Polda Riau Bekali 70 Polwan Kemampuan Public Speaking dan Negosiasi

70-polwan-polda-riau-dilatih-untuk-meningkatkan-kemampuan-dalam-public-speaking-dan-negosiasi-1785932631610_169

Program Peningkatan Kompetensi Komunikasi Polwan Polda Riau Capai Tahap Penting

Ceritaberkat.com – Polda Riau telah menginisiasi langkah strategis dalam mengembangkan kapasitas sumber daya manusia perempuan di lingkungan kepolisian. Inisiatif ini berfokus pada penguatan kemampuan komunikasi dan negosiasi bagi para perwira wanita yang bertugas. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, secara konsisten mendorong transformasi profesionalisme di jajaran polwan melalui serangkaian program pengembangan kompetensi yang terstruktur.

Pelatihan intensif yang diselenggarakan oleh Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Riau berhasil mengumpulkan sebanyak 70 peserta perempuan. Kegiatan berlangsung selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada tanggal 4 hingga 5 Agustus 2026. Kehadiran narasumber berpengalaman seperti Linda Nur Lestari, SE, CMT, memberikan nilai tambah signifikan terhadap kualitas materi yang disampaikan kepada para peserta.

Visi Komandan untuk Profesionalisme Polwan

Karo SDM Polda Riau, Kombes Boy Jeckson Situmorang, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari program peningkatan kompetensi Polwan yang menjadi prioritas Kapolda Riau. Sebagai Pembina Harian Polwan, Kombes Boy secara aktif mendorong terlaksananya berbagai program pengembangan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia perempuan di kepolisian.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kompetensi Polwan yang menjadi perhatian Kapolda Riau. Kami turut mendorong terlaksananya program tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polwan, khususnya dalam kemampuan komunikasi, kepercayaan diri dan pelayanan kepada masyarakat.

Pendekatan pembinaan berkelanjutan yang diterapkan diharapkan dapat menghasilkan polwan yang semakin profesional, percaya diri, dan mampu berperan sebagai komunikator efektif di tengah masyarakat. Transformasi ini tidak hanya bersifat internal, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap hubungan kepolisian dengan masyarakat sipil.

Metode Pembelajaran Interaktif dan Praktis

Selama berlangsungnya pelatihan, para peserta tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam praktik langsung dan aktivitas roleplay. Metode pembelajaran ini dirancang untuk mengasah kemampuan berkomunikasi dalam berbagai situasi operasional yang sering dihadapi saat bertugas. Materi yang disampaikan mencakup teknik berbicara dan berperilaku sebagai polwan negosiator ketika menghadapi masyarakat dalam aksi demonstrasi.

Para peserta juga dilatih dalam teknik berbicara di depan kamera dan media sosial, serta mempelajari konsep Impactful Communication and Public Speaking. Simulasi komunikasi menjadi bagian integral dari pelatihan untuk memastikan para polwan mampu menerapkan teknik yang telah dipelajari dalam kondisi nyata.

Pada hari pertama, pelatihan diikuti oleh 35 polwan yang berasal dari berbagai unit organisasi di lingkungan Polda Riau. Unit-unit tersebut meliputi Polresta Pekanbaru, Ditsamapta, Ditpamobvit, Ditreskrimum, Ditlantas, Ditbinmas, SPKT, dan Bidhumas. Jumlah peserta yang sama juga mengikuti pelatihan pada hari kedua, memastikan cakupan yang merata di seluruh unit.

Peran Strategis Polwan dalam Pelayanan Publik

Pakor Polwan Polda Riau, AKBP Vera Taurensa, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program Kapolda Riau untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi polwan secara komprehensif.

Ini merupakan salah satu program Bapak Kapolda Riau untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi Polwan. Public speaking sangat penting karena Polwan dalam pelaksanaan tugas bersentuhan langsung dengan masyarakat dan dituntut mampu berkomunikasi dengan baik dalam berbagai situasi.

Menurut AKBP Vera, kemampuan komunikasi bukan hanya dibutuhkan ketika polwan memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga ketika menghadapi situasi yang membutuhkan kemampuan negosiasi, penyampaian informasi, maupun komunikasi melalui media. Polwan dituntut mampu berbicara dengan tenang, humanis, percaya diri, dan tepat sasaran dalam setiap interaksi.

Keahlian ini menjadi krusial baik saat memberikan pelayanan rutin, menghadapi masyarakat dalam situasi dinamis, melakukan negosiasi ketika terjadi demonstrasi, maupun saat menyampaikan informasi melalui kamera dan media sosial. Penggunaan metode praktik dan roleplay menjadi bagian penting dalam pelatihan karena peserta dapat langsung mempraktikkan teknik komunikasi yang telah dipelajari.

Dengan kemampuan public speaking yang semakin baik, polwan diharapkan tidak hanya tampil sebagai sosok yang profesional dalam menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga mampu menjadi representasi Polri yang humanis, komunikatif, dan dekat dengan masyarakat. Program ini mencerminkan komitmen Polda Riau dalam membangun generasi polwan yang siap menghadapi tantangan komunikasi era modern.

Pelatihan ini juga sejalan dengan tren global dalam pengembangan kepolisian yang menekankan pada pendekatan humanis dan komunikasi efektif. Di era digital, kemampuan polwan untuk berkomunikasi melalui berbagai platform media menjadi semakin penting. Melalui program berkelanjutan seperti ini, Polda Riau berupaya memastikan bahwa setiap polwan memiliki kompetensi yang memadai untuk mewakili institusi kepolisian dengan cara yang paling efektif dan menyentuh hati masyarakat.

Implementasi program ini diharapkan dapat menciptakan dampak jangka panjang terhadap citra kepolisian dan kepercayaan publik. Dengan polwan yang terlatih dalam public speaking dan negosiasi, interaksi antara kepolisian dan masyarakat akan menjadi lebih harmonis dan produktif. Hal ini sejalan dengan visi Kapolda Riau untuk membangun kepolisian yang tidak hanya kuat secara operasional, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat yang dilayani.

Frequently Asked Questions

What is Polda Riau Bekali 70 Polwan Kemampuan?

Polda Riau Bekali 70 Polwan Kemampuan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polda Riau Bekali 70 Polwan Kemampuan matter?

Polda Riau Bekali 70 Polwan Kemampuan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.