Official Announcement: Senat AS Sahkan Resolusi Setop Perang Iran, Trump Marah-marah!

Resolusi AS Mengakhiri Perang Iran Disahkan, Trump Mengkritik Langkah Ini

Official Announcement – Senat Amerika Serikat (AS) akhirnya menyetujui resolusi yang menyerukan penghentian perang terhadap Iran, sebuah langkah yang menimbulkan reaksi keras dari Presiden Donald Trump. Dalam sebuah pernyataan, Trump menyatakan kekecewaan terhadap beberapa senator Partai Republik yang tergabung dalam dukungan resolusi ini bersama para senator Partai Demokrat. Ia menilai tindakan tersebut sebagai keputusan yang tidak tepat, menurutnya berdampak negatif pada kebijakan luar negeri yang telah dijalankannya selama beberapa tahun terakhir.

Trump Serukan Kritik terhadap Resolusi Simbolis

“Dengan menyetujui resolusi ini, Senat AS justru mempersulit upaya saya untuk menjaga stabilitas di Timur Tengah. Ini terjadi pada ‘waktu yang tidak tepat dan tidak berarti’, karena Iran saat ini dalam posisi yang sangat lemah, siap untuk menyerah dan menghormati Amerika Serikat,” ujar Trump melalui akun Truth Social, Rabu (24/6/2025).

Resolusi yang diberi nama “UU Kekuatan Perang” ini bertujuan menghentikan aksi militer AS terhadap Iran, kecuali ada persetujuan dari Kongres. Dalam pidatonya, Trump menyebut langkah tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakannya, yang ia anggap berhasil memaksa Iran untuk memperlihatkan kepatuhan terhadap AS. Ia menekankan bahwa resolusi ini tidak hanya mengganggu rencananya, tetapi juga mengirimkan sinyal bahwa pihak lawan dianggap lebih unggul dalam konflik ini.

Kesepakatan Ditempuh Melalui Pemungutan Suara Ketat

Pemungutan suara resolusi ini berlangsung sengit, dengan hasil akhir 50 suara untuk mendukung dan 48 suara menolak. Meskipun keputusan ini mencapai kemenangan minoritas, ia dinilai sebagai langkah penting dalam menyuarakan keinginan untuk mengakhiri perang. Dalam kesempatan tersebut, Trump mengkritik empat senator Partai Republik yang berubah sikap untuk mengikuti pendapat para senator Demokrat, menyebut mereka sebagai “pecundang” yang melanggar prinsip partai mereka.

“Empat anggota Partai Republik memilih untuk bergabung dengan Demokrat, padahal mereka seharusnya memperkuat posisi saya. Ini bukan hanya kekalahan, tetapi juga pengkhianatan terhadap kebijakan yang telah dijalankan selama beberapa dekade,” tegas Trump.

Dalam pidatonya, Trump juga menggambarkan Iran sebagai “sumber teror nomor satu di dunia” yang selama ini memperoleh keuntungan dari kebijakan perang AS. “Jika mereka merasa diperlakukan dengan tidak adil, mengapa harus menyerah? Para senator ini justru membantu musuh, dan saya akan terus menuntaskan tugas saya, apa pun caranya,” lanjutnya.

Dukungan dari Senator Demokrat dan Republik

Keputusan Senat ini memperlihatkan kolaborasi antara Partai Republik dan Demokrat, meskipun ada perbedaan pendapat dalam pemungutan suara. Empat senator Partai Republik, yaitu Bill Cassidy, Susan Collins, Lisa Murkowski, dan Rand Paul, memilih untuk menyetujui resolusi bersama para senator Partai Demokrat. Dari sisi Partai Demokrat, satu anggota menolak, sementara dua senator Partai Republik lainnya memilih abstain.

Sementara itu, DPR AS telah menyetujui resolusi ini sebelumnya, sehingga Senat menjadi badan legislatif kedua yang memperkuat langkah tersebut. Trump menilai resolusi ini tidak hanya mengubah arah kebijakan luar negeri AS, tetapi juga mengancam stabilitas regional yang telah tercipta selama beberapa bulan terakhir.

Penolakan Simbolis Setelah Serangkaian Kegagalan Sebelumnya

Kegagalan senat untuk menyetujui resolusi sebelumnya menunjukkan bahwa ini menjadi penolakan simbolis terkuat dari Kongres AS terhadap perang terhadap Iran. Sebelumnya, sembilan kali voting gagal mendapatkan dukungan mayoritas, sehingga resolusi ini dianggap sebagai penegasan keinginan untuk mengakhiri konflik secara lebih tegas.

Di sisi lain, keberhasilan resolusi ini dalam mencapai hasil 50-48 menandakan bahwa perbedaan pendapat di Kongres masih bisa diselesaikan melalui kompromi. Meskipun dampak langsung dari keputusan ini belum terlihat jelas, karena AS dan Iran telah mencapai kesepakatan damai sementara, tindakan ini dianggap sebagai tanda perubahan arah kebijakan yang konsisten.

Impak Politik dan Perubahan Strategi

Dengan menyetujui resolusi ini, Senat AS menunjukkan kecenderungan untuk mengurangi peran militer dalam konflik Iran, terutama setelah keberhasilan negosiasi yang menghasilkan penyelesaian sementara. Trump menilai hal ini sebagai ancaman terhadap kekuasaannya, karena ia ingin tetap memiliki otoritas penuh dalam mengambil keputusan militer tanpa harus menghadapi penolakan dari lembaga legislatif.

“Para senator ini memutuskan untuk menolak kebijakan yang telah saya jalankan, meskipun itu berdampak positif bagi Iran. Mereka tidak memahami bahwa dengan memberi dukungan pada resolusi ini, mereka sebenarnya memperkuat tangan musuh,” tambah Trump.

Langkah Senat ini juga menimbulkan perdebatan di kalangan politisi. Beberapa anggota Partai Republik menilai resolusi ini sebagai keseimbangan antara kekuatan militer dan diplomasi, sementara lainnya memandangnya sebagai kegagalan dalam memperkuat pengaruh AS di Timur Tengah. Meskipun demikian, resolusi