Sudah 17,5 Jam Kebakaran Pabrik di Jakbar Belum Padam – 3 Orang Terluka
Table of Contents
Sudah 17,5 Jam Kebakaran Pabrik di Jakbar Belum Padam, 3 Orang Terluka
Sudah 17 5 Jam Kebakaran Pabrik – Kebakaran yang menggerogoti sebuah pabrik di wilayah Jakarta Barat telah berlangsung selama lebih dari 17 jam, dengan status pemadaman masih dalam proses. Hingga pagi hari ini, Selasa (19/5/2026), petugas pemadam kebakaran (damkar) terus berupaya mengendalikan api di lokasi tersebut. Tidak hanya itu, tiga korban yang terluka juga masih dalam perawatan, menurut informasi dari Kasiops Sudin Gulkarmat Jakbar, Saiful Kahfi, yang memberikan keterangan kepada wartawan.
Detil Korban Luka
Saiful menjelaskan bahwa dalam kejadian ini, dua petugas damkar dan satu warga sipil terkena cedera. Jumlah korban yang terluka ringan ini menambah kekhawatiran warga sekitar terhadap keberlanjutan operasi pemadaman. Berdasarkan laporan, terdapat tiga korban yang masing-masing mengalami kondisi berbeda. Satu di antaranya adalah anggota relawan damkar dari Kedaung, Yoga, yang mengalami sesak nafas. Ia kemudian dirawat di RS Sumber Waras. Sementara itu, seorang anggota ASN (Aparatur Sipil Negara) di Sektor Grogol Petamburan, Lukmanul Hakim, mengalami kontak langsung dengan nozzle pemadam yang menyemprotkan air ke mata. Ia sudah dilarikan ke RSCM untuk perawatan lebih lanjut. Korban ketiga adalah anggota PJLP (Pegawai Jangka Pendek Lapangan) di Grogol Petamburan, Ahmad Sumantri, yang juga terkena semprotan nozzle di mata.
Proses Pemadaman yang Berlangsung
Kebakaran di pabrik tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 14.23 WIB kemarin. Awalnya, api membesar di dalam gudang penyimpanan yang berisi kardus dan plastik. Setelah beberapa waktu, seorang karyawan yang sedang bekerja baru menyadari kobaran api dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada sekuriti. Karyawan tersebut juga mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam ringan (apar) sebelum meminta bantuan dari tim pemadam kebakaran.
Damkar mulai bertindak setelah menerima laporan pada pukul 16.20 WIB kemarin sore. Proses pemadaman dimulai secara intensif, dengan sejumlah besar personel dan peralatan yang dikerahkan. Sejauh ini, pihak kepolisian dan damkar masih berjuang memastikan api benar-benar padam. Saiful mengungkapkan bahwa saat ini status pemadaman berada dalam tahap kuning, yang menunjukkan bahwa api masih berada dalam kondisi terkendali, tetapi belum sepenuhnya hilang.
Upaya Mengejar Titik Api
Hingga pukul 08.00 WIB pagi hari ini, 27 unit mobil pemadam dan 135 personel masih bekerja keras di lokasi. Tim damkar terus mengirimkan air ke titik-titik api yang terus berkobar, guna menekan intensitas api dan mencegah penyebaran ke area sekitar. Kebakaran yang telah menghanguskan sekitar 1000 meter persegi tersebut masih memerlukan waktu untuk sepenuhnya dikuasai. Saiful mengatakan, meski proses pendinginan sudah berjalan cukup lama, api masih bisa menyala kembali jika tidak diatasi secara tepat.
Menurut Saiful, luas area yang terkena kebakaran tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis material yang terbakar dan kondisi angin. Ia menambahkan bahwa kebakaran ini merupakan tantangan berat karena lokasi pabrik berada di daerah yang cukup padat. Namun, berkat koordinasi yang baik antara tim damkar dan unit lainnya, upaya pemadaman tetap berjalan stabil.
Penyebab Awal Kebakaran
Kebakaran awalnya diduga terjadi karena karyawan tidak sengaja memicu api di gudang penyimpanan. Saiful menjelaskan bahwa sebelum melapor ke damkar, karyawan tersebut telah mencoba mengendalikan api dengan apar. Meski begitu, kobaran api tidak kunjung redup dan membutuhkan intervensi profesional. Dalam proses pemadaman, beberapa anggota damkar juga mengalami risiko kesehatan, seperti sesak nafas, akibat paparan asap dan kondisi lingkungan yang berubah drastis.
Menurut keterangan Saiful, api yang membesar di dalam gudang menyebabkan kepanikan di antara pekerja. Beberapa dari mereka terpaksa meninggalkan lokasi karena kondisi yang memburuk. Meski demikian, tidak semua karyawan berhasil mengungsi, sehingga memberikan risiko tambahan bagi keselamatan manusia. Tim pemadam juga menghadapi tantangan dalam mengakses area tertentu karena kepadatan arus lalu lintas dan hambatan struktur bangunan yang rapuh akibat panas.
Update Terkini
Sebagai informasi tambahan, Saiful menyebutkan bahwa sejak dini hari kemarin, operasi pemadaman tidak henti dilakukan. Tim damkar juga terus mengecek titik-titik api yang mungkin masih menyala, terutama di bagian-bagian yang lebih sulit dijangkau. “Kita sedang fokus pada pendinginan total, agar tidak ada risiko kebakaran berulang,” ujarnya.
Di sisi lain, warga sekitar terus memantau perkembangan kebakaran. Beberapa di antaranya melaporkan bahwa asap yang memancar dari pabrik menyebabkan gangguan penglihatan dan aroma yang menyengat. Meski begitu, kondisi di sekitar pabrik masih terkendali, dan tidak terjadi gangguan besar terhadap lingkungan sekitar. Pemadaman kebakaran diperkirakan akan memakan waktu hingga beberapa hari ke depan, tergantung pada kondisi material yang tersisa di lokasi.
Dalam upaya penanganan darurat, pihak kepolisian juga memberikan dukungan logistik dan pengawasan terhadap proses pemadaman. Mereka memastikan bahwa area sekitar tidak terjadi kerumunan yang bisa memicu risiko tertambatnya api ke daerah lain. Saiful menegaskan bahwa tim damkar terus berkoordinasi dengan pihak lain, termasuk warga dan pekerja, untuk memastikan keselamatan dan keberhasilan operasi pemadaman.
Saksikan Live DetikPagi: Kebakaran pabrik Jakarta Barat masih menjadi sorotan publik, dengan upaya pemadaman yang tidak kunjung selesai. Setiap langkah yang diambil oleh petugas damkar menjadi perhatian utama, terutama karena dampaknya yang bisa terasa hingga ke sekitar wilayah. Situasi ini juga mengingatkan kembali pentingnya kecepatan dalam respons darurat dan persiapan evakuasi yang memadai.
