Trotoar di Koja yang Sempat Dibongkar Maling Kabel PJU Kini Diperbaiki

Trotoar Koja Diperbaiki Setelah Rusak Akibat Pencurian Kabel PJU

Aksi Vandalisme Memicu Perbaikan Trotoar

Trotoar di Koja yang Sempat Dibongkar – Trotoar yang sebelumnya terbuat dari paving block di Jalan Jampea, Koja, Jakarta Utara, kini telah diperbaiki setelah mengalami kerusakan akibat tindakan vandalisme yang dilakukan oleh orang tak dikenal. Pencurian kabel penerangan jalan umum (PJU) menjadi penyebab utama kerusakan tersebut, yang sempat memicu kekhawatiran warga sekitar.

“Tim Satgas Sudin Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Utara melakukan perbaikan terhadap trotoar paving block yang mengalami kerusakan akibat aksi vandalisme tersebut,” kata Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Dinas Bina Marga DKI Jakarta, melalui akun Instagram @binamargadki, telah memberikan pernyataan bahwa para anggotanya melakukan inspeksi terhadap area yang rusak. Mereka menegaskan bahwa seluruh kerusakan telah ditangani secara cepat dan efektif. Perbaikan ini dilakukan dengan tujuan memulihkan fungsi trotoar sebagai jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman.

Kondisi trotoar setelah diperbaiki menunjukkan bahwa Bina Marga telah berhasil mengembalikan keadaan normal. Proses pengerjaan melibatkan penggantian paving block yang rusak dan penataan ulang struktur lantai. Dalam keterangan resmi, dinas tersebut menegaskan bahwa tidak ada aset kebinamargaan yang hilang akibat tindakan vandalisme. Kabel yang sebelumnya terletak di bawah tanah telah dipindahkan ke atas permukaan untuk menghindari risiko kerusakan serupa di masa depan.

Penjelasan Lebih Lanjut tentang Pemindahan Kabel

Dinas Bina Marga menjelaskan bahwa pemindahan jalur kabel PJU adalah langkah antisipatif yang dilakukan setelah aksi pencurian terjadi di lokasi yang sama. Tindakan ini bertujuan untuk menjaga keamanan kabel dan memudahkan pemeliharaan di masa mendatang. “Kabel listrik PJU yang sebelumnya ditanam di bawah tanah telah diganti menjadi jaringan kabel udara,” tambah perwakilan dinas tersebut.

Perubahan ini memungkinkan personel Bina Marga lebih mudah mengakses kabel dalam situasi darurat, seperti saat terjadi kerusakan akibat pencurian atau cuaca ekstrem. Selain itu, lokasi kabel yang lebih terbuka juga meminimalkan risiko pencurian ulang, karena akses ke bawah tanah yang sebelumnya menjadi target utama para pelaku kejahatan.

Viralnya Video Trotoar Terbongkar

Sebelumnya, video yang menunjukkan kondisi trotoar dalam keadaan terbongkar beredar di media sosial, memicu perhatian publik. Video tersebut memperlihatkan paving block yang terlepas dari permukaan jalan, dengan kabel PJU yang terlihat terbongkar. Kabar yang mencuat menyebutkan bahwa aksi tersebut terjadi karena upaya pencurian, yang merupakan salah satu kejahatan yang sering terjadi di daerah Koja.

Dalam video, terlihat bahwa para pelaku berhasil membongkar trotoar yang merupakan bagian dari infrastruktur jalan umum. Kabel PJU yang dicuri diduga digunakan untuk keperluan pribadi atau dijual ke pasar gelap. Aksi ini tidak hanya mengganggu keindahan lingkungan tetapi juga mengurangi fungsi trotoar sebagai tempat berkumpul dan berjalan bagi warga.

Menurut informasi yang dihimpun, aksi pencurian kabel PJU di Jalan Jampea terjadi beberapa hari sebelum perbaikan dilakukan. Tim Satgas Bina Marga langsung melakukan investigasi dan menemukan bahwa kabel tersebut telah hilang dari bawah tanah. Selain itu, kabel yang dipindahkan ke atas permukaan juga dijelaskan sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem penerangan jalan umum di area tersebut.

Kabarnya, trotoar di Koja memang sering menjadi sasaran pencurian kabel PJU, terutama karena letaknya strategis dan kabel yang terletak di bawah lantai mudah diakses. Bina Marga menegaskan bahwa mereka telah memperbaiki semua kerusakan akibat aksi ini, termasuk mengganti paving block yang rusak dan memastikan kabel PJU tetap berfungsi dengan baik. Tim inspeksi juga melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada bagian infrastruktur lain yang terabaikan.

Respons dari Dinas Bina Marga dan Perkembangan Selanjutnya

Dinas Bina Marga DKI Jakarta menyatakan bahwa kejadian ini merupakan bagian dari rangkaian tindakan vandalisme yang terjadi di beberapa titik di Jakarta Utara. Meski aksi pencurian kabel PJU berdampak pada trotoar, pihaknya menegaskan bahwa langkah-langkah antisipatif telah diambil untuk mencegah pengulangan kejadian serupa. “Kami memastikan bahwa semua aset yang terkait dengan trotoar dan PJU telah dilindungi, baik secara fisik maupun teknis,” tambah pernyataan resmi dari dinas tersebut.

Penggantian kabel ke sistem udara tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga strategi jangka panjang untuk meningkatkan keandalan infrastruktur. Dengan demikian, trotoar yang kini telah diperbaiki tidak hanya mengembalikan fungsi dasarnya tetapi juga menjadi bagian dari perbaikan berkelanjutan di wilayah Koja. Pihak Dinas Bina Marga juga berharap langkah ini bisa menjadi contoh untuk daerah lain yang mengalami masalah serupa.

Kondisi trotoar setelah perbaikan menunjukkan bahwa struktur lantai kembali utuh dan siap digunakan. Namun, kejadian ini mengingatkan bahwa pengawasan terhadap infrastruktur harus lebih ketat. Dinas Bina Marga berencana melakukan penyuluhan kepada warga sekitar untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan. “Kami juga berharap masyarakat bisa berperan aktif dalam melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar area tersebut,” ujar perwakilan dinas.

Sebagai bagian dari upaya perbaikan, Dinas Bina Marga juga menyiapkan program monitoring rutin untuk memastikan tidak ada kejadian serupa yang terulang. Mereka mengatakan bahwa pihaknya telah mengadakan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan kejadian pencurian kabel. “Kerja sama antara Bina Marga dan pihak berwajib sangat penting dalam mengatasi masalah keamanan di lingkungan publik,” tutur tim inspeksi.

Perbaikan trotoar di Jalan Jampea juga menjadi momentum bagi pemerintah setempat untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan pengelolaan infrastruktur. Dinas Bina Marga menyatakan bahwa mereka akan memperkenalkan metode pengamanan baru, seperti penggunaan material lebih tahan lama dan pemasangan sensor kebocoran. “Ini adalah langkah nyata untuk mengurangi risiko kehilangan aset dan meningkatkan kualitas jalan umum di Jakarta Utara,” tambah mereka.

Dengan adanya perbaikan ini, trotoar di Koja kini dapat digunakan kembali secara maksimal oleh warga. Namun, kejadian pencurian kabel PJU tetap menjadi peringatan bahwa pengelolaan infrastruktur harus lebih baik lagi. Dinas Bina M