Pria di Depok Tewas Kesetrum Saat Perbaiki Instalasi Air di Atap Rumah

Korban Tewas Kesetrum Saat Memperbaiki Instalasi Air di Atap Rumah Depok

Pria di Depok Tewas Kesetrum Saat – Korban, seorang pria yang bekerja sebagai tukang, meninggal dunia akibat tersengat listrik saat sedang melakukan perbaikan instalasi air di atap rumah. Menurut Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh, kejadian ini terjadi pada hari Jumat, 1 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 siang di Jalan Andara, Cinere, Depok. Dalam pernyataannya kepada wartawan, Saleh mengatakan bahwa korban diperkirakan mengembuskan napas terakhir setelah terkena sengatan listrik yang mengakibatkan kehilangan kesadaran seketika.

Konteks Insiden dan Kondisi Saat Kejadian

Insiden berawal saat korban sedang menyelesaikan tugas perbaikan sistem pipa air di atas atap rumah. Dia menegaskan bahwa korban memegang ujung kabel yang masih mengalirkan arus listrik, sehingga langsung terkena sengatan. Menurut Saleh, korban tidak mengenali bahaya karena kabel tersebut belum dipasang pengaman. “Ia tidak menyadari bahwa kabel tersebut masih terhubung ke sumber listrik,” jelasnya.

“Korban mengalami kecelakaan di atas atap rumah, tepat di posisi ketinggian, saat memperbaiki instalasi air. Sengatan listrik tersebut membuat korban seketika tidak berdaya dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ucap Saleh.

Proses Evakuasi dan Koordinasi Tim Penanggulangan

Setelah menerima laporan kejadian, Polsek Cinere segera menerjunkan personel piket fungsi ke tempat kejadian perkara (TKP). Tim tersebut dipimpin oleh Kanit Reskrim AKP Ronald dan langsung melakukan pengamanan area serta pengecekan kondisi di sekitar lokasi. Menurut Saleh, proses evakuasi berlangsung cukup dramatis karena korban berada di ketinggian yang cukup tinggi.

“Sekitar pukul 14.50 WIB, jasad korban berhasil diturunkan berkat kerja sama antara personel Polsek Cinere, petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, serta bantuan warga sekitar,” tambah Saleh.

Menurut saksi mata yang hadir di lokasi, korban sedang bekerja sendirian tanpa didampingi rekan kerja. Seorang warga yang melihat kejadian langsung memberi pertolongan darurat sebelum petugas datang. “Korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Kami segera memanggil petugas Damkar dan polisi,” ujar salah satu saksi.

Kondisi Tempat Kejadian dan Penyebab Kecelakaan

Tempat kejadian berada di bagian atap rumah yang dipasang pipa air. Berdasarkan keterangan polisi, korban sedang memperbaiki bagian sistem instalasi yang rusak. “Tidak ada tanda-tanda korban memakai alat pelindung diri, seperti sepatu karet atau sarung tangan isolator,” kata Saleh. Hal ini menunjukkan bahwa korban mungkin tidak memperhatikan langkah keselamatan sebelum memulai pekerjaan.

Menurut laporan teknis dari Damkar, kabel yang mengalirkan arus listrik tertanggal 1 Mei 2026 tersebut terjadi karena kabel tidak terpasang dengan benar. Sebab, salah satu ujung kabel masih terhubung ke sumber listrik yang tidak terisolasi. “Korban tidak menyadari bahwa kabel tersebut masih menyala saat memegangnya,” jelas Saleh.

Respons Keluarga dan Pemrosesan Kasus

Keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas. Mereka menilai insiden yang menimpa korban adalah murni musibah yang tidak bisa dihindari. “Kami percaya bahwa korban mengalami kecelakaan akibat kesalahan teknis dalam pemasangan kabel,” ujar salah satu anggota keluarga.

Meski demikian, keluarga masih mempertimbangkan apakah akan melanjutkan proses hukum lebih lanjut. “Kami ingin melihat apakah ada faktor kelalaian dari pihak yang memasang instalasi tersebut,” tambahnya. Namun, untuk sementara waktu, mereka memutuskan untuk tidak menuntut tindakan hukum karena kejadian ini dianggap bersifat kebetulan.

Pengembangan Informasi dan Investigasi Lanjutan

Dalam upaya menemukan penyebab pasti kecelakaan, Polsek Cinere dan Damkar sedang melakukan investigasi lebih lanjut. Mereka memeriksa kondisi kabel, alat yang digunakan oleh korban, serta rencana pekerjaan sebelum kejadian. Saleh menegaskan bahwa investigasi akan dilakukan secara rinci untuk mengetahui apakah ada kesalahan teknis atau kelalaian dari pihak terkait.

Seorang teknisi dari perusahaan jasa instalasi listrik mengatakan bahwa kabel yang digunakan korban adalah jenis kabel biasa, bukan kabel khusus yang dirancang untuk pekerjaan di ketinggian. “Dalam kasus seperti ini, penggunaan kabel isolator sangat penting untuk mencegah kecelakaan serupa,” imbuhnya.

Kesimpulan dan Keterlibatan Masyarakat

Kecelakaan ini memperlihatkan pentingnya kesadaran akan bahaya listrik dalam pekerjaan sehari-hari. Meski korban meninggal di tempat kejadian, masyarakat sekitar tetap memberikan dukungan dan bantuan saat evakuasi dilakukan. “Warga terus menunggu sampai korban berhasil diangkat dari atas atap, meskipun sedang hujan deras,” kata warga lain yang ikut membantu.

Saleh berharap insiden ini menjadi pembelajaran bagi para pekerja yang sering melakukan tugas di atas atap. “Kami ingin mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan keamanan saat bekerja di area berpotensi bahaya, seperti atap rumah,” katanya.

Pelatihan Keselamatan dan Penegakan Hukum

Sebagai langkah pencegahan, Polsek Cinere menyarankan pelatihan keselamatan kerja bagi para tukang dan pekerja konstruksi. Mereka menekankan bahwa penggunaan alat pelindung diri adalah wajib, terutama saat bekerja di ketinggian atau dengan listrik. “Kami juga akan memeriksa apakah pihak penyedia layanan instalasi telah memenuhi standar keselamatan,” kata Saleh.

Dalam beberapa hari terakhir, para warga sekitar telah mendiskusikan perlunya pemasangan alat keselamatan tambahan di area perbaikan instalasi air. “Kami ingin agar tidak ada lagi kejadian serupa,” ujar salah satu warga yang tergabung dalam kelompok pengawasan keselamatan. Dengan adanya insiden ini, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap potensi bahaya yang mungkin terjadi saat memperbaiki instalasi di ruang terbuka.

Analisis Keseluruhan dan Kesadaran Keselamatan

Insiden ini menunjukkan bahwa kecelakaan akibat listrik bisa terjadi bahkan di lingkungan rumah tangga. Saleh menyatakan bahwa penyebab utama adalah kurangnya kesadaran korban terhadap kondisi k