapan lengkapnya:
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua Dekranas Ibu Selvi Ananda Rakabuming beserta seluruh jajaran Dekranas atas kepercayaan yang diberikan kepada Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah Syukuran Dekranas ke-46,” ucap Andi Sudirman.
Menurut Andi Sudirman, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemprov Sulsel untuk terus memperkuat pembinaan terhadap para perajin, pelaku UMKM, dan ekonomi kreatif. Hal ini bertujuan agar produk wastra dan kriya Sulsel semakin berdaya saing di pasar nasional maupun internasional. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan dalam mengembangkan potensi lokal.
“Semoga kolaborasi ini semakin memperkuat pengembangan kerajinan Indonesia dan membuka peluang yang lebih luas bagi para perajin untuk menembus pasar dunia,” ujar Andi Sudirman.
Dengan demikian, Sulawesi Selatan tidak hanya berhasil menjadi tuan rumah acara nasional yang sukses, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan potensi kerajinan daerah. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk melakukan hal serupa dalam memajukan industri kreatif nasional.
