Special Plan: Huntap 1.133 Unit Mulai Dibangun untuk Penyintas Bencana Padangsidimpuan
Table of Contents
Special Plan: Huntap 1.133 Unit untuk Penyintas Padangsidimpuan
Special Plan – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) terus melakukan akselerasi pemulihan permanen bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera Utara. Salah satu wujud komitmen dalam Special Plan tersebut adalah peletakan batu pertama proyek hunian tetap di Kelurahan Pijorkoling, Kota Padangsidimpuan, pada hari Selasa tanggal 14 Juli 2026. Langkah ini menjadi tonggak awal dalam menyediakan kawasan permukiman yang aman, layak, dan berkelanjutan bagi para penyintas bencana.
Upacara peletakan batu pertama dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I Satgas PRR yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon. Kedatangan beliau disambut hangat oleh Pemerintah Kota Padangsidimpuan melalui prosesi adat Angkola yang khas. Prosesi tersebut mencakup penyematan ulos serta tarian tor-tor sebagai bentuk penghormatan dan simbol semangat kebersamaan dalam membangun kembali kehidupan masyarakat pascabencana.
Target dan Alokasi Lahan dalam Special Plan
Pada tahap awal pembangunan, target yang ditetapkan adalah penyelesaian sebanyak 200 unit hunian tetap hingga akhir tahun 2026. Kawasan ini merupakan bagian integral dari pengembangan permukiman terpadu yang berlokasi di atas lahan seluas 27 hektare milik PTPN IV. Lahan tersebut telah disiapkan secara matang untuk mendukung proses relokasi masyarakat terdampak secara berkelanjutan sesuai Special Plan yang telah dirumuskan.
Richard menjelaskan bahwa berdasarkan rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi, kawasan ini dirancang tidak hanya untuk menyediakan rumah tinggal, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang nyaman dan mendukung aktivitas masyarakat. Dari total 27 hektare lahan yang disiapkan, sekitar 15 hektare dialokasikan untuk kawasan hunian, 7,5 hektare untuk fasilitas umum dan jalan utama, serta 4,5 hektare sebagai ruang terbuka hijau. Implementasi Special Plan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat.
“Satgas PRR terus mengomunikasikan dan mengoordinasikan seluruh kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah mulai dari tingkat provinsi, kabupaten hingga kota. Atas dukungan dan perhatian Bapak Presiden Republik Indonesia, Satgas PRR terus menindaklanjuti percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat terdampak segera memperoleh hunian yang layak,” ujar Richard dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).
Melalui koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat, Satgas PRR memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan selaras, mulai dari penyediaan lahan, pembangunan rumah, hingga penyiapan infrastruktur pendukung kawasan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemulihan yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan berorientasi pada keberlanjutan. Special Plan ini juga mencakup aspek-aspek penting seperti kesiapan bencana dan pengembangan ekonomi lokal.
Kapasitas Hunian dan Tim Pendukung Special Plan
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Padangsidimpuan Abdul Rahman Nasution mengatakan, kawasan relokasi tersebut dirancang untuk menampung 1.133 kepala keluarga terdampak bencana. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) hingga seluruh kebutuhan hunian masyarakat dapat terpenuhi. Program ini merupakan bagian dari Special Plan nasional untuk menangani dampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.
“Berdasarkan perencanaan yang komprehensif, kawasan ini akan dibangun sebanyak 1.133 unit rumah yang diperuntukkan bagi 1.133 kepala keluarga terdampak banjir di Kota Padangsidimpuan,” kata Abdul Rahman.
Dalam groundbreaking huntap di Kota Padangsidimpuan, Richard turut didampingi Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Rony Ariuly Hutahayan, Direktur Bina Teknik Perumahan dan Kawasan Permukiman Kementerian PKP Syamsiar Nurhayadi, Direktur Pembangunan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum Gatot Sukmara, serta Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial Maryani Mansur.
Hadir juga sejumlah unsur Posko Nasional Satgas PRR diantaranya Marsda TNI M. Nurdin, Marsma TNI Ridha Hermawan, Brigjen TNI Andre Julian, Brigjen TNI Fadjar Cahyono, Kolonel Inf Tamimi Hendra Kesuma, dan Kolonel Inf Riski Marlon. Kehadiran mereka menunjukkan tingkat kepentingan tinggi dari pemerintah pusat dalam memastikan keberhasilan program hunian tetap ini bagi masyarakat Padangsidimpuan. Melalui Special Plan ini, pemerintah berkomitmen untuk memberikan solusi jangka panjang bagi para penyintas bencana.
