Topics Covered: Saat Trump Salah Sebut: Iran Jadi Jepang, Zelensky Jadi Putin

Topics Covered: Trump Salah Sebut Iran Jadi Jepang

Topics Covered – Momen tak terduga terjadi saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump keliru menyebut nama negara Iran dalam sebuah konferensi pers resmi. Alih-alih menyebut Iran, sang presiden justru menyebutnya sebagai “Republik Islam Jepang”. Kejadian ini menjadi sorotan media internasional karena kekeliruan yang cukup mencolok dan lucu.

Konferensi pers tersebut berlangsung pada Rabu (8/7/2026) di sela-sela pertemuan puncak NATO yang diadakan di Ankara, Turki. Dalam acara yang sama, Trump bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Topics Covered mencatat bahwa keduanya berdiskusi mengenai berbagai isu geopolitik terkini. Namun, alih-alih fokus pada pembahasan serius, Trump justru membuat kesalahan yang cukup signifikan dalam penyebutan nama-nama penting.

Kekeliruan Pertama: Iran Menjadi Jepang

Trump memulai sesi konferensi pers dengan santai. Ia memuji kemampuan alutsista pertahanan Amerika Serikat yang dianggapnya sangat canggih. Kemudian, sang presiden mengungkit kembali peristiwa yang terjadi beberapa bulan sebelumnya. Ia menyebut adanya serangan terhadap kapal induk USS Abraham Lincoln.

“Kami memiliki kapal induk yang merupakan salah satu yang terindah di dunia, salah satu yang terbesar, yaitu (USS) Abraham Lincoln,” ujar Trump yang saat ini berusia 80 tahun.

Setelah itu, Trump melanjutkan penjelasannya dengan menyebutkan jumlah rudal yang menyerang kapal tersebut. Namun, dalam penyebutannya, ia keliru menyebut Iran sebagai Jepang. Topics Covered mencatat bahwa kesalahan ini menjadi viral di media sosial.

“Dan beberapa bulan lalu, kami, saya sudah menceritakan hal ini kemarin, kami menghadapi 111 rudal yang ditembakkan oleh Republik Islam Jepang,” kata Trump.

Trump sebenarnya bermaksud menyebut “Republik Islam Iran”, namun lidahnya tergelincir sehingga menyebut Jepang. Ia menjelaskan bahwa rudal-rudal tersebut ditembakkan ke arah kapal induk dalam kurun waktu satu jam. Semua rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan.

“Rudal-rudal itu ditembakkan ke arah kapal induk dalam kurun waktu sekitar satu jam. Sebanyak 111 rudal mengarah ke kapal yang sangat mahal harganya, dan setiap rudal itu berhasil ditembak jatuh, sebagian besar oleh Patriot, namun juga dengan cara-cara lainnya,” jelas Trump.

Sejarah Hubungan AS-Jepang

Kekeliruan Trump menjadi semakin menarik ketika mengingat sejarah hubungan antara Amerika Serikat dan Jepang. Meskipun Angkatan Bersenjata Jepang pernah menjadi ancaman serius bagi kapal-kapal induk AS selama Perang Dunia II, kedua negara kini merupakan sekutu dekat. Topics Covered menjelaskan bahwa hubungan erat ini telah terjalin sejak kekalahan Jepang dalam perang tersebut dan terus bertahan hingga saat ini.

Tokyo tidak pernah lagi melancarkan serangan terhadap Washington selama hampir satu abad. Oleh karena itu, penyebutan Jepang sebagai pihak yang menyerang USS Abraham Lincoln menjadi cukup mengejutkan bagi para hadirin.

Zelensky Disamakan dengan Putin

Tidak berhenti di situ, Trump kembali membuat kesalahan yang sama beberapa saat kemudian. Dalam sesi yang sama, ia secara keliru menyebut nama Zelensky sebagai Vladimir Putin. Saat bertanya kepada wartawan, Trump menanyakan apakah mereka memiliki “pertanyaan untuk Presiden Putin”. Topics Covered mencatat bahwa kesalahan ini langsung memancing gelak tawa di ruangan tersebut.

Zelensky, yang duduk tepat di sebelah Trump, tampak tersenyum. Trump pun berusaha memperbaiki situasi dengan mengulangi pertanyaannya sembari berseloroh bahwa dirinya akan menyampaikan pertanyaan wartawan kepada pemimpin Rusia tersebut.

Perlu dicatat bahwa Putin merupakan musuh bebuyutan Zelensky. Hubungan antara kedua pemimpin tersebut tegang akibat konflik yang terjadi di Ukraina. Oleh karena itu, penyebutan Zelensky sebagai Putin menjadi kesalahan yang cukup mencolok.

Konteks Gencatan Senjata dengan Iran

Insiden salah ucap ini terjadi beberapa jam setelah Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran sudah berakhir. Pengumuman tersebut menyusul aksi saling serang kembali antara kedua negara. Militer AS menggempur puluhan target Iran untuk membalas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz. Serangan tersebut diyakini didalangi oleh Teheran.

Dalam sesi terpisah di KTT NATO, Trump menyebut para pemimpin Iran sebagai “sampah”. Ia juga bersumpah bahwa AS “kemungkinan akan kembali menghantam Iran dengan keras malam ini”. Selain itu, Trump menyebut Iran dipimpin oleh “orang-orang sakit”. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi.

Kesalahan-kesalahan Trump dalam konferensi pers tersebut menjadi sorotan media internasional. Meskipun merupakan kesalahan kecil, penyebutan nama-nama penting yang keliru dapat menimbulkan kebingungan. Topics Covered menambahkan bahwa Trump tampaknya tidak terlalu memedulikan kesalahan tersebut dan tetap melanjutkan pembicaraannya dengan santai.