Berita

Polisi Ungkap Kronologi Kericuhan Suporter saat Persita vs Persija di BIS

kabid-humas-polda-banten-kombes-maruli-ahiles-hutapea-1775497162629_169
Foto : Michael Anderson - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Kericuhan Suporter Warnai Laga Persita Tangerang kontra Persija Jakarta di BIS
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Kericuhan Suporter Warnai Laga Persita Tangerang kontra Persija Jakarta di BIS

Ceritaberkat.com – Laga Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Banten International Stadium (BIS), Kota Serang, sempat terganggu oleh kericuhan antarsuporter pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Insiden tersebut terjadi ketika pertandingan masih berlangsung dan kembali memanas saat jeda babak pertama.

Akibat kejadian itu, pertandingan sempat dihentikan dalam waktu singkat. Kepolisian mencatat 11 orang mengalami luka, baik akibat aksi saling lempar maupun cedera ketika terjadi kejar-kejaran di area stadion.

Ketegangan Bermula di Gate 14

Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea menjelaskan, gangguan pertama muncul pada menit ke-25 babak pertama. Saat itu, kelompok pendukung Persija Jakarta dan Persita Tangerang yang berada di sekitar Gate 14 terlibat saling ejek ketika menyuarakan dukungan untuk tim masing-masing.

“Pada menit ke-25 pertandingan babak pertama, terjadi saling ejek antara suporter Persija Jakarta dan Persita Tangerang di Gate 14. Situasi tersebut diduga dipicu oleh saling ejek dan provokasi saat masing-masing kelompok suporter menyampaikan yel-yel dukungan,” ujar Maruli dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).

Situasi yang semula berupa adu yel-yel kemudian berkembang menjadi ketegangan di sejumlah bagian stadion. Kericuhan tersebut menunjukkan bagaimana provokasi di ruang pertandingan dapat cepat memengaruhi kelompok pendukung lain, terutama ketika massa berada dalam jumlah besar dan berdekatan.

Keributan Berlanjut Saat Jeda Pertandingan

Ketegangan tidak berhenti setelah insiden di Gate 14. Pada masa jeda babak pertama, gangguan kembali terjadi di area tribun Gate 5, Gate 6, dan Gate 7. Sejumlah suporter Persija disebut mendatangi tribun yang ditempati pendukung Persita, sehingga memicu gesekan antarkelompok.

“Ketegangan kemudian kembali terjadi saat jeda babak pertama di area tribun Gate 5, Gate 6, dan Gate 7. Keributan diduga bermula ketika sejumlah suporter Persija mendatangi tribun suporter Persita dan melakukan provokasi hingga memicu gesekan antarkelompok,” jelas dia.

Dalam kondisi tersebut, puluhan pendukung Persija juga mendatangi area tribun suporter Persita. Pergerakan massa membuat suasana di sekitar tribun semakin sulit dikendalikan dan menyebabkan sebagian penonton berusaha menjauh dari titik keributan.

“Situasi sempat memanas ketika puluhan suporter Persija turut mendatangi area tribun suporter Persita. Akibatnya, sejumlah suporter Persita berupaya menyelamatkan diri, bahkan beberapa di antaranya melompati pembatas tribun menuju lintasan jogging track,” ucapnya.

Sejumlah orang dilaporkan berlarian ke berbagai arah ketika ketegangan meningkat. Kondisi seperti ini berpotensi menimbulkan cedera, termasuk bagi penonton yang tidak terlibat langsung dalam perselisihan, karena kepadatan dan kepanikan dapat menyulitkan proses evakuasi dari tribun.

11 Orang Mendapat Perawatan Medis

Kepolisian mendata 11 orang terluka dalam kericuhan tersebut. Cedera dialami karena aksi saling lempar serta akibat terkilir ketika sebagian orang berusaha menghindari atau mengejar kelompok lain di area stadion.

“Dalam kejadian tersebut, tercatat 11 orang mengalami luka luka akibat saling lempar dan terkilir akibat saat saling kejar. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di tiga fasilitas kesehatan, yakni RS Bhayangkara, RS Banten, dan RS Arafiq,” katanya.

Seluruh korban telah memperoleh penanganan medis di RS Bhayangkara, RS Banten, dan RS Arafiq. Perawatan terhadap korban menjadi bagian penting setelah insiden di ruang publik yang melibatkan kerumunan, khususnya untuk memastikan luka akibat benturan, lemparan, atau terjatuh dapat segera ditangani.

Peristiwa di BIS ini menjadi pengingat bahwa dukungan terhadap klub sepak bola perlu tetap disalurkan secara tertib. Atmosfer pertandingan memang kerap dipenuhi rivalitas, tetapi yel-yel dan ekspresi dukungan seharusnya tidak berkembang menjadi tindakan yang membahayakan keselamatan penonton lain, pemain, petugas, maupun kelompok suporter itu sendiri.

Keamanan pertandingan tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan dan pengelola stadion. Sikap suporter dalam menjaga jarak, menghindari provokasi, serta tidak terlibat aksi kekerasan juga menentukan apakah pertandingan dapat berlangsung aman hingga selesai. Kericuhan yang terjadi di tengah pertandingan dapat mengganggu jalannya laga sekaligus mengalihkan perhatian dari semangat olahraga yang seharusnya menjadi pusat sebuah pertandingan sepak bola.

Frequently Asked Questions

What is Polisi Ungkap Kronologi Kericuhan Suporter saat?

Polisi Ungkap Kronologi Kericuhan Suporter saat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polisi Ungkap Kronologi Kericuhan Suporter saat matter?

Polisi Ungkap Kronologi Kericuhan Suporter saat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.