Table of Contents
Menteri PKP Tinjau Proyek HWB Purwakarta, Perumahan Terjangkau Jadi Model Nasional
Purwakarta menjadi tempat kunjungan langsung Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait untuk melihat proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) yang dinilai sebagai contoh nasional perumahan terjangkau. Proyek ini bertujuan memberikan akses hunian berkualitas dengan biaya rendah bagi masyarakat luas, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan mempercepat mobilitas sosial.
“Ini merupakan langkah strategis yang berdampak besar. Rumah berkualitas dengan harga terjangkau seperti ini menjadi kunci untuk memperluas akses kepemilikan hunian. Proyek ini tidak hanya tentang tempat tinggal, tetapi juga tentang masa depan dan martabat masyarakat,” Sirait mengatakan di Purwakarta, Selasa.
Unit perumahan satu kamar tidur dijual mulai Rp98 juta, sementara dua kamar tidur harganya mulai Rp115 juta. Keduanya lebih murah dibandingkan harga rumah subsidi FLPP yang biasanya di atas Rp160 juta. Selain itu, proyek ini menyediakan skema pembiayaan yang ringan, sekitar Rp500 ribu per bulan. Untuk tahap awal, cicilan untuk unit satu kamar bisa sekitar Rp170 ribu per bulan selama 15 bulan pertama.
Proyek yang mulai dikembangkan sejak Juli 2025 resmi diluncurkan pada Maret 2026 melalui skema pre-selling. Dalam waktu singkat, lebih dari 1.500 unit telah terjual, menjadikannya model yang bisa diadopsi secara nasional untuk mendukung percepatan program perumahan pemerintah.
Kolaborasi Menciptakan Dampak Ekonomi
Purwakarta dinilai strategis karena terletak di antara Jakarta dan Bandung, serta dikelilingi kawasan industri yang menyediakan ribuan pabrik. Tingginya permintaan hunian bagi pekerja menjadi salah satu alasan proyek ini hadir. Investasi senilai Rp1,5 triliun ini diprediksi menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja pada pertengahan 2026. Kebanyakan material dan tenaga kerja berasal dari wilayah Jawa Barat, memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Purwakarta siap menjadi contoh pembangunan perumahan yang berfokus pada kebutuhan masyarakat. “Ini adalah pembangunan yang tidak hanya membangun rumah, tetapi membangun kehidupan dan masa depan masyarakat Jawa Barat,” katanya.
Dukungan dari Pemimpin Lokal
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau akrab disapa Om Zein menyampaikan dukungan penuh terhadap proyek ini. “Ini membawa manfaat nyata, seperti lapangan kerja, investasi, dan harapan baru bagi masyarakat Purwakarta,” ujarnya.
Proyek ini tercipta dari sinergi antara pengembang HWB Group, Lippo Cikarang, dan pengusaha lokal Iwang Prejadi. Ketut Wijaya dari Lippo Cikarang menilai kolaborasi ini sebagai model kemitraan yang berdampak luas. “Kami bangga dapat berkontribusi dalam menghadirkan solusi perumahan yang nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Iwang Prejadi juga mengaku bersyukur atas kepercayaan dan dukungan dari pemerintah pusat, daerah, serta mitra strategis. “Ini adalah kesempatan bagi kami untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” katanya.
Masyarakat Antusias dengan Proyek Ini
Respon positif juga datang dari masyarakat. Ina Tiya, pekerja pabrik, mengungkapkan kejutan karena bisa memiliki rumah sendiri dengan harga terjangkau. Hal serupa disampaikan Sunarsih dan Talita Yulia Fadila yang melihat proyek ini sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas hidup.
