Sopir Taksi Terlibat Kecelakaan Kereta di Bekasi Diamankan Polisi

Sopir Taksi Terlibat Kecelakaan Kereta di Bekasi Diamankan Polisi

Sopir Taksi Terlibat Kecelakaan Kereta di Bekasi – Kecelakaan maut antara kereta api jarak jauh dan Kereta Ringan (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, menewaskan 15 korban dan melukai puluhan orang. Kecelakaan tersebut diduga berawal dari tabrakan KRL yang sedang berhenti akibat tertabrak taksi Green SM. Sopir taksi beruntung selamat setelah terlibat dalam insiden tersebut dan sekarang telah ditahan oleh petugas kepolisian.

“Sopir taksi berhasil selamat,” kata Kompol Sandhi Wiedyanoe, Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, saat dihubungi pada Selasa (28/4/2026).

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa mengerikan ini terjadi pada Senin (27/4) malam. Lokasi kejadian berada di perlintasan stasiun yang biasanya ramai, sehingga menimbulkan kekacauan yang signifikan. Petugas kepolisian langsung bergerak untuk mengamankan saksi dan melakukan penyelidikan terhadap penyebab insiden tersebut.

Sopir taksi saat ini telah ditahan di Polres Metro Bekasi Kota untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Pihak berwajib menjelaskan bahwa investigasi akan memfokuskan pada kondisi KRL saat tabrakan terjadi serta peran sopir taksi dalam kecelakaan ini. “Kita masih menelusuri detail kejadian, termasuk bagaimana KRL dapat terguling akibat kontak dengan kendaraan bermotor,” tambah Sandhi.

Kecelakaan tersebut terjadi ketika KRL yang tertabrak sedang berhenti di perlintasan stasiun. Penyebab tabrakan diperkirakan berkaitan dengan adanya kendaraan lain yang melintas saat kereta tidak bergerak. Tabrakan keras yang terjadi akhirnya menyebabkan gerbong khusus wanita yang berada di belakang terlempar dan ditembus oleh KA Argo Bromo. Akibatnya, kondisi gerbong tersebut hancur dan mengakibatkan korban meninggal.

Berdasarkan laporan petugas penyelamat, seluruh korban yang dievakuasi terdiri dari individu perempuan. “100 persen korban yang berhasil dievakuasi adalah perempuan,” kata Mayjen TNI M Syafii, Kabasarnas, saat diwawancarai terpisah. Evakuasi dilakukan secara cepat oleh tim SAR yang langsung mengerahkan tenaga terbaiknya. Proses itu selesai pada pukul 08.00 WIB, setelah semua korban dikeluarkan dari gerbong yang rusak.

“Kita telah menyelesaikan tugas penyelamatan dengan baik, meski situasi di lapangan cukup rumit,” tambah Syafii.

Sebagai informasi tambahan, Stasiun Bekasi Timur merupakan salah satu titik transit penting bagi para penumpang yang menggunakan layanan transportasi umum. Kecelakaan ini berdampak signifikan terhadap alur lalu lintas di sekitar stasiun, dengan beberapa jalur keberangkatan terganggu sementara waktu. Petugas kepolisian dan tim penyelamat terus berkoordinasi untuk memastikan tidak ada korban lain yang terlewat dalam proses evakuasi.

Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan, tetapi dugaan awal menyebutkan bahwa taksi yang melintas di perlintasan mungkin tidak menghormati tanda berhenti atau tidak memperhatikan kondisi KRL. KRL yang tertabrak terlebih dahulu berhenti karena terjadi tabrakan dengan taksi lain di depannya, sehingga menimbulkan kekacauan yang berdampak pada gerbong yang berikutnya.

“Adanya tabrakan awal antara taksi dan KRL membuat situasi menjadi kritis, sehingga kereta yang berjalan di belakangnya tidak bisa menghindar tepat waktu,” jelas Sandhi.

Proses evakuasi berjalan lancar meski membutuhkan waktu cukup lama. Tim SAR menggunakan peralatan khusus untuk membuka bagian gerbong yang rusak dan mengevakuasi korban secara satu per satu. Mayjen Syafii menambahkan bahwa seluruh anggota tim SAR telah kembali ke pos masing-masing setelah selesai menyelesaikan tugasnya. “Korban yang dievakuasi semua dalam kondisi stabil dan sudah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut,” tutur dia.

Sejauh ini, total korban tewas akibat kecelakaan mencapai 15 orang. Sementara itu, jumlah korban luka masih dalam penghitungan, dengan beberapa luka parah yang membutuhkan perawatan intensif. Kecelakaan ini menjadi peringatan penting bagi pengemudi kendaraan bermotor dan penumpang yang menggunakan jalur perlintasan stasiun. Menurut Sandhi, pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sopir taksi serta mengumpulkan bukti-bukti untuk menentukan tanggung jawab penuh dalam insiden ini.

Dalam keterangannya, Mayjen Syafii mengatakan bahwa peristiwa ini memicu reaksi cepat dari tim SAR dan petugas lalu lintas. “Kita langsung mengirimkan mobil derek dan unit khusus untuk menstabilkan situasi di lokasi kejadian,” imbuhnya. Selain itu, pihak kepolisian juga berencana untuk melakukan investigasi terhadap pengendara taksi serta menjelaskan kelalaian dalam pengemudiannya.

Penyelidikan juga akan mencakup kondisi perlintasan saat kecelakaan terjadi. Petugas menilai bahwa perlintasan yang tidak dilengkapi dengan tanda peringatan atau lampu lalu lintas mungkin menjadi salah satu faktor penyebab insiden. “Kita sedang memeriksa sistem perlintasan serta kondisi lingkungan sekitar untuk memastikan penyebab utama,” ujar Sandhi.

Sebagai langkah pencegahan, Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri juga mengimbau pengguna jasa transportasi untuk lebih waspada saat melintas di area perlintasan. Terlebih di waktu malam hari, visibilitas yang rendah dan kepadatan lalu lintas bisa meningkatkan risiko terjadi kecelakaan. “Harus ada kesadaran dari semua pihak untuk menjaga keselamatan di jalan raya dan jalur kereta api,” lanjut Sandhi.

Dalam rangka memperkuat investigasi, pihak kepolisian juga bekerja sama dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Badan Penyelenggara Jalan Raya (BPJR) untuk memeriksa rekaman CCTV dan menyelidiki kecepatan serta arah kendaraan saat kejadian. “Kita berharap dengan bantuan rekaman ini, kita bisa memperjelas kronologi kejadian dan menemukan penyebab pasti,” kata Sandhi.