Solving Problems: Sopir Bus Sekolah Diperiksa Usai Kecelakaan Tewaskan Siswi di Jaksel

Penyelidikan Kecelakaan Bus Sekolah di Jaksel Berlanjut Setelah Siswi Kelas X Tewas

Solving Problems – Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian siswi kelas X dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Jakarta, berinisial NAEP, terjadi di area Jakarta Selatan (Jaksel). Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, kecelakaan tersebut menyebabkan korban meninggal dunia setelah terjatuh dari sepeda motor yang ditumpanginya. Sopir bus sekolah menjadi salah satu saksi yang diperiksa sebagai bagian dari investigasi.

Proses Pemeriksaan dan Evakuasi

Petugas polisi, Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi, mengungkapkan bahwa pengemudi bus sekolah telah diperiksa sebagai upaya untuk menemukan penyebab kecelakaan. “Pengemudi mobil sudah diperiksa,” tutur Joko, seperti dilansir Antara, Kamis (18/6/2026).

Kecelakaan terjadi di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jaksel, sekitar pukul 05.30 WIB. Menurut Joko, kendaraan dan pengemudi bus sekolah telah diamankan di Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Korban dan Latar Belakang Kecelakaan

Menurut informasi yang tersedia, kecelakaan melibatkan dua korban. Satu di antaranya meninggal dunia, sementara yang lain mengalami luka. Korban luka, berinisial DJ, merupakan ayah dari korban yang tewas, NAEP, dan sedang dirawat di rumah sakit.

“Namun pengemudi sepeda motor masih dalam perawatan di rumah sakit karena ada luka juga,” kata Joko.

Kasie Humas juga menyebutkan bahwa penyebab pasti kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan. “Masih ada kemungkinan penyebab lain yang diperiksa, seperti kondisi jalan atau kecepatan kendaraan,” tambahnya.

Kronologi Peristiwa

Camat Kebayoran Baru, Rachmat Mulyadi, menjelaskan bahwa kejadian berawal saat korban NAEP diantar ke sekolah oleh ayahnya, DJ. “Ketika melewati Jalan Lauser, persis di depan taman, ada kabel yang melintang, agak menjorok ke jalan, sehingga setang motor pengendara tersebut jadi nyangkut, kemudian oleng, sehingga jatuh, dan pada saat jatuh itu, yang dibonceng menjadi korban meninggal dunia,” papar Rachmat.

Dalam kejadian tersebut, DJ mengendarai sepeda motor berboncengan dengan putrinya, NAEP, untuk mengantarkan ke sekolah. “Awal kejadian itu pagi hari sekitar jam 05.30 WIB. Kebetulan, bertempat tinggal di daerah Ciledug, mengantar anak sekolah,” kata Rachmat.

Koordinasi dan Upaya Pemulihan

Petugas kecamatan, bersama Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, telah melakukan tindakan evakuasi dan pemulihan situasi setelah kecelakaan terjadi. Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jaksel untuk menangani dampak kejadian, termasuk mencopot kabel yang menghalangi lalu lintas.

“Untuk masalah selanjutnya, disinyalir di belakang, katanya juga bersenggolan dengan bus sekolah. Untuk laka lantas (kecelakaan lalu lintas) sudah ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan,” ungkap Rachmat.

Menurut laporan Rachmat, kecelakaan terjadi akibat setang motor korban tertangkap oleh kabel yang menjorok ke badan jalan. “Kabel tersebut melintang di tengah Jalan Lauser, sehingga kendaraan oleng dan pengendaranya terjatuh,” jelasnya.

Dukungan dan Persiapan untuk Kebutuhan Keluarga

Kecelakaan yang menewaskan siswi ini menyebabkan keluarga korban mengalami trauma dan kehilangan. “Terkait penanganan dan pemberian santunan, saat ini kami masih menunggu konfirmasi dan arahan lebih lanjut dari pimpinan,” ujar Rachmat.

Dalam upaya memberikan bantuan, pihak kecamatan juga berupaya memastikan kesejahteraan keluarga korban. “Kami berharap peristiwa ini tidak terulang di masa depan,” tambah Rachmat.

Analisis Penyebab dan Langkah Selanjutnya

Rachmat Mulyadi menekankan bahwa proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap akar masalah kecelakaan. “Pihak kepolisian sedang memeriksa kondisi jalan, kecepatan bus, dan kondisi motor korban,” katanya.

Menurut informasi terkini, kabel yang menyebabkan kecelakaan telah diangkat dari Jalan Lauser. “Petugas melakukan pembersihan dan evakuasi untuk memastikan jalur lalu lintas kembali normal,” tambah Rachmat.

Penyelidikan terhadap kecelakaan ini juga melibatkan pengambilan data dari saksi-saksi dan alat bukti di lokasi. “Kami mencari tahu apakah ada faktor kesalahan teknis atau manusia yang menyebabkan kabel tersebut tidak terpasang dengan baik,” ujar Rachmat.

Kondisi Terkini dan Harapan

Sebagai langkah pencegahan, pihak kecamatan telah berdiskusi dengan pihak terkait untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi di masa depan. “Kami juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya waspada di area dengan kabel yang menggantung,” kata Rachmat.

Sementara itu, DJ, sebagai korban luka, masih dalam pemulihan. “Kondisi DJ stabil, tetapi membutuhkan perawatan intensif,” tambah sumber dari rumah sakit.

Reaksi dan Tanggung Jawab Pihak Terkait

Rachmat Mulyadi menyampaikan dukacita atas kejadian tersebut. “Kami menyayangkan kehilangan siswi yang sangat berpotensi,” katanya.

Dalam upaya mendukung keluarga korban, pihak kecamatan juga sedang menyiapkan bantuan finansial dan psikologis. “Kami akan memberikan bantuan selama proses penyelidikan berlangsung,” jelas Rachmat.

Dengan terus berjalannya investigasi, harapan besar ditemukan penyebab kecelakaan yang jelas. “Kami ingin memastikan kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” tutup Rachmat.

Dari semua lapisan, penanganan kecelakaan ini menunjukkan koordinasi yang baik antarinstansi. Dengan penambahan data dan informasi, proses penyelidikan diharapkan dapat segera memberikan jawaban tentang bagaimana kejadian yang mengakibatkan kematian siswi tersebut terjadi.

Kecelakaan di Jalan Lauser menjadi peringatan bagi masyarakat dan pihak pengelola jalan. “Kabel yang meng