Tanah Abang Digerebek Polisi Lagi – 5 Orang Ditangkap Terkait Narkoba
Table of Contents
Tanah Abang Digerebek Polisi Lagi, 5 Orang Ditangkap Terkait Narkoba
Kembali, polisi melakukan penyergapan di area Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus). Lima individu yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika berhasil diamankan oleh petugas bersama dengan barang bukti yang relevan.
“Kami menindaklanjuti laporan yang beredar di media sosial terkait kemungkinan adanya aktivitas narkoba di kawasan ini. Tim kami bergerak cepat untuk menyelidiki dan menangkap pelaku,” jelas Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung, Selasa (28/4/2026).
Aksi penyergapan dilakukan oleh Tim Satuan Resnarkoba Polres Metro Jakpus di Jalan Jati Bunder Dalam, RT 02/14, Kelurahan Jati Bunder, Kebon Melati, Tanah Abang. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (26/4) sekitar pukul 22.00 WIB. Lima tersangka yang tertangkap memiliki inisial BS, AS, RS, BHP, dan HB.
Kapolres menegaskan bahwa operasi ini adalah respons terhadap laporan masyarakat yang viral di Instagram dan TikTok. Ia menyatakan bahwa para petugas telah melakukan pengawasan dan observasi sebelum menindaklanjuti informasi tersebut.
Pelaksanaan aksi penyergapan dimulai dengan penelusuran intensif terhadap titik-titik yang diduga menjadi pusat transaksi narkoba. Setelah berhasil mengidentifikasi lokasi, petugas langsung melakukan penyisiran untuk mengamankan para pelaku.
Dari penyisiran tersebut, barang bukti yang disita mencakup 11 paket sabu dengan berat total 18,57 gram, 14 alat hisap, 12 cangklong, serta puluhan korek api modifikasi. Selain itu, beberapa botol yang digunakan dalam konsumsi sabu juga berhasil diamankan.
“Barang bukti yang kami temukan memberi indikasi kuat bahwa lokasi ini merupakan tempat penyalahgunaan narkoba sekaligus pusat distribusi,” ujar Kapolres dalam wawancara terpisah.
Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakpus, AKBP Wisnu Setiyawan Kuncoro, menambahkan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap jaringan penyalahgunaan narkoba yang lebih luas. Ia menyebutkan bahwa tim sedang memperluas investigasi untuk menemukan sumber pemasok dan mitra kerja dari para pelaku.
Sebelumnya, Sembilan Orang Pesta Narkoba di Pinggir Rel
Dalam operasi sebelumnya, polisi menangkap sembilan orang yang sedang berpesta sabu di pinggir rel kereta api, Kebon Melati, Tanah Abang. Pada Jumat (24/4), para pelaku ditemukan sedang melakukan aktivitas mencurigakan.
“Penindakan dilakukan di area rel kereta api, Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung dalam pernyataan resmi, Minggu (26/4).
Delapan tersangka berinisial AF, P, A, AFZ, NK, S, AF, dan F. Dua dari mereka terbukti sedang menggunakan sabu saat petugas tiba di lokasi. Dari penyisiran, petugas juga menyita satu paket sabu berat 0,18 gram, sejumlah alat hisap, serta beberapa unit ponsel.
Operasi ini bermula dari laporan warga yang mengamati aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. Tim Opsnal Subnit Narkoba Polsek Metro Tanah Abang langsung bergerak untuk menangani kasus tersebut.
Upaya Pemberantasan Narkoba Terus Berlanjut
Saat ini, para pelaku dari kedua operasi telah diperiksa di Polres Metro Jakarta Pusat. Petugas juga melakukan tes urine untuk mengetahui apakah mereka terbukti menggunakan narkoba. Hasil tes tersebut akan digunakan sebagai dasar pemberian hukuman berdasarkan Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.
Di samping itu, barang bukti sabu dan alat isap telah dikirim ke laboratorium untuk dilakukan uji lebih lanjut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa barang yang diamankan memenuhi standar bukti penindakan narkoba.
Kapolres menegaskan bahwa operasi kali ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menekan penggunaan narkoba di wilayah DKI Jakarta. “Kami tidak berhenti sampai di sini. Kami terus memperluas jaringan untuk mengungkap pelaku lainnya,” imbuhnya.
Pengawasan dan Keterlibatan Masyarakat
Penggerebekan yang dilakukan di Tanah Abang menunjukkan bahwa polisi aktif mengawasi aktivitas narkoba di lingkungan sekitar. Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kejadian mencurigakan terkait narkoba melalui call center 110. Dengan adanya laporan dari warga, operasi seperti ini bisa lebih cepat dilakukan.
Menurut AKP Erlyn Sumantri, Kasi Humas Polres Jakpus, para pelaku dari dua operasi yang berbeda telah diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. “Ini bentuk respons cepat kami terhadap informasi yang masuk. Kami terus memantau area tersebut agar tidak ada aktivitas penyalahgunaan narkoba yang terlewat,” katanya.
Operasi penggerebekan di Tanah Abang menegaskan bahwa kawasan ini tetap menjadi pusat kegiatan narkoba. Dengan dua kali aksi penyergapan dalam waktu dekat, kepolisian menunjukkan keberhasilan dalam mengungkap keberadaan pelaku yang beroperasi di wilayah tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, jumlah penangkapan terkait narkoba di Tanah Abang terus meningkat. Kapolres menuturkan bahwa polisi berupaya menekan penggunaan dan peredaran narkoba melalui penyisiran rutin di area rawan.
Para pelaku dari dua operasi tersebut berada dalam perawatan di Polres Metro Jakpus sambil menunggu hasil pemeriksaan. Pengungkapan terus berlanjut, dengan tujuan menangkap lebih banyak pelaku dan menghentikan rantai distribusi narkoba di kawasan tersebut.
Langkah Nyata dalam Pemberantasan Narkoba
Kapolres Metro Jakpus, Kombes Reynold Hutagalung, menegaskan bahwa operasi penyergapan ini bukanlah kejadian pertama di Tanah Abang. Ia menyebutkan bahwa kepolisian telah menangani beberapa kasus narkoba di kawasan tersebut dalam waktu terdekat.
Dalam operasi terbaru, petugas bergerak cepat setelah menerima informasi dari masyarakat. Langkah ini menunjukkan bahwa kepolisian berupaya menindaklanjuti laporan publik secara aktif. “Kami yakin dengan langkah ini, kita bisa memberikan efek jera terhadap para pelaku dan mengurangi konsumsi narkoba di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Penggerebekan di Tanah Abang pada Minggu (26/4) berdampak signifikan terhadap keberadaan para pelaku. Sejumlah barang bukti yang diamankan mencerminkan tingkat kegiatan transaksi narkoba yang tinggi di wilayah tersebut. Petugas juga menemukan bukti bahwa sabu diproduksi dan disimpan di lokasi yang strategis.
Menurut AKBP Wisnu Setiyawan Kuncoro, tim Sat Resnarkoba masih memperkuat investigasi untuk mengetahui lebih jauh tentang alur distribusi sabu di Tanah Abang. “Kami ingin menutup jaringan penyalahgunaan narkoba secara utuh, tidak hanya menangkap pelaku yang terlibat langsung,” katanya.
Dengan pengungkapan yang terus berlangsung, kepolisian berharap masyarakat lebih waspada terhadap aktivitas narkoba. Penyergapan terakhir di kawasan ini menjadi contoh nyata bahwa keberhasilan dalam pemberantasan narkoba bergantung pada kerja sama dan keterlibatan warga.
