Siswi SMP di Sumsel Tusuk Bu Guru SD Hingga Tewas karena Kepergok Mencuri
Table of Contents
Siswi SMP di Sumsel Tusuk Guru SD hingga Tewas karena Terkejut Ditemukan Mencuri
OKU Selatan, Sumatera Selatan
Siswi SMP di Sumsel Tusuk Bu Guru – Seorang siswi SMP di OKU Selatan, Sumatera Selatan, berhasil ditangkap oleh polisi setelah melakukan aksi kekerasan terhadap seorang guru SD. Motif tindakan YS (16), pelaku yang diketahui mengambil uang dari rumah korban Sri Khodijah (47), terungkap setelah penyelidikan menunjukkan bahwa kejadian ini dipicu oleh rasa takut pelaku saat kepergok mencuri. Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana menjelaskan bahwa YS melukai korban dengan pisau setelah kepergok sedang beraksi.
“Diduga ketakutan karena kepergok mencuri uang milik korban. Saat pelaku akan kabur, korban menutup pintu rumahnya dan saat bersamaan pelaku mengambil pisau serta menusuk perut korban satu kali,” ujarnya, dilansir detikSumbagsel, Kamis (18/6/2026).
Pelaku berinisial YS (16) ditemukan saat sedang berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian. Menurut keterangan polisi, korban Sri Khodijah menutup pintu rumahnya setelah mengira pelaku sedang berusaha kabur. Saat itu, YS langsung mengeluarkan pisau dan menusuk korban dari belakang. Tindakan ini terjadi secara tiba-tiba, membuat korban tidak sempat melawan.
Setelah melakukan aksi tersebut, pelaku meninggalkan pisau yang digunakan untuk menusuk korban dan berlari ke arah lain. Sementara itu, Sri Khodijah berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke pintu belakang rumahnya. Ia meminta bantuan tetangga untuk menghubungi pihak kepolisian. Namun, cedera yang dideritanya tidak bisa dicegah hingga kejadian itu berlanjut.
Korban dibawa ke RSUD Muaradua untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, kondisi Sri Khodijah tidak membaik. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Siti Khodijah di Palembang untuk penanganan lebih lanjut. Meski diberi perawatan intensif, nyawa korban akhirnya tak tertolong. Pada hari kedua penerimaan perawatan di RS Siti Khodijah, Sri Khodijah menghembuskan napas terakhir.
Kapolres menyebut bahwa tindakan YS terjadi karena rasa takut yang mendadak muncul. “Dari hasil penyelidikan, pelaku melarikan diri ke Desa Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menuju tempat tinggal pamannya,” jelasnya. Pemuda itu mengambil kesempatan untuk kabur setelah menyadari korban sudah menutup pintu rumahnya. Motif pencurian ini disebut sebagai faktor utama yang memicu kekerasan.
Menurut sumber di polisi, YS terperangkap dalam situasi yang tidak terduga. Saat korban Sri Khodijah pulang, pelaku sedang bersembunyi di dalam rumah korban untuk mengambil uang. Kebocoran yang terjadi menimbulkan kepanikan, membuat YS nekat mengambil pisau sebagai alat perlawanan. Kekerasan tersebut terjadi dalam waktu singkat, tanpa kesempatan untuk berpikir panjang.
Dalam penyelidikan, polisi menemukan bukti bahwa YS mengambil uang milik korban Sri Khodijah yang merupakan seorang guru SD. Aksi pencurian ini terjadi saat korban pulang dari tempat kerjanya. Pihak kepolisian menilai bahwa rasa takut pelaku akibat kepergok mencuri menjadi pemicu untuk melakukan tindakan ekstrem. Pisau yang digunakan untuk menusuk korban ditemukan di lokasi kejadian setelah pelaku pergi.
Menurut Kapolres, aksi YS tidak hanya melibatkan kekerasan fisik, tetapi juga keputusan yang sangat impulsif. “Korban berusaha menyelamatkan diri setelah terkena tusukan, tetapi kondisi cedera yang parah membuat nyawanya tak tertolong,” tambahnya. Penyelidikan polisi juga menemukan bahwa YS tidak memiliki rencana untuk membunuh korban, tetapi kepanikan saat kepergok mencuri menjadi faktor utama.
Berikutnya, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan bahwa tindakan YS benar-benar bermotif pencurian. Sementara itu, keluarga korban sedang berusaha menemukan penjelasan tentang kejadian ini. Banyak warga sekitar mengungkapkan kekagetan mereka melihat seorang siswi SMP melakukan tindakan mematikan terhadap guru SD.
Kapolres mengatakan bahwa kejadian ini menunjukkan bagaimana rasa takut bisa mengubah seorang pelaku pencurian menjadi pembunuh. “YS berusaha kabur, tetapi korban menutup pintu, membuatnya tak sempat berpikir panjang. Pemuda itu hanya berusaha menghindari penangkapan dengan cara yang ekstrem,” ujarnya. Kebocoran yang terjadi di dalam rumah korban justru menjadi pemicu kekerasan yang tak terduga.
Sejumlah saksi di lokasi kejadian mengatakan bahwa YS sempat meminta maaf setelah aksi kekerasan. Namun, tindakan tersebut sudah terlambat. Korban Sri Khodijah yang sebelumnya terlihat aktif di lingkungan sekitar kini menjadi korban kejahatan yang mengejutkan. Pihak kepolisian berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi siswa lain untuk tidak melakukan tindakan kekerasan hanya karena rasa takut.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga mengecek keberadaan pelaku setelah kejadian. YS menghilang dari tempat kejadian setelah melukai korban. Dari keterangan saksi, pelaku melarikan diri ke Desa Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menuju tempat tinggal pamannya. “Pelaku tidak segera menunjukkan tanda-tanda penyesalan, tetapi mengambil kesempatan untuk melarikan diri sebelum korban bisa mengejar,” tambah Kapolres.
Korban yang meninggal dalam keadaan tidak sadarkan diri menimbulkan duka yang dalam di kalangan masyarakat. Keluarga korban sedang berusaha memproses kejadian ini, sementara polisi terus mengumpulkan bukti untuk menuntut YS. Kejadian ini menegaskan betapa berbahayanya aksi pencurian yang diiringi rasa takut, karena bisa memicu tindakan kekerasan hingga memakan korban jiwa.
Selain itu, kasus ini juga menjadi perhatian publik terkait kesadaran siswa SMP dalam menghadapi situasi kritis. Polisi menekankan bahwa aksi YS bukanlah kejadian yang spontan, tetapi hasil dari kepanikan yang terjadi saat kepergok mencuri. “Kita sedang memeriksa latar belakang
