Berita

Prabowo: Jangan Percaya Semua di Medsos, Mereka Ingin Kita Lemah

presiden-prabowo-subianto-1789796654779_169
Foto : Emily Thomas - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Prabowo Ajak Santri dan Generasi Muda Bersikap Kritis di Media Sosial
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Prabowo Ajak Santri dan Generasi Muda Bersikap Kritis di Media Sosial

Ceritaberkat.com – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat, terutama kalangan santri dan generasi muda, agar tidak menerima seluruh informasi di media sosial tanpa sikap kritis. Pesan itu ia sampaikan dalam peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026.

Di hadapan peserta acara, Prabowo menempatkan generasi muda sebagai pihak yang kelak meneruskan perjalanan bangsa. Karena itu, ia meminta mereka menjaga keyakinan, semangat, dan keberanian dalam menghadapi beragam narasi yang beredar di ruang digital.

“Anak-anakku sekalian, kalianlah yang akan ambil alih.”

Prabowo menekankan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi penerus. Ia menyampaikan bahwa para santri dan anak muda akan melanjutkan perjuangan bangsa, sehingga perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi serta tidak mudah dipengaruhi pesan-pesan yang belum tentu bertujuan baik.

Pesan untuk Tidak Menelan Informasi Mentah-Mentah

Media sosial telah menjadi ruang yang sangat cepat dalam menyebarkan berita, pendapat, video, dan berbagai bentuk komunikasi publik. Namun, kecepatan tersebut juga menuntut pengguna untuk lebih berhati-hati sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu informasi.

Prabowo mengingatkan adanya pihak-pihak yang, dalam pandangannya, dapat memanfaatkan media sosial untuk memengaruhi pemikiran masyarakat. Ia menyinggung penggunaan buzzer serta kekuatan dana dalam membentuk percakapan dan opini di platform digital.

“Jangan percaya mereka-mereka yang saya katakan antek-antek asing.”

Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh pihak yang disebutnya sebagai antek asing. Prabowo menyatakan bahwa kelompok semacam itu dapat memiliki sumber daya untuk membayar buzzer dan memainkan isu di media sosial.

“Hati-hati. Jangan percaya semua yang ada di sosmed itu.”

Ajakan tersebut bukan berarti masyarakat harus menjauhi media sosial sepenuhnya. Pesan utamanya adalah pentingnya sikap waspada: membaca informasi secara utuh, mempertanyakan klaim yang beredar, serta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya dari unggahan yang ramai dibicarakan.

Bagi pembaca, sikap kritis dapat dimulai dari langkah sederhana. Perhatikan siapa yang menyampaikan informasi, apakah isi unggahan memiliki konteks yang lengkap, dan apakah terdapat perbedaan antara fakta, opini, serta ajakan emosional. Informasi yang memicu kemarahan atau ketakutan juga patut diperiksa lebih cermat sebelum diteruskan kepada orang lain.

Menjaga Semangat dan Kepercayaan Diri Bangsa

Dalam sambutannya, Prabowo menilai penyebaran informasi di media sosial dapat berdampak pada kondisi psikologis masyarakat. Narasi tertentu, kata dia, berpotensi melemahkan semangat nasional, keberanian, dan rasa percaya diri bangsa.

“Mereka ingin menurunkan semangat kita.”

Ia juga menyampaikan kekhawatiran bahwa ada pihak yang menginginkan Indonesia tetap berada dalam keadaan lemah dan miskin. Dalam pandangan Prabowo, bangsa yang kehilangan kepercayaan diri akan lebih mudah bergantung pada kekuatan dari luar.

“Mereka ingin kita lemah.”

Prabowo menegaskan penolakannya terhadap keadaan yang membuat Indonesia terus berada dalam ketergantungan pada bangsa lain. Pesan itu disampaikannya sebagai dorongan agar masyarakat memelihara martabat, daya juang, dan keyakinan terhadap kemampuan bangsanya sendiri.

Isu kepercayaan diri nasional yang dibicarakan Prabowo berkaitan erat dengan cara masyarakat memandang masa depan. Informasi digital dapat membentuk persepsi secara cepat, baik melalui kabar yang akurat maupun melalui konten yang sengaja dibuat untuk meragukan kemampuan bangsa. Karena itu, ketahanan masyarakat dalam menghadapi informasi menjadi bagian penting dari sikap kebangsaan.

Santri dan generasi muda memiliki peran yang besar dalam ruang tersebut. Mereka tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi pembuat konten, penyebar gagasan, dan penggerak percakapan publik. Tanggung jawab itu menuntut penggunaan media sosial yang lebih bijak, termasuk dengan mengutamakan informasi yang membangun dan tidak memperbesar perpecahan.

Indonesia Harus Berdiri dengan Kekuatan Sendiri

Di akhir pesannya, Prabowo menyampaikan harapan agar Indonesia berkembang sebagai negara yang kuat. Ia menekankan pentingnya kemampuan bangsa untuk berdiri secara mandiri serta tidak menjadi pihak yang tunduk pada kepentingan negara lain.

“Kita tidak mau jadi budaknya bangsa lain.”

Pernyataan tersebut menjadi penegasan atas seruannya untuk menjaga semangat nasional di tengah arus informasi yang semakin terbuka. Bagi Prabowo, kekuatan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh sumber daya yang dimilikinya, tetapi juga oleh keberanian rakyatnya untuk percaya pada kemampuan sendiri.

“Kita akan menjadi bangsa yang hebat.”

Ia menutup sambutan dengan keyakinan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri. Pesan di Ponorogo itu sekaligus menjadi ajakan bagi masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan kesadaran, tidak mudah digiring oleh narasi yang melemahkan, dan tetap menumbuhkan optimisme terhadap masa depan Indonesia.

Frequently Asked Questions

What is Prabowo?

Prabowo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo matter?

Prabowo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.