Polri dan Kemenhut Konsolidasi Perkuat Mitigasi Hadapi El Nino dan Karhutla
Table of Contents
Konsolidasi Nasional Polri dan Kemenhut untuk Menghadapi El Nino dan Karhutla
Ceritaberkat.com – Polri bersama Kementerian Kehutanan telah menyelenggarakan pertemuan konsolidasi yang bertujuan untuk memperkuat upaya mitigasi dalam menghadapi fenomena El Nino, cuaca ekstrem, serta kebakaran hutan dan lahan. Pertemuan ini merupakan implementasi dari arahan yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto selama rapat terbatas di Istana Kepresidenan pada tanggal 28 Juli 2026.
Pertemuan yang berjudul Pencegahan dan Penanganan Karhutla ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol Dedi Prasetyo, yang didampingi oleh Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki. Acara berlangsung pada hari Kamis, 30 Juli 2026, di Ruang Pusdalsis Stamaops Polri yang berlokasi di Mabes Polri. Hadir dalam pertemuan tersebut para pejabat utama Mabes Polri, seluruh Kapolda dan Wakapolda dari wilayah-wilayah yang rawan terhadap Karhutla secara virtual, serta perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga terkait. Lembaga-lembaga yang hadir antara lain Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, dan Basarnas. Forum ini menjadi langkah strategis nasional untuk menyatukan berbagai strategi dalam menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi antara bulan Juli hingga September 2026.
Respons Cepat Polri terhadap Arahan Presiden
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa rapat konsolidasi ini merupakan bentuk respons cepat dari Polri dalam menerjemahkan arahan presiden menjadi langkah operasional yang terukur dan terintegrasi. Ia menekankan pentingnya mitigasi sejak dini sebagai fondasi utama.
“Arahan Bapak Presiden menjadi pedoman bagi Polri untuk memperkuat mitigasi sejak dini. Seluruh jajaran telah bergerak melalui patroli terpadu, penguatan deteksi dini, kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah mencegah kebakaran sebelum meluas sekaligus mengurangi dampak El Nino terhadap masyarakat,” ujar Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
Menurutnya, Polri akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap kebijakan yang telah diarahkan Presiden dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan. Langkah-langkah tersebut mencakup pencegahan, penanganan saat terjadi kebakaran, penegakan hukum, hingga pemulihan pascabencana.
Strategi Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Melalui konsolidasi nasional ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pencegahan sebagai strategi utama dalam menghadapi El Nino dan Karhutla. Upaya ini bertujuan untuk melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan nasional. Sebagai tindak lanjut arahan Presiden, Polri memperkuat langkah mitigasi sejak tahap prabencana melalui pendekatan pencegahan berbasis data, kolaborasi lintas sektor, dan kesiapsiagaan personel.
Seluruh jajaran diperintahkan memperbarui pemetaan wilayah rawan Karhutla, memverifikasi hotspot di lapangan, memperkuat early warning system, serta mengoptimalkan patroli terpadu bersama TNI, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan masyarakat. Polri juga menginstruksikan Bhabinkamtibmas bersama Babinsa melakukan pendataan langsung terhadap kondisi masyarakat di wilayah rawan, meliputi ketersediaan sumber air, potensi kekeringan, kondisi lahan pertanian, hingga kebutuhan bantuan sosial adaptif apabila dampak El Nino meningkat.
Upaya tersebut diperkuat dengan pemanfaatan command center yang telah terintegrasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memantau hotspot secara real time. Penggunaan drone, CCTV di pos-pos pantau, serta sistem informasi kebakaran menjadi bagian dari penguatan deteksi dini sehingga setiap potensi kebakaran dapat segera diverifikasi dan ditangani sebelum meluas.
Statistik Kesiapsiagaan dan Penegakan Hukum
Sebagai langkah kesiapsiagaan di lapangan, Polri menggelar 151 apel kesiapsiagaan, 29 rapat siaga tingkat Polda, 180 kegiatan kesiapan aksi, serta 2.850 kegiatan sosialisasi pencegahan kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas bersama Babinsa. Selain itu, telah dilaksanakan lebih dari 168.500 patroli terpadu darat dan perairan di wilayah rawan Karhutla sebagai langkah preventif untuk menekan potensi kebakaran.
Kesiapan personel juga terus diperkuat dengan menyiagakan 48.368 personel Sabhara dan 23.360 personel Brimob guna mendukung operasi penanganan Karhutla, disertai penerapan sistem rayonisasi antar-Polres dan antar-Polda agar dukungan personel maupun peralatan dapat digerakkan secara cepat sesuai perkembangan situasi.
Dalam aspek penegakan hukum, Polri terus meningkatkan pengawasan terhadap praktik pembakaran lahan. Hingga Juni 2026 tercatat 118 penyelidikan, 30 penyidikan, dan 115 tersangka telah ditangani terkait kasus pembakaran hutan dan lahan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Polri dan Kemenhut Konsolidasi Perkuat Mitigasi?
Polri dan Kemenhut Konsolidasi Perkuat Mitigasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Polri dan Kemenhut Konsolidasi Perkuat Mitigasi matter?
Polri dan Kemenhut Konsolidasi Perkuat Mitigasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
